CBT UKOM ATLM (Analis Kesehatan) menguji kemampuan peserta dalam memahami dan menerapkan proses laboratorium medik, mulai dari pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik. Materinya mencakup hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, urinalisis, transfusi darah, quality control, biosafety, dan pengelolaan spesimen.
Artikel ini menyajikan contoh soal CBT UKOM ATLM lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan kasus sebagai bahan latihan menghadapi UKOM. Soal disusun bervariasi agar Anda dapat menguji pemahaman materi sekaligus membiasakan diri mengerjakan soal teknis dan studi kasus yang relevan dengan kompetensi ATLM.
Contoh Soal CBT UKOM ATLM (Analis Kesehatan)
Berikut latihan Soal CBT UKOM ATLM (Analis Kesehatan) untuk persiapan menghadapi UKOM aslinya
Soal 1
Pada pemeriksaan hematologi, antikoagulan yang paling umum digunakan untuk pemeriksaan darah lengkap adalah …
A. Natrium sitrat
B. EDTA
C. Heparin
D. Natrium fluorida
E. Oksalat
Jawaban: B
Pembahasan:
EDTA efektif mempertahankan morfologi sel darah sehingga umum digunakan untuk pemeriksaan hematologi rutin seperti CBC.
Soal 2
Seorang pasien datang untuk pemeriksaan glukosa darah. Sampel tidak segera diperiksa dan dibiarkan terlalu lama tanpa pengawet yang sesuai.
Perubahan yang paling mungkin terjadi adalah …
A. Kadar glukosa menurun akibat glikolisis sel
B. Kadar glukosa meningkat
C. Kadar bilirubin meningkat
D. Kadar natrium menurun drastis
E. Hemoglobin meningkat
Jawaban: A
Pembahasan:
Sel darah tetap melakukan glikolisis setelah pengambilan sampel sehingga kadar glukosa dapat menurun bila pemrosesan terlambat.
Soal 3
Hasil CBC seorang pasien menunjukkan Hb 8,5 g/dL, MCV 68 fL, dan MCH rendah. Apusan darah tepi menunjukkan mikrositosis dan hipokromia.
Interpretasi yang paling sesuai adalah …
A. Anemia makrositik
B. Anemia hemolitik
C. Anemia mikrositik hipokrom
D. Polisitemia
E. Leukemia akut
Jawaban: C
Pembahasan:
MCV rendah menunjukkan mikrositosis, sedangkan MCH rendah dan hipokromia mendukung gambaran anemia mikrositik hipokrom.
Soal 4
Pada pewarnaan Gram, bakteri Gram positif akan tampak berwarna …
A. Merah muda
B. Jingga
C. Cokelat
D. Ungu
E. Hijau
Jawaban: D
Pembahasan:
Bakteri Gram positif mempertahankan kompleks kristal violet-iodine sehingga tampak ungu.
Soal 5
Tujuan utama penggunaan kontrol dalam pemeriksaan laboratorium adalah …
A. Menggantikan kalibrasi alat
B. Menentukan diagnosis pasien
C. Mengurangi jumlah pemeriksaan
D. Menghilangkan kebutuhan SOP
E. Memastikan sistem pemeriksaan bekerja dalam batas yang dapat diterima
Jawaban: E
Pembahasan:
Quality control digunakan untuk memantau kestabilan dan ketepatan proses analitik sebelum hasil pasien dilaporkan.
Soal 6
Spesimen urin untuk pemeriksaan rutin sebaiknya diperiksa sesegera mungkin karena penyimpanan terlalu lama pada suhu ruang dapat menyebabkan …
A. Perubahan pH, pertumbuhan bakteri, dan kerusakan unsur sedimen
B. Kadar protein selalu meningkat
C. Sel eritrosit bertambah
D. Glukosa selalu meningkat
E. Berat jenis selalu tetap
Jawaban: A
Pembahasan:
Urin yang dibiarkan terlalu lama dapat mengalami perubahan kimia dan morfologi sehingga menurunkan kualitas hasil.
Soal 7
Seorang ATLM menerima sampel serum yang tampak sangat hemolisis untuk pemeriksaan kalium. Hasil menunjukkan kadar kalium sangat tinggi, sementara kondisi klinis pasien tidak mendukung hiperkalemia.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Langsung melaporkan hasil
B. Mengencerkan serum
C. Mempertimbangkan pseudohiperkalemia akibat hemolisis dan meminta sampel ulang bila diperlukan
D. Menurunkan hasil secara manual
E. Mengganti metode pemeriksaan tanpa evaluasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Hemolisis dapat melepaskan kalium intrasel dan menyebabkan hasil tinggi palsu. Kualitas spesimen harus dievaluasi sebelum hasil dilaporkan.
Soal 8
Pada pemeriksaan koagulasi, tabung natrium sitrat harus terisi sesuai volume karena perbandingan darah dan antikoagulan yang tidak tepat dapat …
A. Tidak memengaruhi hasil
B. Memengaruhi hasil PT dan aPTT
C. Hanya memengaruhi kadar hemoglobin
D. Hanya memengaruhi glukosa
E. Hanya memengaruhi bilirubin
Jawaban: B
Pembahasan:
Rasio darah dan sitrat yang tidak tepat dapat mengubah hasil pemeriksaan koagulasi dan menghasilkan nilai yang tidak akurat.
Soal 9
Jika hasil kontrol kualitas berada di luar batas penerimaan, tindakan yang paling tepat sebelum melaporkan hasil pasien adalah …
A. Tetap melaporkan hasil pasien
B. Menghapus hasil kontrol
C. Mengganti nilai kontrol secara manual
D. Menyelidiki penyebab, melakukan tindakan korektif, dan memastikan kontrol kembali dapat diterima
E. Mengulangi hanya sampel pasien
Jawaban: D
Pembahasan:
Hasil pasien tidak seharusnya dilepas bila sistem analitik belum terbukti berada dalam kondisi terkendali.
Soal 10
Seorang pasien dengan demam tinggi menjalani kultur darah. Petugas akan mengambil sampel sebelum pemberian antibiotik.
Prinsip pra-analitik yang paling tepat adalah …
A. Ambil satu botol kultur setelah antibiotik diberikan
B. Ambil darah dari kantong infus
C. Abaikan antisepsis kulit
D. Gunakan volume sekecil mungkin
E. Lakukan antisepsis dengan benar dan ambil spesimen sesuai prosedur sebelum antibiotik bila memungkinkan
Jawaban: E
Pembahasan:
Kultur darah membutuhkan antisepsis yang baik untuk menurunkan kontaminasi dan idealnya diambil sebelum terapi antibiotik dimulai.
Soal 11
Pada pemeriksaan laju endap darah metode Westergren, antikoagulan yang umum digunakan adalah …
A. EDTA tanpa pengenceran
B. Natrium sitrat
C. Heparin
D. Natrium fluorida
E. Oksalat
Jawaban: B
Pembahasan:
Metode Westergren menggunakan darah dengan antikoagulan sitrat pada perbandingan yang sesuai agar hasil LED dapat diukur dengan benar.
Soal 12
Seorang pasien memiliki leukosit 18.000/µL dengan dominasi neutrofil dan disertai demam tinggi.
