Jabatan Fungsional Perencana merupakan jabatan keahlian yang memiliki peran penting dalam proses perencanaan pembangunan di instansi pemerintah. Pejabat pada posisi ini bertugas mengidentifikasi permasalahan, mengolah data, menyusun alternatif kebijakan, merancang program, serta melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan.
Untuk menjalankan tugas tersebut, seorang Perencana perlu memiliki kemampuan analisis, pemahaman kebijakan publik, penguasaan data, dan keterampilan menyusun rekomendasi yang tepat. Oleh karena itu, Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Perencana menjadi tahapan penting untuk mengukur kesiapan peserta sesuai jenjang jabatan yang dituju.

Daftar Isi
ToggleKisi-Kisi Ujikom Jabatan Fungsional Perencana
Kisi-kisi Ujikom Jabatan Fungsional Perencana mencakup kemampuan memahami proses perencanaan pembangunan, mengolah data, merumuskan kebijakan, menyusun program, hingga mengevaluasi hasil pembangunan. Berikut kisi-kisinya
1. Dasar-Dasar Perencanaan Pembangunan
Materi ini menguji pemahaman peserta mengenai konsep, tujuan, prinsip, tahapan, dan pendekatan dalam perencanaan pembangunan di tingkat pusat maupun daerah.
2.Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Peserta perlu memahami hubungan antara RPJPN, RPJMN, RKP, RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra, dan Renja serta proses sinkronisasi perencanaan antarinstansi.
3.Identifikasi Permasalahan Pembangunan
Materi ini mencakup kemampuan menemukan masalah utama, menganalisis akar masalah, menentukan isu strategis, serta menyusun prioritas kebutuhan pembangunan.
4. Pengumpulan dan Pengolahan Data
Peserta diuji dalam memilih sumber data, memeriksa validitas data, mengolah informasi kuantitatif dan kualitatif, serta menyajikannya sebagai dasar perencanaan.
5. Analisis Ekonomi Pembangunan
Kisi-kisi ini meliputi pertumbuhan ekonomi, inflasi, kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, investasi, produktivitas, dan analisis potensi ekonomi wilayah.
6. Analisis Sosial dan Kependudukan
Materi yang dipelajari mencakup kondisi demografi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perlindungan sosial, kesetaraan gender, dan kelompok rentan.
7. Analisis Spasial dan Kewilayahan
Peserta perlu memahami perencanaan berbasis wilayah, ketimpangan antarwilayah, konektivitas, tata ruang, kawasan strategis, serta daya dukung lingkungan.
8. Perumusan Tujuan, Sasaran, dan Indikator
Materi ini menguji kemampuan menyusun tujuan dan sasaran pembangunan, menentukan indikator kinerja, menetapkan baseline, serta merumuskan target yang terukur.
10. Penyusunan Alternatif Kebijakan
Peserta dituntut mampu menyusun beberapa pilihan kebijakan, membandingkan manfaat dan risiko, serta menentukan alternatif yang paling efektif dan realistis.
11. Penyusunan Program dan Kegiatan
Kisi-kisi ini membahas cara menerjemahkan kebijakan menjadi program, kegiatan, target, keluaran, hasil, lokasi pelaksanaan, dan kelompok penerima manfaat.
12. Perencanaan dan Penganggaran
Materi mencakup hubungan antara perencanaan dan anggaran, penentuan kebutuhan biaya, penyusunan prioritas pendanaan, serta penganggaran berbasis kinerja.
13. Pemantauan dan Pengendalian Pembangunan
Peserta perlu memahami cara memantau capaian program, mengidentifikasi hambatan, mengukur deviasi, serta menyusun langkah pengendalian dan tindak lanjut.
14. Evaluasi Kebijakan, Program, dan Kegiatan
Materi ini menguji kemampuan menilai relevansi, efektivitas, efisiensi, dampak, dan keberlanjutan suatu kebijakan atau program pembangunan.
