Pejabat Eselon V merupakan salah satu jenjang jabatan struktural yang secara historis berada pada tingkat pelaksana dan memiliki tanggung jawab terhadap kelancaran tugas administrasi serta operasional unit kerja. Seiring penyederhanaan birokrasi, banyak jabatan struktural pada jenjang ini mengalami penyesuaian atau penyetaraan, tetapi kompetensi manajerial, teknis, dan pelayanan tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas.
Uji Kompetensi Pejabat Eselon V digunakan untuk menilai kemampuan yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan, pengambilan keputusan, koordinasi, integritas, hingga penyelesaian masalah. Karena itu, persiapan melalui pemahaman kisi-kisi dan latihan soal dapat membantu Anda lebih siap menghadapi pola pertanyaan yang bersifat analitis maupun berbasis situasi kerja.
Daftar Isi
ToggleKisi-Kisi Uji Kompetensi Pejabat Eselon V
Kisi-Kisi Uji Kompetensi Pejabat Eselon V berikut dapat digunakan sebagai acuan untuk memahami materi yang perlu dipersiapkan sebelum mengikuti ujian. Dengan mengetahui kisi-kisinya, proses belajar dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan kompetensi jabatan.
1. Integritas dan Etika Kerja
Materi mencakup kemampuan menjalankan tugas secara jujur, konsisten terhadap aturan, menjaga profesionalisme, serta mengambil sikap yang tepat ketika menghadapi persoalan etika.
2. Kerja Sama dan Koordinasi
Fokus penilaian meliputi kemampuan membangun hubungan kerja, berkoordinasi dengan unit lain, menyelesaikan perbedaan pendapat, serta menjaga efektivitas kerja tim.
3. Komunikasi Organisasi
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, memahami arahan, memberikan laporan, serta menyesuaikan cara komunikasi dengan kondisi dan pihak yang terlibat.
4. Orientasi pada Hasil
Materi menguji kemampuan menetapkan prioritas pekerjaan, mencapai target, menjaga kualitas hasil, serta mencari solusi ketika pelaksanaan tugas menghadapi hambatan.
5. Pelayanan Publik
Penilaian diarahkan pada kemampuan memberikan pelayanan yang objektif, responsif, transparan, dan sesuai prosedur dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat.
6. Pengelolaan Perubahan
Kompetensi mencakup kemampuan beradaptasi terhadap kebijakan, sistem kerja, teknologi, maupun prosedur baru serta membantu memastikan perubahan dapat diterapkan secara efektif.
7. Pengambilan Keputusan
Materi berkaitan dengan kemampuan menganalisis informasi, mempertimbangkan risiko, menentukan alternatif, serta memilih tindakan paling tepat sesuai kewenangan jabatan.
8. Kompetensi Teknis Pelaksanaan Tugas
Fokusnya meliputi pemahaman terhadap tugas dan fungsi unit kerja, prosedur operasional, administrasi pemerintahan, penyelesaian pekerjaan, serta penerapan ketentuan yang berkaitan dengan bidang jabatan.
Contoh Soal Uji Kompetensi Pejabat Eselon V
Berikut beberapa contoh Soal Uji Kompetensi Pejabat Eselon V yang dapat Anda gunakan untuk melatih pemahaman terhadap materi dan pola pertanyaan yang mungkin muncul saat uji kompetensi
Soal 1
Sebuah unit kerja menerima instruksi untuk menyelesaikan laporan prioritas lebih cepat dari jadwal awal. Pada saat yang sama, beberapa pekerjaan rutin juga memiliki tenggat yang berdekatan. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menetapkan prioritas berdasarkan urgensi dan dampak pekerjaan, lalu membagi tugas sesuai kapasitas tim
B. Menghentikan seluruh pekerjaan rutin sampai laporan prioritas selesai
C. Membagi seluruh pekerjaan secara merata tanpa membedakan tingkat urgensinya
D. Meminta perpanjangan waktu seluruh pekerjaan agar beban tim berkurang
E. Menyerahkan penentuan prioritas kepada masing-masing pelaksana
Jawaban: A
Pembahasan:
Penetapan prioritas perlu mempertimbangkan urgensi, dampak, tenggat, dan kemampuan sumber daya. Pembagian tugas yang tepat membantu target utama tercapai tanpa mengabaikan pekerjaan lain.