Temuan tersebut paling mendukung kondisi …
A. Infeksi bakteri akut
B. Infeksi virus tanpa komplikasi
C. Aplasia sumsum tulang
D. Anemia defisiensi besi
E. Trombositopenia imun
Jawaban: A
Pembahasan:
Leukositosis dengan neutrofilia sering ditemukan pada infeksi bakteri akut, meskipun tetap perlu dikaitkan dengan kondisi klinis pasien.
Soal 13
Pada pemeriksaan fungsi hati, enzim yang relatif lebih spesifik menggambarkan cedera hepatoseluler adalah …
A. CK-MB
B. Amilase
C. ALT
D. Troponin
E. Lipase
Jawaban: C
Pembahasan:
ALT banyak terdapat pada hepatosit dan peningkatannya sering digunakan sebagai indikator cedera hepatoseluler.
Soal 14
Sampel darah untuk pemeriksaan bilirubin sebaiknya dilindungi dari cahaya karena …
A. Cahaya meningkatkan kadar bilirubin
B. Bilirubin dapat mengalami fotodegradasi
C. Cahaya meningkatkan hemolisis
D. Serum akan membeku
E. Protein serum akan meningkat
Jawaban: B
Pembahasan:
Paparan cahaya dapat menurunkan kadar bilirubin sehingga hasil pemeriksaan menjadi lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
Soal 15
Hasil kontrol kadar glukosa menunjukkan nilai berada di luar batas kontrol pada dua level kontrol sekaligus.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Tetap melaporkan hasil pasien
B. Mengganti hasil kontrol secara manual
C. Menurunkan nilai hasil pasien
D. Menyelidiki kemungkinan error sistematik sebelum pemeriksaan pasien dilanjutkan
E. Mengabaikan karena hanya terjadi sekali
Jawaban: D
Pembahasan:
Penyimpangan pada beberapa level kontrol dapat mengindikasikan gangguan sistematik. Sistem perlu dievaluasi sebelum hasil pasien dilepas.
Soal 16
Seorang pasien datang dengan keluhan mudah lelah. Hasil laboratorium menunjukkan Hb 10 g/dL, MCV 110 fL, dan ditemukan makro-ovalosit pada apusan darah tepi.
Interpretasi yang paling sesuai adalah …
A. Anemia makrositik
B. Anemia mikrositik
C. Talasemia
D. Polisitemia
E. Anemia hemolitik akut
Jawaban: A
Pembahasan:
MCV di atas normal dengan makro-ovalosit mengarah pada anemia makrositik, termasuk kemungkinan anemia megaloblastik.
Soal 17
Dalam pemeriksaan urin, ditemukannya nitrit positif paling berkaitan dengan …
A. Kehadiran bakteri tertentu yang mampu mereduksi nitrat
B. Peningkatan kadar bilirubin
C. Proteinuria berat
D. Glukosuria
E. Hemoglobinuria
Jawaban: A
Pembahasan:
Beberapa bakteri penyebab infeksi saluran kemih dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit sehingga uji nitrit menjadi positif.
Soal 18
Seorang pasien diduga mengalami infeksi saluran kemih. Sampel urin akan dikirim untuk kultur.
Spesimen yang paling tepat adalah …
A. Urin sewaktu dalam wadah tidak steril
B. Urin midstream clean-catch dalam wadah steril
C. Urin yang telah disimpan 24 jam di suhu ruang
D. Urin dari kantong penampung yang lama
E. Urin setelah dicampur antiseptik
Jawaban: B
Pembahasan:
Midstream clean-catch membantu menurunkan kontaminasi dan lebih representatif untuk kultur urin.
Soal 19
Pada pemeriksaan golongan darah ABO, terjadi aglutinasi dengan anti-A tetapi tidak dengan anti-B.
Golongan darah pasien adalah …
A. O
B. B
C. AB
D. A
E. Tidak dapat dinilai
Jawaban: D
Pembahasan:
Aglutinasi dengan anti-A menunjukkan adanya antigen A pada eritrosit, sehingga golongan darahnya A.
Soal 20
Seorang ATLM menerima sampel untuk pemeriksaan glukosa plasma. Tabung yang digunakan mengandung natrium fluorida.
Fungsi utama natrium fluorida adalah …
A. Menghambat koagulasi melalui pengikatan kalsium
B. Mempertahankan morfologi eritrosit
C. Mempercepat pembentukan serum
D. Mencegah hemolisis
E. Menghambat glikolisis
Jawaban: E
Pembahasan:
Natrium fluorida menghambat glikolisis sehingga membantu mempertahankan kadar glukosa dalam sampel.
Soal 21
Pada pemeriksaan hematologi menggunakan analyzer, ditemukan flag trombosit rendah. Apusan darah tepi menunjukkan banyak platelet clump.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Langsung melaporkan trombositopenia
B. Mengganti nilai trombosit secara manual
C. Mengevaluasi kemungkinan pseudotrombositopenia dan mempertimbangkan pengambilan ulang spesimen
D. Mengabaikan hasil apusan
E. Melaporkan hasil tanpa komentar
Jawaban: C
Pembahasan:
Platelet clumping dapat menyebabkan hitung trombosit rendah palsu. Hasil perlu diverifikasi dan spesimen ulang dapat diperlukan.
Soal 22
Media yang umum digunakan untuk membedakan bakteri berdasarkan fermentasi laktosa pada kelompok Enterobacterales adalah …
A. Blood agar
B. Mueller-Hinton agar
C. Sabouraud agar
D. Lowenstein-Jensen
E. MacConkey agar
Jawaban: E
Pembahasan:
MacConkey agar bersifat selektif dan diferensial, termasuk untuk membedakan bakteri fermenter dan nonfermenter laktosa.
Soal 23
Seorang pasien menjalani pemeriksaan HbA1c untuk evaluasi kontrol diabetes.
Parameter tersebut terutama menggambarkan …
A. Rata-rata kadar glukosa dalam beberapa bulan terakhir
B. Glukosa darah pada saat pengambilan sampel saja
C. Fungsi ginjal akut
D. Produksi insulin dalam 24 jam terakhir
E. Kadar glukosa setelah makan terakhir
Jawaban: A
Pembahasan:
HbA1c mencerminkan paparan glukosa rata-rata selama sekitar 2–3 bulan sebelumnya.
Soal 24
Pada pemeriksaan mikroskopis sputum dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen ditemukan batang berwarna merah pada latar biru.
Interpretasi yang paling tepat adalah …
A. Bakteri Gram positif
B. Basil tahan asam terdeteksi
C. Jamur terdeteksi
D. Spora bakteri terdeteksi
E. Parasit darah terdeteksi
Jawaban: B
Pembahasan:
Basil tahan asam mempertahankan karbol fuchsin setelah proses dekolorisasi sehingga tampak merah.
Soal 25
Sampel darah untuk pemeriksaan kalium tampak hemolisis berat.
Dampak yang paling mungkin terhadap hasil adalah …
A. Kalium menurun palsu
B. Kalium tidak terpengaruh
C. Natrium selalu meningkat
D. Kalium dapat meningkat palsu
E. Glukosa selalu meningkat
Jawaban: D
Pembahasan:
Hemolisis melepaskan kalium intraseluler sehingga dapat menyebabkan pseudohiperkalemia.