15. Penyusunan Kertas Kebijakan
Peserta diuji dalam merumuskan masalah kebijakan, menganalisis data, menyusun alternatif, memilih rekomendasi, dan menuangkannya dalam policy brief atau policy paper.
16. Kompetensi Manajerial
Materi ini mencakup integritas, komunikasi, kerja sama, orientasi hasil, pelayanan publik, pengambilan keputusan, dan pengelolaan perubahan.
17. Kompetensi Sosial Kultural
Peserta perlu memahami keberagaman masyarakat, sensitivitas sosial, inklusivitas, serta kemampuan membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai kelompok.
18. Etika Profesi dan Tata Kelola Pemerintahan
Kisi-kisi ini meliputi profesionalisme, objektivitas, akuntabilitas, transparansi, konflik kepentingan, dan penggunaan data secara bertanggung jawab.
Contoh Soal Ujikom Jabatan Fungsional Perencana
Contoh soal Ujikom Jabatan Fungsional Perencana berikut dapat digunakan sebagai bahan latihan untuk mengukur pemahaman terhadap materi perencanaan pembangunan sekaligus membiasakan diri menghadapi soal berbasis analisis. Agar hasil latihan lebih maksimal, kerjakan setiap soal secara mandiri sebelum melihat jawaban dan pembahasannya.
Soal 1
Pemerintah daerah menemukan bahwa angka kemiskinan turun selama tiga tahun terakhir, tetapi ketimpangan pendapatan justru meningkat. Pada saat yang sama, pertumbuhan ekonomi daerah masih terkonsentrasi pada sektor pertambangan yang hanya menyerap sedikit tenaga kerja lokal. Langkah perencanaan yang paling tepat dilakukan adalah….
A. Menyusun program pengembangan sektor padat karya yang terhubung dengan peningkatan keterampilan kelompok berpendapatan rendah
B. Meningkatkan target pertumbuhan sektor pertambangan agar pendapatan daerah bertambah lebih cepat
C. Memberikan bantuan sosial secara merata kepada seluruh penduduk tanpa membedakan tingkat kesejahteraan
D. Mengalihkan seluruh anggaran pembangunan ke program pengurangan kemiskinan jangka pendek
E. Menunda intervensi sampai tersedia data pertumbuhan ekonomi untuk lima tahun berikutnya
Jawaban Benar: A
Pembahasan:
Permasalahan utama bukan hanya kemiskinan, tetapi pertumbuhan yang belum inklusif. Program padat karya yang disertai peningkatan keterampilan dapat memperluas kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan kelompok rentan, dan mengurangi ketimpangan secara lebih berkelanjutan.
Soal 2
Sebuah perangkat daerah mengusulkan program pembangunan pusat pelatihan kerja. Data menunjukkan bahwa sebagian besar pengangguran di wilayah tersebut merupakan lulusan sekolah menengah, tetapi perusahaan setempat justru membutuhkan tenaga dengan keahlian teknis khusus. Sebelum menetapkan program, analisis yang paling penting dilakukan adalah….
A. Membandingkan jumlah gedung pelatihan kerja dengan daerah lain
B. Memetakan kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan tenaga kerja di sektor unggulan
C. Menetapkan jumlah peserta berdasarkan besarnya anggaran yang tersedia
D. Memilih jenis pelatihan berdasarkan program yang paling banyak diusulkan masyarakat
E. Menyeragamkan kurikulum pelatihan dengan seluruh kabupaten dalam satu provinsi
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Program pelatihan perlu didasarkan pada kesenjangan nyata antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri. Analisis tersebut membantu menentukan jenis pelatihan, target peserta, serta hubungan program dengan peluang kerja yang tersedia.
Soal 3
Dalam evaluasi program penurunan stunting, pemerintah daerah menemukan bahwa realisasi anggaran mencapai 98% dan seluruh kegiatan terlaksana. Namun, prevalensi stunting hanya turun sedikit dari target yang telah ditetapkan. Kesimpulan evaluasi yang paling tepat adalah….