Soal 2
Terjadi kesalahan data pada laporan yang hampir dikirim kepada pimpinan. Kesalahan tersebut berasal dari anggota tim yang sebelumnya sudah beberapa kali melakukan kekeliruan serupa. Sikap paling tepat adalah …
A. Mengirim laporan terlebih dahulu agar tidak melewati tenggat
B. Memperbaiki data, menelusuri penyebab kesalahan, lalu melakukan pembinaan agar kekeliruan tidak berulang
C. Menghapus bagian yang bermasalah agar laporan dapat segera disampaikan
D. Memindahkan seluruh pekerjaan anggota tersebut kepada pegawai lain
E. Memberikan teguran tertulis tanpa melakukan evaluasi proses kerja
Jawaban: B
Pembahasan:
Perbaikan tidak cukup hanya pada hasil akhir. Penyebab kesalahan perlu diketahui agar dapat dilakukan pembinaan dan perbaikan proses kerja secara berkelanjutan.
Soal 3
Sebuah kebijakan baru mengubah alur pelayanan yang selama ini digunakan. Sebagian anggota unit menolak karena merasa prosedur lama lebih mudah diterapkan. Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menunda penerapan sampai seluruh anggota menyatakan setuju
B. Mempertahankan prosedur lama untuk menghindari penurunan kinerja
C. Menjelaskan tujuan perubahan, menyiapkan adaptasi kerja, dan memantau pelaksanaannya secara berkala
D. Menerapkan aturan baru tanpa memberikan penjelasan agar proses berjalan lebih cepat
E. Menyerahkan pilihan prosedur kepada masing-masing pelaksana
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengelolaan perubahan membutuhkan komunikasi, adaptasi, serta pemantauan. Tujuannya agar kebijakan baru dapat diterapkan tanpa mengurangi efektivitas pelayanan.
Soal 4
Dua bagian saling menyalahkan karena keterlambatan penyelesaian pekerjaan yang membutuhkan koordinasi bersama. Jika kondisi tersebut dibiarkan, target unit berpotensi tidak tercapai. Tindakan paling efektif adalah …
A. Menentukan bagian yang paling bersalah berdasarkan laporan awal
B. Mengambil alih seluruh pekerjaan agar segera selesai
C. Memberikan teguran kepada kedua bagian secara bersamaan
D. Memetakan hambatan koordinasi, memperjelas tanggung jawab, dan menetapkan mekanisme tindak lanjut bersama
E. Menunggu sampai salah satu bagian menyelesaikan persoalan secara mandiri
Jawaban: D
Pembahasan:
Persoalan koordinasi perlu diselesaikan dengan memperjelas sumber hambatan dan tanggung jawab. Mekanisme tindak lanjut juga penting agar masalah yang sama tidak berulang.
Soal 5
Permintaan layanan dari masyarakat meningkat cukup tajam, sedangkan jumlah personel yang tersedia tidak bertambah. Upaya paling tepat untuk menjaga kualitas pelayanan adalah …
A. Membatasi jumlah permohonan yang diterima setiap hari
B. Memperpanjang waktu penyelesaian seluruh layanan secara otomatis
C. Mengalihkan seluruh permohonan kepada unit lain
D. Mengurangi tahapan pemeriksaan untuk mempercepat proses
E. Menata ulang alur kerja, menentukan prioritas layanan, dan memanfaatkan sumber daya secara lebih efisien
Jawaban: E
Pembahasan:
Peningkatan beban pelayanan perlu direspons melalui perbaikan proses dan pengelolaan sumber daya. Efisiensi alur kerja membantu menjaga kualitas tanpa mengabaikan standar pelayanan.
Soal 6
Sebuah tim berhasil memenuhi target kuantitas pekerjaan bulanan, tetapi hasil pemeriksaan menunjukkan kualitas dokumen menurun dan koreksi meningkat. Tindakan paling tepat adalah …
A. Mempertahankan pola kerja karena target utama sudah tercapai
B. Menurunkan target kuantitas tanpa mengevaluasi penyebab penurunan mutu
C. Mengevaluasi proses kerja, menetapkan standar kualitas yang terukur, dan menyeimbangkan target jumlah dengan mutu hasil
D. Menambah tahapan pemeriksaan tanpa memperbaiki proses awal
E. Mengalihkan seluruh pemeriksaan kepada pegawai yang paling berpengalaman
Jawaban: C
Pembahasan:
Orientasi hasil tidak hanya berkaitan dengan jumlah pekerjaan, tetapi juga kualitas. Evaluasi proses dan standar mutu diperlukan agar pencapaian target tidak menurunkan kualitas hasil.