Soal 26
Seorang pasien dengan ikterus diperiksa bilirubin total dan direk. Hasil menunjukkan bilirubin direk meningkat dominan.
Temuan tersebut lebih sesuai dengan …
A. Peningkatan bilirubin terkonjugasi
B. Hemolisis murni
C. Penurunan produksi bilirubin
D. Defisiensi zat besi
E. Polisitemia
Jawaban: A
Pembahasan:
Bilirubin direk mewakili fraksi terkonjugasi. Peningkatan dominan dapat berkaitan dengan gangguan ekskresi atau kolestasis.
Soal 27
Pada pemeriksaan malaria, spesimen yang paling umum digunakan untuk identifikasi parasit adalah …
A. Serum
B. Plasma sitrat
C. Darah perifer dengan sediaan apus tebal dan tipis
D. Urin pagi
E. Cairan serebrospinal
Jawaban: C
Pembahasan:
Sediaan tebal meningkatkan sensitivitas deteksi parasit, sedangkan sediaan tipis membantu identifikasi spesies dan morfologi.
Soal 28
Hasil kontrol kualitas menunjukkan satu nilai melewati batas +3 SD pada grafik Levey-Jennings.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Abaikan karena hanya satu titik
B. Tetap keluarkan hasil pasien
C. Hapus titik kontrol
D. Ganti nilai kontrol dengan rata-rata
E. Tolak run dan lakukan investigasi sebelum pemeriksaan pasien dilanjutkan
Jawaban: E
Pembahasan:
Pelanggaran batas 3 SD merupakan sinyal kuat bahwa proses analitik tidak terkendali dan memerlukan investigasi.
Soal 29
Seorang pasien akan menerima transfusi sel darah merah. Sebelum transfusi, laboratorium melakukan crossmatch mayor.
Tujuan utama pemeriksaan tersebut adalah …
A. Menilai fungsi hati donor
B. Mengetahui kadar hemoglobin pasien
C. Menentukan kadar elektrolit donor
D. Mendeteksi inkompatibilitas antara serum/plasma pasien dan eritrosit donor
E. Menilai jumlah trombosit donor
Jawaban: D
Pembahasan:
Crossmatch mayor digunakan untuk memastikan tidak terdapat antibodi pada pasien yang bereaksi terhadap eritrosit donor.
Soal 30
Pada pemeriksaan sputum, sampel terlihat dominan saliva dan banyak sel epitel skuamosa.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Tetap proses karena semua sputum dapat digunakan
B. Menilai sampel tidak representatif dan meminta pengambilan ulang sesuai prosedur
C. Menambahkan media lebih banyak
D. Mengencerkan sampel
E. Mengubah hasil mikroskopis
Jawaban: B
Pembahasan:
Banyak sel epitel skuamosa menunjukkan kontaminasi saliva. Spesimen yang tidak representatif dapat menurunkan kualitas hasil mikrobiologi.
Soal 31
Pada pemeriksaan darah lengkap, hasil menunjukkan Hb normal tetapi MCV rendah dan jumlah eritrosit relatif tinggi.
Pola tersebut dapat mengarah pada …
A. Talasemia trait
B. Anemia aplastik
C. Anemia megaloblastik
D. Leukemia akut
E. Polisitemia vera
Jawaban: A
Pembahasan:
MCV rendah dengan jumlah eritrosit yang relatif tinggi dapat ditemukan pada talasemia trait dan perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan.
Soal 32
Pemeriksaan ureum dan kreatinin terutama digunakan untuk menilai …
A. Fungsi hati
B. Fungsi ginjal
C. Fungsi pankreas
D. Fungsi tiroid
E. Fungsi sumsum tulang
Jawaban: B
Pembahasan:
Ureum dan kreatinin digunakan sebagai parameter untuk membantu menilai fungsi ginjal, terutama filtrasi.
Soal 33
Seorang pasien mengalami demam, batuk produktif, dan sputum purulen. Kultur sputum menunjukkan pertumbuhan bakteri dominan setelah spesimen dinilai representatif.
Langkah laboratorium berikutnya yang paling tepat adalah …
A. Mengabaikan kultur
B. Langsung melaporkan semua koloni sebagai patogen
C. Melakukan identifikasi dan uji kepekaan sesuai indikasi
D. Mengganti media tanpa alasan
E. Membuang spesimen
Jawaban: C
Pembahasan:
Pertumbuhan bakteri dominan dari spesimen yang baik perlu dilanjutkan dengan identifikasi dan uji kepekaan bila relevan secara klinis.
Soal 34
Pada pemeriksaan apusan darah tepi ditemukan neutrofil dengan hipersegmentasi.
Temuan tersebut sering berkaitan dengan …
A. Anemia defisiensi besi
B. Talasemia
C. Anemia hemolitik
D. Anemia megaloblastik
E. Polisitemia
Jawaban: D
Pembahasan:
Neutrofil hipersegmentasi merupakan salah satu temuan khas pada anemia megaloblastik, misalnya akibat defisiensi vitamin B12 atau folat.
Soal 35
Dalam pemeriksaan kimia klinik, kalibrasi alat dilakukan terutama untuk …
A. Menentukan diagnosis pasien
B. Menghilangkan kebutuhan kontrol
C. Memastikan hubungan antara respons alat dan konsentrasi analit
D. Mengurangi jumlah sampel
E. Mengganti reagen
Jawaban: C
Pembahasan:
Kalibrasi memastikan alat memberikan respons yang sesuai terhadap konsentrasi analit sehingga hasil dapat diinterpretasikan dengan benar.
Soal 36
Seorang pasien diperiksa urinalisis. Hasil menunjukkan protein positif persisten pada beberapa pemeriksaan.
Tindak lanjut yang paling sesuai adalah …
A. Evaluasi lebih lanjut terhadap kemungkinan proteinuria patologis
B. Anggap normal bila warna urin jernih
C. Abaikan karena protein selalu ada dalam jumlah besar
D. Hanya periksa glukosa
E. Laporkan sebagai negatif
Jawaban: A
Pembahasan:
Proteinuria persisten dapat mencerminkan gangguan ginjal atau kondisi lain dan perlu dievaluasi lebih lanjut secara klinis.
Soal 37
Pewarnaan khusus yang umum digunakan untuk membantu identifikasi jamur pada preparat langsung adalah …
A. Gram saja
B. KOH preparation
C. Wright
D. Giemsa saja
E. Ziehl-Neelsen
Jawaban: B
Pembahasan:
KOH membantu melarutkan material seluler sehingga struktur jamur lebih mudah diamati pada pemeriksaan langsung.
Soal 38
Kontrol kualitas menunjukkan tren nilai yang terus meningkat selama beberapa hari tetapi masih berada dalam batas ±2 SD.
Interpretasi paling tepat adalah …
A. Tidak perlu diperhatikan
B. Menandakan potensi systematic shift atau trend yang perlu dievaluasi
C. Menunjukkan random error saja
D. Menandakan alat pasti rusak total
E. Hasil pasien harus langsung dibatalkan permanen
Jawaban: B
Pembahasan:
Trend yang konsisten dapat menunjukkan perubahan sistematik bertahap meskipun belum melewati batas kontrol.