A. Program dinilai berhasil karena penyerapan anggaran hampir mencapai 100%
B. Program perlu dilanjutkan tanpa perubahan karena seluruh keluaran kegiatan telah dipenuhi
C. Pelaksanaan program efektif secara administratif, tetapi belum efektif dalam menghasilkan dampak yang diharapkan
D. Target penurunan stunting harus dihapus karena sulit dicapai dalam satu periode
E. Seluruh kegiatan perlu dihentikan karena tidak mampu mencapai target akhir
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Tingginya realisasi anggaran dan terselenggaranya kegiatan menunjukkan keberhasilan pada tingkat input dan output. Namun, rendahnya perubahan prevalensi stunting menunjukkan bahwa program belum cukup efektif pada tingkat outcome dan dampak.
Soal 4
Pemerintah kabupaten akan membangun jalan penghubung menuju kawasan produksi pertanian. Terdapat dua alternatif lokasi. Alternatif pertama memiliki biaya lebih rendah, tetapi berpotensi merusak kawasan resapan air. Alternatif kedua membutuhkan biaya lebih besar, namun memberikan akses kepada lebih banyak desa dan memiliki risiko lingkungan lebih kecil. Dasar pengambilan keputusan yang paling tepat adalah….
A. Memilih alternatif dengan biaya pembangunan paling rendah agar anggaran dapat dihemat
B. Memilih lokasi yang paling cepat memperoleh persetujuan politik
C. Menunda pembangunan sampai kedua alternatif memiliki biaya yang sama
D. Membandingkan manfaat ekonomi, cakupan penerima manfaat, risiko lingkungan, dan keberlanjutan setiap alternatif
E. Menentukan lokasi berdasarkan usulan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar
Jawaban Benar: D
Pembahasan:
Penentuan alternatif kebijakan tidak dapat hanya didasarkan pada biaya awal. Perencana perlu menilai manfaat, jangkauan pelayanan, risiko lingkungan, serta keberlanjutan agar keputusan yang diambil memberikan manfaat pembangunan paling besar.
Soal 5
Dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, ditemukan bahwa sasaran “meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan” hanya diukur menggunakan indikator jumlah fasilitas kesehatan yang dibangun. Perbaikan indikator yang paling tepat adalah….
A. Mengganti indikator dengan jumlah anggaran pembangunan fasilitas kesehatan
B. Menambahkan indikator jumlah rapat koordinasi antarperangkat daerah
C. Menggunakan jumlah pegawai kesehatan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan
D. Mengukur jumlah kegiatan sosialisasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat
E. Menambahkan indikator akses layanan, kualitas pelayanan, cakupan pelayanan, dan tingkat kepuasan masyarakat
Jawaban Benar: E
Pembahasan:
Jumlah fasilitas hanya menggambarkan keluaran fisik dan belum menunjukkan peningkatan kualitas pelayanan. Indikator perlu mencakup akses, mutu, cakupan, dan kepuasan masyarakat agar pencapaian sasaran dapat diukur secara lebih menyeluruh.
Soal 6
Pemerintah provinsi menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka dari 6,5% menjadi 4,5% dalam dua tahun. Namun, program yang disusun hanya berupa pelatihan kewirausahaan bagi 500 peserta tanpa data dasar mengenai minat usaha, akses modal, atau tingkat keberlanjutan usaha peserta. Perbaikan perencanaan yang paling tepat adalah….