Soal 7
Seorang pegawai mengusulkan percepatan proses administrasi dengan melewati salah satu prosedur yang dianggap tidak terlalu penting. Langkah tersebut dinilai dapat menghemat waktu, tetapi prosedur yang dilewati sebenarnya merupakan bagian dari kontrol internal. Sikap paling tepat adalah …
A. Menyetujui usulan karena efisiensi harus menjadi prioritas
B. Menolak perubahan tanpa memberikan penjelasan
C. Membiarkan pegawai mencoba metode baru selama hasilnya lebih cepat
D. Mengkaji kemungkinan penyederhanaan tanpa menghilangkan fungsi kontrol dan kepatuhan terhadap ketentuan
E. Menghapus prosedur tersebut khusus untuk pekerjaan yang bersifat mendesak
Jawaban: D
Pembahasan:
Efisiensi tetap harus berjalan bersama akuntabilitas dan kepatuhan. Penyederhanaan dapat dilakukan selama tidak menghilangkan fungsi pengendalian yang penting.
Soal 8
Informasi penting dari pimpinan terlambat diterima oleh sebagian anggota tim karena hanya disampaikan melalui satu saluran komunikasi. Kondisi tersebut menyebabkan beberapa pekerjaan tidak sesuai arahan terbaru. Perbaikan yang paling tepat adalah …
A. Membangun mekanisme komunikasi berlapis yang memastikan informasi diterima, dipahami, dan dikonfirmasi oleh pihak terkait
B. Menyerahkan penyebaran informasi kepada anggota tim yang paling aktif
C. Mengurangi jumlah informasi yang disampaikan agar komunikasi lebih sederhana
D. Menunggu rapat rutin untuk menyampaikan setiap perubahan kebijakan
E. Membatasi informasi hanya kepada pegawai yang terlibat langsung pada saat awal
Jawaban: A
Pembahasan:
Komunikasi organisasi yang efektif membutuhkan kepastian bahwa informasi tidak hanya dikirim, tetapi juga diterima dan dipahami. Mekanisme konfirmasi dapat mengurangi risiko kesalahan akibat informasi terputus.
Soal 9
Sebuah pelayanan mendapat keluhan karena waktu penyelesaian antarpermohonan sangat berbeda, padahal jenis layanan dan persyaratannya relatif sama. Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menambah petugas pada seluruh tahapan pelayanan
B. Memetakan alur proses, mencari titik hambatan, dan menetapkan standar waktu penyelesaian yang konsisten
C. Mengutamakan pemohon yang menyampaikan keluhan lebih dahulu
D. Memperpanjang standar waktu agar seluruh permohonan terlihat sesuai target
E. Mengurangi tahapan verifikasi agar waktu pelayanan menjadi seragam
Jawaban: B
Pembahasan:
Perbedaan waktu penyelesaian perlu ditelusuri melalui analisis proses. Standar waktu yang jelas dan perbaikan titik hambatan membantu menciptakan pelayanan yang lebih konsisten dan adil.
Soal 10
Unit kerja harus melaksanakan sistem administrasi digital baru, tetapi sebagian pegawai masih mengalami kesulitan mengoperasikannya. Target penerapan tidak dapat ditunda. Strategi paling tepat adalah …
A. Mengembalikan seluruh proses ke sistem manual sampai semua pegawai siap
B. Membebaskan pegawai memilih sistem yang ingin digunakan
C. Menyerahkan pekerjaan digital kepada beberapa pegawai saja
D. Menerapkan sistem baru secara penuh tanpa dukungan tambahan
E. Menjalankan penerapan secara terarah sambil memberikan pendampingan, panduan kerja, dan evaluasi kemampuan secara berkala
Jawaban: E
Pembahasan:
Perubahan sistem perlu tetap berjalan, tetapi harus disertai dukungan adaptasi. Pendampingan dan evaluasi membantu menjaga target penerapan sekaligus meningkatkan kemampuan pegawai.