Soal 39
Seorang pasien datang dengan dugaan infeksi hepatitis B. Salah satu marker serologi yang menunjukkan adanya infeksi aktif adalah …
A. HBsAg positif
B. Anti-HBs positif saja
C. Anti-HAV IgG positif
D. Anti-HCV negatif
E. Anti-HBs negatif saja
Jawaban: A
Pembahasan:
HBsAg positif menunjukkan adanya antigen permukaan hepatitis B dan dapat menandakan infeksi aktif.
Soal 40
Pada pemeriksaan golongan darah, hasil forward grouping dan reverse grouping tidak sesuai.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Pilih hasil forward grouping saja
B. Laporkan golongan darah berdasarkan dugaan
C. Investigasi discrepancy sebelum hasil akhir dilaporkan
D. Abaikan reverse grouping
E. Ulangi hanya dengan satu antisera
Jawaban: C
Pembahasan:
Ketidaksesuaian antara forward dan reverse grouping harus diselidiki karena dapat menunjukkan masalah teknis atau kondisi biologis tertentu.
Soal 41
Seorang pasien menjalani pemeriksaan PT dan aPTT. Tabung sitrat yang diterima hanya terisi setengah dari volume seharusnya.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Tetap periksa karena antikoagulan sudah tersedia
B. Tambahkan darah dari tabung lain
C. Koreksi hasil secara matematis
D. Tolak spesimen dan minta pengambilan ulang dengan volume yang sesuai
E. Tambahkan NaCl agar volume tercapai
Jawaban: D
Pembahasan:
Tabung sitrat membutuhkan rasio darah dan antikoagulan yang tepat. Underfilling dapat menyebabkan kelebihan sitrat relatif dan memperpanjang hasil koagulasi secara palsu.
Soal 42
Pada pemeriksaan fungsi ginjal, parameter yang lebih spesifik digunakan untuk memperkirakan kemampuan filtrasi glomerulus adalah …
A. Kreatinin serum yang digunakan dalam perhitungan eGFR
B. Bilirubin total
C. ALT
D. Amilase
E. Troponin
Jawaban: A
Pembahasan:
Kreatinin serum digunakan bersama variabel tertentu dalam perhitungan eGFR untuk memperkirakan fungsi filtrasi ginjal.
Soal 43
Seorang pasien dengan demam periodik diperiksa menggunakan apus darah tebal dan tipis. Pada preparat ditemukan bentuk parasit intraeritrosit yang khas.
Pemeriksaan tersebut digunakan terutama untuk mendeteksi …
A. Entamoeba histolytica
B. Giardia lamblia
C. Trichomonas vaginalis
D. Ascaris lumbricoides
E. Plasmodium spp.
Jawaban: E
Pembahasan:
Apus darah tebal dan tipis merupakan metode mikroskopis utama untuk mendeteksi dan membantu identifikasi parasit malaria.
Soal 44
Dalam pemeriksaan kimia klinik, sampel serum tampak sangat lipemik.
Masalah utama yang dapat terjadi adalah …
A. Semua analit pasti meningkat
B. Interferensi pada metode fotometrik tertentu
C. Eritrosit selalu mengalami hemolisis
D. Nilai bilirubin pasti nol
E. Pemeriksaan elektrolit selalu tidak dapat dilakukan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kekeruhan akibat lipemia dapat mengganggu absorbansi pada pemeriksaan fotometrik dan menyebabkan hasil bias pada metode tertentu.
Soal 45
Hasil kontrol kualitas menunjukkan dua hasil kontrol berturut-turut berada melewati batas +2 SD pada sisi yang sama dari mean.
Aturan Westgard yang paling sesuai adalah …
A. 1₃s
B. R₄s
C. 2₂s
D. 4₁s
E. 10x
Jawaban: C
Pembahasan:
Aturan 2₂s terjadi ketika dua hasil kontrol berturut-turut melewati batas 2 SD pada sisi yang sama dan mengarah pada systematic error.
Soal 46
Seorang pasien dengan dugaan anemia defisiensi besi memiliki Hb rendah, MCV rendah, dan ferritin serum rendah.
Interpretasi paling sesuai adalah …
A. Gambaran mendukung anemia defisiensi besi
B. Mengarah pada anemia megaloblastik
C. Mengarah pada polisitemia
D. Mengarah pada leukemia akut
E. Menunjukkan kadar besi tubuh berlebih
Jawaban: A
Pembahasan:
MCV rendah menunjukkan anemia mikrositik, sedangkan ferritin rendah mencerminkan cadangan besi yang menurun.
Soal 47
Pada kultur bakteri, uji kepekaan antibiotik metode Kirby-Bauer menggunakan media …
A. MacConkey agar
B. Blood agar
C. Sabouraud agar
D. Mueller-Hinton agar
E. Lowenstein-Jensen
Jawaban: D
Pembahasan:
Mueller-Hinton agar merupakan media standar yang umum digunakan pada metode disk diffusion Kirby-Bauer.
Soal 48
Seorang ATLM melakukan pemeriksaan urin dan menemukan silinder eritrosit pada sedimen.
Temuan tersebut paling berkaitan dengan …
A. Infeksi saluran kemih bagian bawah sederhana
B. Diabetes melitus tanpa komplikasi
C. Gangguan glomerulus atau perdarahan yang berasal dari ginjal
D. Dehidrasi ringan saja
E. Kontaminasi dari wadah
Jawaban: C
Pembahasan:
Silinder eritrosit terbentuk di tubulus ginjal dan dapat menunjukkan perdarahan glomerular, seperti pada glomerulonefritis.
Soal 49
Seorang pasien memerlukan transfusi eritrosit. Setelah transfusi dimulai, pasien mengalami demam, menggigil, nyeri pinggang, dan urin menjadi gelap.
Tindakan laboratorium yang tepat adalah …
A. Mengabaikan karena merupakan efek normal transfusi
B. Menilai sebagai dugaan reaksi transfusi dan melakukan investigasi sesuai prosedur
C. Mengganti kantong darah tanpa dokumentasi
D. Melanjutkan transfusi sampai selesai
E. Memanaskan kantong darah
Jawaban: B
Pembahasan:
Gejala tersebut dapat mengarah pada reaksi transfusi akut. Proses transfusi harus dihentikan oleh tim klinis dan laboratorium melakukan investigasi sesuai prosedur transfusi.
Soal 50
Laboratorium menerima sampel darah tanpa label identitas pasien.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menebak identitas berdasarkan formulir permintaan
B. Memberi label sesuai nomor urut laboratorium
C. Menanyakan kepada pasien setelah pemeriksaan selesai
D. Memproses terlebih dahulu agar tidak terlambat
E. Menolak atau menangani spesimen sesuai kebijakan identifikasi dan meminta spesimen yang teridentifikasi dengan benar
Jawaban: E
Pembahasan:
Identifikasi pasien merupakan aspek kritis pra-analitik. Sampel tanpa identitas berisiko menimbulkan kesalahan serius sehingga tidak boleh diasosiasikan dengan pasien berdasarkan asumsi.