A. Meningkatkan jumlah peserta pelatihan agar cakupan program lebih luas
B. Menyusun rantai hasil yang menghubungkan pelatihan, pendampingan, akses pembiayaan, pembentukan usaha, dan penyerapan tenaga kerja
C. Mengganti indikator pengangguran dengan jumlah peserta yang memperoleh sertifikat pelatihan
D. Menetapkan seluruh peserta sebagai calon wirausaha tanpa proses pemetaan kebutuhan
E. Membatasi evaluasi pada realisasi anggaran dan jumlah kegiatan yang terlaksana
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Target penurunan pengangguran membutuhkan hubungan yang jelas antara kegiatan dan hasil akhir. Rantai hasil membantu memastikan bahwa pelatihan tidak berhenti pada output, tetapi berlanjut hingga terbentuk usaha dan tercipta lapangan kerja.
Soal 7
Dalam proses penyusunan RKPD, sejumlah perangkat daerah mengusulkan program yang sama pada lokasi berbeda. Seluruh usulan dinilai penting, tetapi kemampuan anggaran daerah terbatas. Tindakan perencana yang paling tepat adalah….
A. Menerima semua program dan mengurangi anggaran masing-masing secara proporsional
B. Mengutamakan usulan perangkat daerah yang memiliki pagu terbesar pada tahun sebelumnya
C. Menentukan prioritas berdasarkan urgensi masalah, jumlah penerima manfaat, kesesuaian dengan sasaran daerah, dan kesiapan pelaksanaan
D. Menghapus seluruh usulan yang belum pernah dilaksanakan pada periode sebelumnya
E. Menyerahkan penentuan prioritas sepenuhnya kepada kepala perangkat daerah
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Keterbatasan anggaran menuntut proses prioritisasi berbasis kriteria objektif. Urgensi, manfaat, keterkaitan dengan sasaran, dan kesiapan menjadi dasar yang lebih kuat daripada pemerataan anggaran atau kepentingan sektoral.
Soal 8
Evaluasi program bantuan alat produksi menunjukkan bahwa penerima bantuan mengalami kenaikan kapasitas produksi sebesar 30%. Namun, pendapatan mereka tidak meningkat karena produk sulit dipasarkan dan biaya distribusi tinggi. Rekomendasi yang paling tepat adalah….
A. Menambah jumlah alat produksi agar kapasitas produksi semakin tinggi
B. Menghentikan bantuan karena peningkatan produksi tidak berpengaruh langsung pada pendapatan
C. Mengganti seluruh penerima bantuan dengan pelaku usaha dari wilayah lain
D. Mengintegrasikan bantuan produksi dengan penguatan akses pasar, distribusi, pemasaran, dan kemitraan usaha
E. Mengukur keberhasilan program hanya berdasarkan jumlah alat yang telah disalurkan
Jawaban Benar: D
Pembahasan:
Peningkatan kapasitas produksi belum otomatis meningkatkan kesejahteraan. Hambatan pemasaran dan distribusi harus ditangani agar output produksi dapat dikonversi menjadi peningkatan penjualan dan pendapatan.
Soal 9
Dalam penyusunan kebijakan pengendalian banjir, tim perencana menemukan bahwa penyebabnya meliputi berkurangnya daerah resapan, sedimentasi sungai, permukiman di sempadan sungai, dan lemahnya pengelolaan sampah. Pilihan kebijakan paling tepat adalah….
A. Menyusun intervensi terpadu yang menggabungkan penataan ruang, rehabilitasi daerah resapan, normalisasi sungai, pengelolaan sampah, dan penertiban sempadan
B. Memusatkan seluruh anggaran pada pembangunan tanggul di pusat kota
C. Menangani banjir hanya melalui pengerukan sungai secara berkala
D. Memindahkan tanggung jawab penanganan kepada masyarakat di wilayah terdampak
E. Mengutamakan pembangunan saluran baru tanpa meninjau perubahan tata guna lahan
Jawaban Benar: A
Pembahasan:
Banjir merupakan masalah multidimensi yang tidak dapat diselesaikan dengan satu intervensi. Kebijakan terpadu diperlukan untuk menangani penyebab dari aspek lingkungan, tata ruang, infrastruktur, dan perilaku masyarakat.