Soal 11
Salah satu anggota tim memiliki kinerja tinggi, tetapi sering mengambil keputusan operasional tanpa berkoordinasi sehingga beberapa pekerjaan tumpang tindih. Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Membatasi seluruh kewenangannya agar tidak lagi mengambil keputusan sendiri
B. Memindahkannya ke tugas individual yang tidak membutuhkan koordinasi
C. Memberikan apresiasi atas kinerjanya sekaligus memperjelas batas kewenangan dan mekanisme koordinasi yang wajib dipatuhi
D. Membiarkan pola tersebut karena hasil kerjanya tetap baik
E. Menyerahkan penilaian perilakunya kepada anggota tim lain
Jawaban: C
Pembahasan:
Kinerja tinggi tetap harus selaras dengan tata kerja organisasi. Penguatan koordinasi dan kejelasan kewenangan diperlukan agar hasil individu tidak menimbulkan gangguan pada pekerjaan tim.
Soal 12
Terdapat dua pekerjaan penting dengan tenggat hampir bersamaan, sedangkan sumber daya yang tersedia terbatas. Salah satu pekerjaan berdampak langsung pada pelayanan publik, sementara yang lain berkaitan dengan kebutuhan administrasi internal. Keputusan paling tepat adalah …
A. Menyelesaikan pekerjaan yang paling mudah lebih dahulu
B. Memprioritaskan pekerjaan berdasarkan dampak dan urgensi, lalu mengatur ulang sumber daya untuk menjaga pekerjaan lain tetap berjalan
C. Membagi sumber daya sama rata pada kedua pekerjaan
D. Menunda keduanya sampai tersedia tambahan personel
E. Memilih pekerjaan administrasi karena lebih mudah dikendalikan
Jawaban: B
Pembahasan:
Prioritas harus didasarkan pada urgensi dan dampak. Pekerjaan yang berpengaruh langsung terhadap pelayanan publik perlu memperoleh perhatian lebih tanpa mengabaikan kewajiban lainnya.
Soal 13
Sebuah laporan evaluasi menunjukkan sebagian target unit belum tercapai karena hambatan yang berasal dari unit lain. Respons yang paling tepat adalah …
A. Menghapus target yang belum tercapai dari laporan
B. Menyatakan bahwa kegagalan sepenuhnya merupakan tanggung jawab unit lain
C. Menunggu arahan pimpinan tanpa melakukan tindak lanjut
D. Mengidentifikasi hambatan lintas unit, membangun koordinasi perbaikan, dan menyusun langkah pengendalian terhadap target berikutnya
E. Menurunkan target agar lebih mudah dicapai
Jawaban: D
Pembahasan:
Hambatan lintas unit perlu diselesaikan melalui koordinasi dan pengendalian. Fokus utama bukan mencari pihak yang disalahkan, tetapi memastikan target selanjutnya dapat tercapai.
Soal 14
Pegawai menerima permintaan dari pihak tertentu untuk mempercepat layanan di luar urutan dengan alasan hubungan kedekatan. Permohonan tersebut sebenarnya telah memenuhi persyaratan. Sikap yang paling tepat adalah …
A. Memproses sesuai urutan dan standar pelayanan tanpa memberikan perlakuan khusus
B. Memprioritaskan permohonan karena seluruh persyaratannya sudah lengkap
C. Menunda permohonan untuk menghindari tuduhan keberpihakan
D. Meminta pihak tersebut mengajukan permohonan melalui pejabat yang lebih tinggi
E. Memproses lebih cepat selama tidak ada pihak yang mengetahui
Jawaban: A
Pembahasan:
Integritas dan keadilan pelayanan menuntut perlakuan yang sama. Kelengkapan persyaratan tidak dapat menjadi alasan untuk memperoleh prioritas di luar mekanisme yang berlaku.
Soal 15
Setelah penerapan prosedur baru, produktivitas unit menurun karena pegawai masih menyesuaikan diri. Evaluasi awal menunjukkan prosedur tersebut sebenarnya lebih efektif untuk jangka panjang. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menghapus prosedur baru karena produktivitas menurun
B. Menggabungkan seluruh prosedur lama dan baru tanpa standar yang jelas
C. Mengurangi target kerja secara permanen
D. Membiarkan proses adaptasi berjalan tanpa intervensi
E. Mempertahankan perubahan sambil memperkuat pendampingan, memantau hambatan, dan melakukan penyempurnaan pada bagian yang diperlukan
Jawaban: E
Pembahasan:
Penurunan sementara saat adaptasi tidak selalu berarti perubahan gagal. Pendampingan dan evaluasi diperlukan agar manfaat prosedur baru dapat tercapai tanpa mengabaikan hambatan pelaksanaan.