Soal 51
Pada pemeriksaan hitung retikulosit, peningkatan jumlah retikulosit paling mungkin menunjukkan …
A. Respons sumsum tulang terhadap peningkatan kebutuhan pembentukan eritrosit
B. Penurunan produksi eritrosit
C. Penurunan eritropoietin
D. Defisiensi trombosit
E. Gangguan fungsi leukosit
Jawaban: A
Pembahasan:
Retikulosit merupakan eritrosit muda. Peningkatannya menunjukkan sumsum tulang sedang meningkatkan produksi eritrosit, misalnya setelah perdarahan atau hemolisis.
Soal 52
Seorang pasien datang dengan nyeri dada. Pemeriksaan laboratorium yang paling spesifik untuk membantu mendeteksi cedera miokard adalah …
A. AST
B. Troponin
C. Amilase
D. Bilirubin
E. Ureum
Jawaban: B
Pembahasan:
Troponin jantung merupakan biomarker penting dan relatif spesifik untuk mendeteksi cedera miokard.
Soal 53
Pada pemeriksaan kultur urin, ditemukan pertumbuhan lebih dari satu jenis bakteri dalam jumlah kecil pada sampel midstream yang kualitas pengambilannya diragukan.
Interpretasi yang paling tepat adalah …
A. Pasti menunjukkan bakteremia
B. Pasti infeksi saluran kemih berat
C. Kemungkinan kontaminasi dan perlu evaluasi kualitas spesimen
D. Menunjukkan infeksi jamur
E. Tidak perlu dikonfirmasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pertumbuhan campuran dapat menunjukkan kontaminasi, terutama bila prosedur pengambilan spesimen tidak optimal.
Soal 54
Dalam pemeriksaan serologi, istilah titer antibodi menggambarkan …
A. Jumlah leukosit dalam serum
B. Kadar protein total
C. Kecepatan sedimentasi eritrosit
D. Pengenceran tertinggi serum yang masih menunjukkan reaksi positif
E. Jumlah antigen dalam eritrosit
Jawaban: D
Pembahasan:
Titer dinyatakan sebagai pengenceran tertinggi yang masih menghasilkan reaksi positif pada metode serologi tertentu.
Soal 55
Sebuah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan nilai yang sangat berbeda dari hasil sebelumnya dan tidak sesuai kondisi klinis pasien.
Langkah pertama yang paling tepat adalah …
A. Langsung mengubah hasil
B. Menghapus hasil sebelumnya
C. Menganggap pasien mengalami perubahan akut
D. Langsung melaporkan ke dokter tanpa verifikasi
E. Memverifikasi identitas, spesimen, proses analitik, dan kemungkinan error sebelum hasil dilepas
Jawaban: E
Pembahasan:
Hasil yang tidak konsisten perlu diverifikasi dari tahap pra-analitik hingga analitik agar kesalahan laboratorium dapat disingkirkan.
Soal 56
Seorang pasien memiliki Hb rendah, MCV normal, dan retikulosit rendah.
Temuan ini lebih mendukung …
A. Anemia normositik dengan respons sumsum tulang rendah
B. Anemia makrositik
C. Talasemia trait
D. Polisitemia
E. Leukositosis reaktif
Jawaban: A
Pembahasan:
MCV normal menunjukkan anemia normositik, sedangkan retikulosit rendah menunjukkan respons produksi eritrosit yang tidak adekuat.
Soal 57
Pada pemeriksaan parasitologi feses, metode konsentrasi dilakukan terutama untuk …
A. Meningkatkan kadar hemoglobin
B. Meningkatkan kemungkinan menemukan telur atau kista parasit dalam jumlah sedikit
C. Mengidentifikasi bakteri Gram positif
D. Mengukur pH feses
E. Menentukan kadar protein
Jawaban: B
Pembahasan:
Metode konsentrasi meningkatkan peluang deteksi parasit ketika jumlah telur atau kista dalam spesimen rendah.
Soal 58
Seorang pasien akan menerima transfusi. Hasil skrining antibodi menunjukkan reaktif.
Tindakan laboratorium berikutnya yang paling tepat adalah …
A. Abaikan hasil dan lanjutkan crossmatch biasa
B. Gunakan darah donor sembarang
C. Lakukan identifikasi antibodi dan pilih unit darah yang kompatibel
D. Hentikan semua pemeriksaan transfusi
E. Hanya ulang golongan darah ABO
Jawaban: C
Pembahasan:
Skrining antibodi positif perlu dilanjutkan dengan identifikasi antibodi agar unit donor yang sesuai dapat dipilih dengan aman.
Soal 59
Pada grafik Levey-Jennings, satu hasil kontrol berada pada +2,5 SD sementara titik lain masih normal.
Aturan Westgard yang paling sesuai sebagai warning rule adalah …
A. 2₂s
B. R₄s
C. 4₁s
D. 1₂s
E. 10x
Jawaban: D
Pembahasan:
Aturan 1₂s berfungsi sebagai peringatan ketika satu hasil kontrol melewati batas ±2 SD dan belum otomatis berarti run harus ditolak.
Soal 60
Seorang ATLM tidak sengaja terkena percikan spesimen darah pada mukosa mata.
Tindakan awal yang paling tepat adalah …
A. Mengabaikan karena tidak ada luka terbuka
B. Menutup mata dan menunggu
C. Menggunakan disinfektan pekat langsung pada mata
D. Melanjutkan pekerjaan terlebih dahulu
E. Segera melakukan pembilasan sesuai prosedur pajanan, kemudian melaporkan dan mengikuti protokol pascapajanan
Jawaban: E
Pembahasan:
Paparan bahan biologis pada mukosa harus segera ditangani dengan pembilasan dan dilaporkan agar evaluasi risiko serta tindak lanjut pascapajanan dapat dilakukan.
Soal 61
Pada pemeriksaan hematologi, nilai MCHC sangat tinggi dan tidak sesuai dengan gambaran klinis. Sampel tampak mengalami aglutinasi pada suhu ruang.
Kemungkinan penyebab yang paling tepat adalah …
A. Cold agglutinin yang mengganggu hasil analyzer
B. Defisiensi besi
C. Hemokonsentrasi fisiologis
D. Trombositopenia
E. Leukopenia
Jawaban: A
Pembahasan:
Cold agglutinin dapat menyebabkan aglutinasi eritrosit dan menghasilkan parameter eritrosit yang tidak masuk akal, termasuk MCHC tinggi palsu.
Soal 62
Seorang pasien diperiksa fungsi tiroid. Hasil menunjukkan TSH meningkat dan FT4 menurun.
Interpretasi yang paling sesuai adalah …
A. Hipertiroid primer
B. Hipotiroid primer
C. Hipotiroid sekunder
D. Eutiroid
E. Sindrom nefrotik
Jawaban: B
Pembahasan:
TSH tinggi disertai FT4 rendah merupakan pola khas hipotiroid primer.
Soal 63
Pada kultur luka, ditemukan Staphylococcus aureus. Uji yang umum digunakan untuk membedakan S. aureus dari sebagian besar stafilokokus lain adalah …
A. Uji oksidase
B. Uji indol
C. Uji koagulase
D. Uji urease
E. Uji sitrat
Jawaban: C
Pembahasan:
S. aureus umumnya memberikan hasil koagulase positif, sehingga uji ini sering digunakan untuk membantu identifikasi.
Soal 64
Seorang pasien menjalani urinalisis. Hasil menunjukkan glukosa urin positif, sedangkan kadar glukosa darah juga tinggi.