Soal 10
Sebuah program peningkatan kualitas pendidikan menetapkan indikator “jumlah guru yang mengikuti pelatihan” dengan target 2.000 orang. Setelah program berjalan, seluruh target tercapai, tetapi hasil belajar peserta didik tidak mengalami perubahan berarti. Langkah evaluasi lanjutan yang paling tepat adalah….
A. Menyatakan program berhasil karena target peserta pelatihan telah terpenuhi
B. Menambah target jumlah guru tanpa mengubah desain pelatihan
C. Menghapus indikator hasil belajar karena dipengaruhi banyak faktor
D. Mengganti pelatihan dengan pemberian insentif yang sama kepada seluruh guru
E. Menilai kualitas pelatihan, penerapan hasil pelatihan di kelas, pendampingan guru, dan kaitannya dengan hasil belajar
Jawaban Benar: E
Pembahasan:
Jumlah peserta pelatihan hanya menunjukkan output. Evaluasi perlu menilai mutu pelatihan, perubahan praktik mengajar, dan kontribusinya terhadap hasil belajar agar efektivitas program dapat diketahui secara utuh.
Soal 11
Sebuah daerah menetapkan program peningkatan investasi sebagai prioritas pembangunan. Data menunjukkan bahwa nilai investasi terus meningkat, tetapi penyerapan tenaga kerja lokal tetap rendah karena sebagian besar perusahaan menggunakan tenaga terampil dari luar daerah. Intervensi perencanaan yang paling tepat adalah….
A. Membatasi seluruh investasi yang berasal dari luar daerah
B. Mengurangi target investasi agar persaingan tenaga kerja menurun
C. Mengintegrasikan kebijakan investasi dengan pemetaan kebutuhan kompetensi, pelatihan vokasi, dan kemitraan penempatan tenaga kerja lokal
D. Mewajibkan seluruh perusahaan merekrut tenaga lokal tanpa mempertimbangkan kompetensi
E. Mengalihkan anggaran pelatihan tenaga kerja untuk promosi investasi
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Masalah utama terletak pada ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja lokal dengan kebutuhan industri. Integrasi kebijakan investasi dan pengembangan keterampilan dapat meningkatkan manfaat investasi bagi masyarakat daerah.
Soal 12
Dalam penyusunan dokumen perencanaan, sebuah perangkat daerah menggunakan data kemiskinan dari tiga sumber yang menghasilkan angka berbeda. Agar kebijakan yang disusun tetap dapat dipertanggungjawabkan, langkah paling tepat adalah….
A. Menggunakan angka tertinggi agar kebutuhan anggaran lebih mudah dibenarkan
B. Memilih data yang paling menguntungkan target kinerja perangkat daerah
C. Menggabungkan seluruh angka dan menghitung rata-ratanya tanpa verifikasi
D. Menilai definisi, metodologi, periode pengukuran, cakupan wilayah, dan tujuan penggunaan setiap sumber data
E. Menunda penyusunan kebijakan sampai seluruh sumber menghasilkan angka yang sama
Jawaban Benar: D
Pembahasan:
Perbedaan angka sering muncul karena perbedaan definisi dan metodologi. Perencana harus memastikan kesesuaian sumber data dengan tujuan analisis sebelum menentukan data yang akan digunakan.
Soal 13
Pemerintah kota akan merevitalisasi kawasan permukiman padat. Kajian awal menunjukkan adanya risiko penggusuran, kehilangan mata pencaharian, dan penolakan warga. Pendekatan perencanaan yang paling tepat adalah….
A. Melakukan pemetaan sosial, konsultasi partisipatif, analisis dampak, dan penyusunan skema perlindungan bagi kelompok terdampak
B. Memulai pembangunan terlebih dahulu agar penolakan tidak menghambat jadwal
C. Menentukan kompensasi secara seragam tanpa melihat kondisi setiap rumah tangga
D. Menyerahkan seluruh proses komunikasi kepada kontraktor pelaksana
E. Membatasi keterlibatan warga agar proses pengambilan keputusan lebih cepat
Jawaban Benar: A
Pembahasan:
Revitalisasi kawasan harus memperhatikan dampak sosial dan hak masyarakat. Pelibatan warga serta perlindungan kelompok terdampak dapat mengurangi konflik dan meningkatkan keberlanjutan kebijakan.