Temuan tersebut paling mungkin menunjukkan …
A. Penurunan filtrasi glomerulus total
B. Glukosa darah telah melampaui ambang reabsorpsi ginjal
C. Proteinuria ortostatik
D. Hemoglobinuria
E. Infeksi saluran kemih
Jawaban: B
Pembahasan:
Glukosuria dapat terjadi ketika kadar glukosa darah melampaui kemampuan tubulus ginjal untuk mereabsorpsi glukosa.
Soal 65
Dalam pemeriksaan mikrobiologi, media Sabouraud dextrose agar terutama digunakan untuk …
A. Kultur jamur
B. Uji sensitivitas antibiotik
C. Kultur Mycobacterium tuberculosis
D. Pemeriksaan bakteri enterik
E. Identifikasi parasit darah
Jawaban: A
Pembahasan:
Sabouraud dextrose agar dirancang untuk mendukung pertumbuhan jamur dan ragi.
Soal 66
Sampel serum untuk pemeriksaan elektrolit menunjukkan lipemia berat. Analyzer menggunakan metode indirect ion-selective electrode.
Masalah yang mungkin terjadi adalah …
A. Pseudohiponatremia
B. Hiperkalemia sejati
C. Peningkatan klorida pasti
D. Penurunan kreatinin
E. Bilirubin meningkat
Jawaban: A
Pembahasan:
Lipemia berat dapat menyebabkan pseudohiponatremia pada metode indirect ISE akibat displacement effect pada fase air plasma.
Soal 67
Hasil kontrol kualitas menunjukkan perbedaan sebesar lebih dari 4 SD antara dua level kontrol dalam satu run.
Aturan Westgard yang paling sesuai adalah …
A. 1₂s
B. 2₂s
C. R₄s
D. 4₁s
E. 10x
Jawaban: C
Pembahasan:
Aturan R₄s menunjukkan kemungkinan random error ketika selisih dua hasil kontrol dalam satu run melebihi 4 SD.
Soal 68
Seorang pasien akan menerima transfusi. Golongan darah pasien adalah A Rh positif. Unit sel darah merah yang paling aman secara ABO, bila tersedia, adalah …
A. AB
B. A
C. B
D. Semua golongan sama aman
E. Hanya O Rh negatif
Jawaban: B
Pembahasan:
Untuk transfusi eritrosit, unit ABO identik merupakan pilihan utama bila tersedia. Pasien A dapat menerima sel darah merah golongan A yang kompatibel.
Soal 69
Pada pemeriksaan parasitologi feses ditemukan telur dengan dinding tebal, bentuk oval, dan permukaan bermamila.
Temuan tersebut paling khas untuk …
A. Trichuris trichiura
B. Taenia spp.
C. Enterobius vermicularis
D. Ascaris lumbricoides
E. Hookworm
Jawaban: D
Pembahasan:
Telur fertil Ascaris lumbricoides umumnya berbentuk oval dengan dinding tebal dan lapisan albumin bermamila.
Soal 70
Seorang ATLM menemukan hasil kalium 7,0 mmol/L pada pasien tanpa gejala. Sampel tampak hemolisis berat.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Langsung laporkan sebagai hiperkalemia kritis tanpa komentar
B. Turunkan hasil secara manual
C. Abaikan hasil karena pasti salah
D. Tambahkan serum normal
E. Verifikasi kemungkinan interferensi hemolisis dan lakukan pengambilan ulang sesuai prosedur
Jawaban: E
Pembahasan:
Hemolisis dapat meningkatkan kalium secara palsu. Hasil kritis tetap harus ditangani serius, tetapi kualitas spesimen perlu diverifikasi sebelum interpretasi akhir.
Soal 71
Pada pemeriksaan darah lengkap, ditemukan jumlah leukosit sangat tinggi hingga melebihi kemampuan linearitas alat hematology analyzer.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Melaporkan hasil maksimum alat
B. Mengabaikan flag alat
C. Mengganti hasil berdasarkan apusan darah
D. Melakukan pengenceran sesuai prosedur dan mengulang pemeriksaan
E. Menggunakan nilai kontrol sebagai hasil pasien
Jawaban: D
Pembahasan:
Hasil yang berada di luar linearitas alat perlu diperiksa ulang menggunakan pengenceran yang tervalidasi agar nilai yang dilaporkan tetap akurat.
Soal 72
Seorang pasien mengalami ikterus dan hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan ALP serta GGT yang dominan dibandingkan ALT dan AST.
Pola tersebut lebih mengarah pada …
A. Anemia hemolitik
B. Cedera miokard
C. Gangguan ginjal akut
D. Pankreatitis
E. Kolestasis atau gangguan bilier
Jawaban: E
Pembahasan:
Peningkatan dominan ALP dan GGT merupakan pola yang sering ditemukan pada gangguan kolestatik atau obstruksi sistem bilier.
Soal 73
Pada pemeriksaan mikrobiologi, tujuan utama uji katalase dalam identifikasi bakteri adalah …
A. Menentukan sensitivitas antibiotik
B. Membedakan kelompok bakteri tertentu berdasarkan kemampuan memecah hidrogen peroksida
C. Menentukan jumlah koloni
D. Mengidentifikasi spora
E. Mengukur toksin bakteri
Jawaban: B
Pembahasan:
Uji katalase mendeteksi enzim katalase yang memecah H₂O₂ menjadi air dan oksigen, misalnya untuk membantu membedakan Staphylococcus dari Streptococcus.
Soal 74
Seorang pasien menjalani pemeriksaan glukosa puasa, tetapi sebelum pengambilan darah diketahui telah minum teh manis.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menunda pemeriksaan dan menjadwalkan ulang sesuai persyaratan puasa
B. Tetap melakukan pemeriksaan dan melaporkan sebagai glukosa puasa
C. Mengurangi hasil secara matematis
D. Mengganti jenis pemeriksaan tanpa persetujuan
E. Mengabaikan informasi tersebut
Jawaban: A
Pembahasan:
Asupan kalori sebelum pemeriksaan dapat memengaruhi hasil glukosa puasa sehingga kondisi pra-analitik tidak lagi memenuhi persyaratan.
Soal 75
Pada pemeriksaan sedimen urin ditemukan banyak leukosit dan bakteri, disertai leukocyte esterase serta nitrit positif.
Temuan tersebut paling mendukung …
A. Glomerulonefritis
B. Diabetes melitus
C. Infeksi saluran kemih
D. Sindrom nefrotik
E. Batu ginjal tanpa infeksi
Jawaban: C
Pembahasan:
Kombinasi leukosituria, bakteriuria, leukocyte esterase, dan nitrit positif mendukung kemungkinan infeksi saluran kemih.
Soal 76
Sebuah laboratorium menerima sampel darah yang telah membeku pada tabung EDTA untuk pemeriksaan CBC.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Menghomogenkan lebih kuat
B. Mengambil bagian cair di atas bekuan
C. Menambahkan EDTA kembali
D. Menolak spesimen dan meminta pengambilan ulang
E. Memproses sampel dengan faktor koreksi
Jawaban: D
Pembahasan:
Sampel EDTA yang membeku tidak representatif untuk pemeriksaan hematologi karena sebagian sel telah terperangkap dalam bekuan.
Soal 77
Pada quality control, beberapa hasil kontrol berturut-turut berada pada satu sisi mean meskipun masih dalam batas ±2 SD.
Temuan tersebut perlu diwaspadai sebagai …
A. Random error murni
B. Kesalahan identifikasi pasien
C. Kesalahan pra-analitik saja
D. Tidak memiliki makna
E. Pergeseran sistematik atau shift
Jawaban: E
Pembahasan:
Serangkaian hasil pada satu sisi mean dapat menunjukkan perubahan sistematik yang perlu dievaluasi sebelum berkembang menjadi error lebih besar.
Soal 78
Seorang pasien dengan dugaan sepsis menjalani kultur darah. Setelah inkubasi, botol kultur menunjukkan sinyal positif.
Langkah berikutnya yang paling tepat adalah …
A. Langsung menentukan antibiotik tanpa pemeriksaan
B. Melakukan Gram stain, subkultur, identifikasi, dan uji kepekaan sesuai prosedur
C. Membuang botol kultur
D. Mengulang pengambilan tanpa memeriksa sampel positif
E. Melaporkan hanya sebagai “bakteri positif”
Jawaban: B
Pembahasan:
Kultur darah positif perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan mikroskopis, subkultur, identifikasi organisme, dan uji sensitivitas untuk membantu terapi yang tepat.
Soal 79
Pada pemeriksaan elektrolit, hasil natrium pasien sangat rendah tetapi osmolaritas normal dan sampel tampak sangat lipemik.
Hal yang perlu dicurigai adalah …
A. Pseudohiponatremia
B. Hipernatremia tersembunyi
C. Hemolisis berat
D. Hiperkalemia palsu
E. Asidosis metabolik
Jawaban: A
Pembahasan:
Lipemia berat dapat menyebabkan pseudohiponatremia terutama pada metode indirect ISE, sementara osmolaritas dapat tetap normal.
Soal 80
Seorang pasien dengan riwayat transfusi berulang memiliki antibody screening positif. Crossmatch dengan beberapa unit donor menunjukkan inkompatibilitas.
Tindakan laboratorium yang paling tepat adalah …
A. Pilih unit donor pertama yang tersedia
B. Abaikan skrining antibodi
C. Identifikasi antibodi dan cari unit donor antigen-negatif yang kompatibel
D. Gunakan darah O untuk semua kondisi
E. Hentikan seluruh proses transfusi tanpa investigasi
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada pasien dengan alloantibodi, identifikasi antibodi diperlukan agar dapat dipilih unit yang tidak memiliki antigen terkait dan kompatibel pada crossmatch.
Soal 81
Pada pemeriksaan darah tepi ditemukan schistocyte dalam jumlah meningkat.
Temuan tersebut paling berkaitan dengan …
A. Fragmentasi eritrosit dalam sirkulasi
B. Defisiensi vitamin B12
C. Infeksi bakteri lokal
D. Hipersplenisme
E. Leukopenia
Jawaban: A
Pembahasan:
Schistocyte merupakan fragmen eritrosit yang dapat muncul pada proses hemolisis mekanik atau mikroangiopatik.
Soal 82
Seorang pasien diperiksa fungsi pankreas dan didapatkan lipase serum meningkat signifikan.
Temuan tersebut paling sering berkaitan dengan …
A. Hepatitis
B. Pankreatitis
C. Gagal ginjal kronis saja
D. Anemia hemolitik
E. Hipotiroid
Jawaban: B
Pembahasan:
Lipase merupakan salah satu enzim yang sering meningkat pada pankreatitis dan relatif lebih spesifik dibandingkan amilase.
Soal 83
Pada kultur sputum ditemukan koloni yang dicurigai Pseudomonas aeruginosa.
Karakteristik yang mendukung identifikasi tersebut adalah …
A. Koagulase positif
B. Fermentasi laktosa kuat
C. Oksidase positif dan pigmen khas
D. Katalase negatif
E. Tidak tumbuh aerob
Jawaban: C
Pembahasan:
P. aeruginosa umumnya oksidase positif dan dapat menghasilkan pigmen khas seperti pyocyanin.
Soal 84
Seorang pasien menjalani pemeriksaan urinalisis dan ditemukan banyak kristal asam urat pada urin asam.
Temuan tersebut paling sesuai dengan …
A. Kristal kalsium karbonat
B. Kristal triple phosphate
C. Kristal cystine
D. Kristal asam urat
E. Kristal ammonium biurate
Jawaban: D
Pembahasan:
Kristal asam urat lebih sering ditemukan pada urin dengan pH asam dan memiliki bentuk yang bervariasi.
Soal 85
Pada pemeriksaan quality control, seluruh hasil kontrol tiba-tiba bergeser ke arah lebih tinggi setelah pergantian lot reagen.
Kemungkinan terbesar adalah …
A. Random error
B. Kesalahan identitas pasien
C. Pergeseran sistematik terkait reagen
D. Masalah pra-analitik pasien
E. Tidak ada masalah
Jawaban: C
Pembahasan:
Perubahan konsisten setelah pergantian lot reagen dapat menunjukkan systematic shift dan perlu dilakukan verifikasi lot baru.
Soal 86
Seorang pasien dengan dugaan infeksi dengue menjalani pemeriksaan serologi pada fase awal penyakit.
Pemeriksaan yang dapat membantu mendeteksi infeksi lebih dini adalah …
A. NS1 antigen
B. Anti-HBs
C. Widal
D. HBsAg
E. VDRL
Jawaban: A
Pembahasan:
Antigen NS1 dapat terdeteksi pada fase awal infeksi dengue sebelum antibodi terbentuk optimal.
Soal 87
Pada pemeriksaan darah lengkap ditemukan trombosit 25.000/µL. Sampel tidak menunjukkan clot dan hasil telah dikonfirmasi pada apusan darah.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menganggap hasil otomatis salah
B. Melaporkan sesuai prosedur nilai kritis setelah verifikasi
C. Menambah nilai trombosit secara manual
D. Mengulang tanpa alasan
E. Menunggu pemeriksaan berikutnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Trombosit sangat rendah yang telah diverifikasi termasuk hasil yang dapat bersifat kritis dan perlu dilaporkan sesuai kebijakan laboratorium.
Soal 88
Pada pemeriksaan feses ditemukan kista dengan empat inti yang khas.
Parasit yang paling mungkin adalah …
A. Giardia lamblia
B. Balantidium coli
C. Entamoeba histolytica
D. Trichomonas vaginalis
E. Enterobius vermicularis
Jawaban: C
Pembahasan:
Kista matang Entamoeba histolytica dapat memiliki hingga empat inti.
Soal 89
Seorang pasien akan menjalani pemeriksaan HbA1c, tetapi diketahui baru saja menerima transfusi darah dalam jumlah besar.
Hal yang perlu diperhatikan adalah …
A. HbA1c pasti meningkat
B. HbA1c tidak pernah terpengaruh transfusi
C. Hasil HbA1c dapat kurang representatif terhadap kontrol glikemik pasien
D. HbA1c hanya mengukur glukosa saat itu
E. Transfusi tidak memengaruhi eritrosit
Jawaban: C
Pembahasan:
Transfusi dapat mengubah populasi eritrosit sehingga hasil HbA1c dapat tidak merefleksikan kontrol glikemik pasien secara akurat.