Soal 14
Sebuah program ketahanan pangan menetapkan target peningkatan produksi beras sebesar 15%. Namun, wilayah sasaran memiliki keterbatasan air dan mengalami penurunan kualitas tanah. Alternatif kebijakan yang paling tepat adalah….
A. Memperluas lahan sawah tanpa memperhitungkan daya dukung lingkungan
B. Mengombinasikan efisiensi irigasi, perbaikan kualitas tanah, diversifikasi pangan, dan penggunaan varietas adaptif
C. Meningkatkan penggunaan pupuk kimia agar produksi naik dalam waktu singkat
D. Memusatkan anggaran pada subsidi benih tanpa pendampingan teknis
E. Menyeragamkan pola tanam di seluruh wilayah sasaran
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Peningkatan produksi harus mempertimbangkan keterbatasan sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Pendekatan terpadu lebih mampu menjaga produktivitas sekaligus mengurangi risiko jangka panjang.
Soal 15
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas air bersih telah mencapai target fisik, tetapi sebagian besar fasilitas tidak lagi berfungsi setelah satu tahun. Faktor evaluasi yang paling penting ditelusuri adalah….
A. Jumlah rapat koordinasi selama pembangunan
B. Besarnya anggaran yang telah terserap
C. Kecepatan proses pengadaan barang
D. Jumlah dokumentasi kegiatan yang tersedia
E. Kualitas konstruksi, sistem pemeliharaan, kapasitas pengelola, dan keterlibatan masyarakat pengguna
Jawaban Benar: E
Pembahasan:
Keberlanjutan fasilitas tidak hanya bergantung pada selesainya pembangunan. Kualitas teknis, pengelolaan, pemeliharaan, dan keterlibatan pengguna menentukan apakah manfaat program dapat bertahan.
Soal 16
Pemerintah daerah menjalankan program penurunan kemiskinan melalui bantuan modal usaha. Setelah dua tahun, jumlah penerima yang masih menjalankan usaha hanya 35%. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian penerima tidak memiliki pengalaman usaha, akses pasar lemah, dan pendampingan hanya dilakukan pada awal program. Rekomendasi kebijakan yang paling tepat adalah….
A. Mengurangi jumlah penerima agar anggaran per orang menjadi lebih besar
B. Mengganti bantuan modal dengan bantuan konsumsi jangka pendek
C. Memperketat seleksi penerima tanpa mengubah desain pendampingan
D. Menyusun program terpadu yang mencakup pemetaan kesiapan, pelatihan, pendampingan berkelanjutan, akses pasar, dan evaluasi usaha
E. Mempertahankan program karena sebagian penerima tetap mampu menjalankan usaha
Jawaban Benar: D
Pembahasan:
Rendahnya keberlanjutan usaha menunjukkan bahwa bantuan modal saja tidak cukup. Program perlu dirancang sebagai rangkaian intervensi yang mendukung kesiapan, kapasitas, pasar, dan keberlangsungan usaha penerima.
Soal 17
Dalam penyusunan RPJMD, terdapat perbedaan antara target kepala daerah dan hasil analisis teknokratik. Target politik menginginkan pembangunan rumah sakit baru, sedangkan kajian menunjukkan bahwa masalah utama justru terletak pada rendahnya kualitas layanan puskesmas dan distribusi tenaga kesehatan. Sikap perencana yang paling tepat adalah….