Soal 90
Dalam penanganan limbah laboratorium, benda tajam bekas pakai seperti jarum harus …
A. Dibuang ke sampah domestik
B. Dimasukkan ke kantong plastik biasa
C. Dicuci dan digunakan kembali
D. Dimasukkan ke wadah tahan tusuk sesuai prosedur limbah tajam
E. Diletakkan sementara di meja kerja
Jawaban: D
Pembahasan:
Limbah tajam harus ditempatkan dalam sharps container yang tahan tusuk untuk mencegah cedera dan pajanan biologis.
Soal 91
Seorang pasien datang dengan perdarahan berkepanjangan. Hasil pemeriksaan menunjukkan PT memanjang, sedangkan aPTT normal.
Temuan tersebut lebih mengarah pada gangguan …
A. Jalur ekstrinsik koagulasi
B. Jalur intrinsik saja
C. Fungsi trombosit saja
D. Fibrinolisis fisiologis
E. Eritropoiesis
Jawaban: A
Pembahasan:
PT terutama menilai jalur ekstrinsik dan common pathway. Pemanjangan PT dengan aPTT normal mengarah pada gangguan yang dominan pada jalur ekstrinsik.
Soal 92
Pada pemeriksaan kimia klinik, sampel pasien tampak ikterik berat.
Interferensi yang mungkin terjadi pada metode fotometrik adalah …
A. Tidak ada pengaruh sama sekali
B. Absorbansi bilirubin dapat memengaruhi hasil analit tertentu
C. Seluruh hasil otomatis menjadi nol
D. Hemolisis pasti terjadi
E. Protein serum pasti meningkat
Jawaban: B
Pembahasan:
Bilirubin memiliki absorbansi pada panjang gelombang tertentu sehingga dapat mengganggu metode fotometrik tergantung analit dan sistem pemeriksaannya.
Soal 93
Seorang pasien dengan demam tifoid dicurigai mengalami infeksi Salmonella Typhi. Spesimen yang paling berguna pada fase awal penyakit adalah …
A. Feses saja
B. Urin sewaktu
C. Kultur darah
D. Sputum
E. Swab tenggorok
Jawaban: C
Pembahasan:
Pada fase awal demam tifoid, bakteremia masih dapat terjadi sehingga kultur darah memiliki nilai diagnostik yang baik.
Soal 94
Hasil pemeriksaan kontrol kualitas menunjukkan satu titik pada +3,2 SD.
Aturan Westgard yang dilanggar adalah …
A. 1₂s
B. 2₂s
C. R₄s
D. 1₃s
E. 10x
Jawaban: D
Pembahasan:
Aturan 1₃s dilanggar bila satu hasil kontrol melewati batas ±3 SD dan run umumnya harus ditolak.
Soal 95
Seorang pasien datang dengan urin berwarna merah. Dipstick menunjukkan darah positif, tetapi pada mikroskop tidak ditemukan eritrosit.
Kemungkinan yang perlu dipertimbangkan adalah …
A. Proteinuria
B. Glukosuria
C. Bakteriuria
D. Piuria
E. Hemoglobinuria atau mioglobinuria
Jawaban: E
Pembahasan:
Dipstick mendeteksi aktivitas peroksidase dari hemoglobin atau mioglobin, sehingga dapat positif meskipun tidak ditemukan eritrosit utuh.
Soal 96
Pada pemeriksaan darah lengkap ditemukan leukosit sangat tinggi. Apusan darah menunjukkan dominasi blast.
Tindakan laboratorium yang paling tepat adalah …
A. Verifikasi morfologi dan tindak lanjuti sesuai prosedur untuk dugaan kelainan hematologi serius
B. Laporkan sebagai leukositosis biasa
C. Abaikan temuan blast
D. Ubah hasil menjadi normal
E. Hanya ulang hemoglobin
Jawaban: A
Pembahasan:
Dominasi blast merupakan temuan penting yang dapat mengarah pada keganasan hematologi dan perlu diverifikasi serta ditindaklanjuti secara tepat.
Soal 97
Pada pemeriksaan bakteriologi, zona hambat antibiotik pada metode disk diffusion diukur untuk menentukan …
A. Jumlah bakteri dalam darah
B. Kepekaan bakteri terhadap antibiotik
C. Warna koloni
D. Jenis toksin
E. Jumlah leukosit
Jawaban: B
Pembahasan:
Diameter zona hambat dibandingkan dengan standar interpretasi untuk menentukan kategori kepekaan bakteri terhadap antibiotik.
Soal 98
Seorang pasien akan menjalani transfusi. Hasil direct antiglobulin test (DAT) positif.
Pemeriksaan tersebut menunjukkan adanya …
A. Antibodi bebas dalam serum saja
B. Antigen ABO dalam plasma
C. Imunoglobulin atau komplemen yang melekat pada eritrosit pasien
D. Penurunan kadar hemoglobin saja
E. Kontaminasi spesimen
Jawaban: C
Pembahasan:
DAT mendeteksi antibodi atau komplemen yang sudah melekat pada permukaan eritrosit secara in vivo.
Soal 99
Seorang ATLM menemukan suhu lemari pendingin reagen berada di luar rentang yang dipersyaratkan selama beberapa jam.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Tetap gunakan semua reagen tanpa evaluasi
B. Membuang seluruh reagen tanpa pengecekan
C. Menurunkan suhu lalu mengabaikan kejadian
D. Mendokumentasikan kejadian dan mengevaluasi stabilitas reagen sebelum digunakan kembali
E. Memindahkan reagen ke suhu ruang
Jawaban: D
Pembahasan:
Penyimpangan suhu harus terdokumentasi dan dampaknya terhadap stabilitas reagen perlu dievaluasi agar hasil pemeriksaan tetap dapat dipercaya.
Soal 100
Seorang pasien memiliki hasil pemeriksaan yang termasuk nilai kritis dan telah diverifikasi benar.
Tindakan pasca-analitik yang paling tepat adalah …
A. Menunggu dokter membaca hasil sendiri
B. Menyimpan hasil tanpa pelaporan khusus
C. Mengulang terus sampai hasil normal
D. Mengubah hasil agar tidak terlalu ekstrem
E. Segera menyampaikan nilai kritis kepada pihak yang berwenang sesuai prosedur dan mendokumentasikannya
Jawaban: E
Pembahasan:
Nilai kritis yang sudah diverifikasi harus dikomunikasikan segera melalui mekanisme yang telah ditetapkan agar keputusan klinis dapat dilakukan tepat waktu.
Perbanyak Latihan CBT UKOM ATLM Lengkap Dengan Kunci Jawaban di Ujikom.id

Akses latihan soal UKOM ATLM (Analis Kesehatan) di ujikom.id untuk memperkuat pemahaman hematologi, kimia klinik, mikrobiologi, parasitologi, imunoserologi, transfusi darah, quality control, hingga kasus pra-analitik dan pasca-analitik. Latihan yang rutin membantu Anda lebih cepat membaca kasus, mengenali masalah laboratorium, dan menentukan jawaban yang paling tepat saat ujian.