A. Menyajikan bukti, dampak, biaya, dan alternatif kebijakan agar keputusan politik tetap didukung analisis teknokratik
B. Mengikuti target politik sepenuhnya karena merupakan janji kepala daerah
C. Menolak usulan pembangunan rumah sakit tanpa memberikan alternatif
D. Menghapus hasil kajian teknokratik agar dokumen lebih mudah disepakati
E. Menunda pembahasan sampai tidak ada lagi perbedaan pendapat
Jawaban Benar: A
Pembahasan:
Perencana perlu menjembatani pendekatan politik dan teknokratik. Keputusan tetap dapat mengakomodasi visi kepala daerah, tetapi harus dilengkapi bukti, analisis kebutuhan, dan alternatif yang lebih efektif.
Soal 18
Sebuah program perlindungan sosial mengalami kesalahan sasaran. Sebagian rumah tangga miskin tidak menerima bantuan, sedangkan beberapa rumah tangga mampu justru terdaftar sebagai penerima. Langkah perbaikan yang paling tepat adalah….
A. Menambah jumlah penerima tanpa memperbarui data
B. Memperbarui basis data, melakukan verifikasi lapangan, membuka mekanisme pengaduan, dan melakukan pemutakhiran berkala
C. Menyerahkan penetapan penerima sepenuhnya kepada aparat wilayah
D. Menghapus seluruh penerima lama dan memulai pendataan tanpa acuan
E. Membagi bantuan secara merata kepada seluruh rumah tangga
Jawaban Benar: B
Pembahasan:
Kesalahan inklusi dan eksklusi perlu diperbaiki melalui pembaruan data yang terverifikasi. Mekanisme pengaduan dan pemutakhiran berkala membantu menjaga ketepatan sasaran program.
Soal 19
Sebuah program pembangunan kawasan wisata meningkatkan jumlah kunjungan secara signifikan. Namun, pendapatan masyarakat lokal tidak banyak berubah karena sebagian besar usaha dikuasai investor dari luar daerah. Indikator tambahan yang paling tepat untuk menilai keberhasilan program adalah….
A. Jumlah unggahan media sosial tentang kawasan wisata
B. Luas lahan yang telah dikembangkan
C. Proporsi tenaga kerja lokal, keterlibatan UMKM setempat, dan peningkatan pendapatan masyarakat sekitar
D. Jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan wisata
E. Besarnya anggaran promosi yang telah digunakan
Jawaban Benar: C
Pembahasan:
Keberhasilan pembangunan wisata tidak cukup diukur dari kunjungan. Manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal menjadi indikator penting untuk menilai pemerataan dan inklusivitas pembangunan.
Soal 20
Tim perencana menyusun policy brief mengenai penanganan sampah perkotaan. Dokumen tersebut berisi banyak data, tetapi tidak menjelaskan masalah utama, pilihan kebijakan, maupun tindakan yang harus segera dilakukan. Perbaikan paling penting adalah….
A. Menambah jumlah tabel agar dokumen terlihat lebih komprehensif
B. Memperpanjang uraian teori mengenai pengelolaan sampah
C. Memasukkan seluruh hasil rapat ke dalam bagian pendahuluan
D. Mengurangi jumlah sumber data agar dokumen lebih singkat
E. Menajamkan rumusan masalah, menyajikan alternatif, membandingkan konsekuensi, dan menetapkan rekomendasi yang operasional
Jawaban Benar: E
Pembahasan:
Policy brief harus membantu pengambil keputusan memahami masalah dan menentukan tindakan. Data perlu diarahkan untuk mendukung alternatif kebijakan serta rekomendasi yang jelas dan dapat dilaksanakan.
Siapkan Diri Lebih Matang dengan Paket Latihan Ujikom Perencana

Jangan berhenti pada contoh soal di atas. Lanjutkan persiapan Anda dengan mengakses paket latihan Ujikom Jabatan Fungsional Perencana di ujikom.id yang dilengkapi materi sesuai kompetensi jabatan, kunci jawaban, pembahasan lengkap, serta simulasi ujian berbasis CAT/CBT seperti pelaksanaan uji kompetensi sebenarnya.