Soal 16
Unit kerja menerima tambahan tanggung jawab baru tanpa penambahan personel. Jika pembagian tugas tidak segera disesuaikan, beberapa pekerjaan lama berisiko terlambat. Langkah paling tepat adalah …
A. Memetakan ulang beban kerja, menetapkan prioritas, dan mendistribusikan tugas berdasarkan kapasitas serta kompetensi pegawai
B. Membebankan tanggung jawab baru kepada pegawai dengan masa kerja paling lama
C. Menunda seluruh pekerjaan lama sampai tugas baru selesai
D. Membagi tugas tambahan sama rata tanpa mempertimbangkan jenis pekerjaan
E. Meminta setiap pegawai menentukan sendiri pekerjaan yang ingin diselesaikan terlebih dahulu
Jawaban: A
Pembahasan:
Penyesuaian beban kerja harus mempertimbangkan prioritas, kapasitas, dan kompetensi agar tanggung jawab baru tidak mengganggu target pekerjaan yang sudah berjalan.
Soal 17
Sebuah keputusan teknis perlu segera ditetapkan, tetapi informasi dari dua sumber menunjukkan data yang berbeda. Keduanya sama-sama memiliki dasar yang cukup kuat. Tindakan paling tepat adalah …
A. Menggunakan data yang paling menguntungkan target unit
B. Melakukan verifikasi silang, menilai kredibilitas sumber, lalu menggunakan informasi yang paling dapat dipertanggungjawabkan
C. Menggabungkan kedua data tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut
D. Menunda keputusan sampai tersedia data yang sepenuhnya sempurna
E. Mengikuti sumber yang lebih dahulu menyampaikan informasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengambilan keputusan harus berbasis informasi yang valid. Verifikasi silang membantu mengurangi risiko keputusan yang keliru akibat perbedaan kualitas data.
Soal 18
Pelaksanaan rapat koordinasi rutin dinilai tidak efektif karena banyak keputusan tidak ditindaklanjuti setelah pertemuan selesai. Perbaikan paling tepat adalah …
A. Menambah durasi rapat agar seluruh persoalan dapat dibahas lebih panjang
B. Mengurangi jumlah peserta agar diskusi lebih cepat
C. Menetapkan keputusan yang jelas, penanggung jawab, tenggat waktu, dan mekanisme pemantauan tindak lanjut
D. Mengganti seluruh rapat dengan komunikasi informal
E. Membatasi pembahasan hanya pada masalah yang sudah selesai
Jawaban: C
Pembahasan:
Koordinasi yang efektif harus menghasilkan tindak lanjut yang terukur. Penetapan penanggung jawab, tenggat, dan pemantauan membuat keputusan rapat lebih mudah dikendalikan.
Soal 19
Salah satu prosedur pelayanan sering menimbulkan antrean karena membutuhkan persetujuan berulang pada tahapan yang memiliki fungsi hampir sama. Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menghapus seluruh persetujuan agar pelayanan selesai lebih cepat
B. Mempertahankan prosedur karena sudah digunakan sejak lama
C. Menambah jumlah pejabat pemberi persetujuan
D. Mengkaji ulang alur persetujuan dan menyederhanakan tahapan tanpa mengurangi fungsi pengendalian
E. Mengalihkan antrean kepada unit pelayanan lain
Jawaban: D
Pembahasan:
Penyederhanaan prosedur perlu tetap menjaga fungsi kontrol. Evaluasi alur dapat menghilangkan tahapan yang tidak efisien tanpa mengurangi akuntabilitas.
Soal 20
Hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat menurun meskipun seluruh standar waktu pelayanan telah terpenuhi. Keluhan terbanyak berkaitan dengan kejelasan informasi dan sikap petugas. Tindakan paling tepat adalah …
A. Memperpendek kembali standar waktu pelayanan
B. Menambah jumlah loket agar masyarakat merasa lebih cepat dilayani
C. Mengabaikan keluhan karena indikator waktu sudah tercapai
D. Memusatkan evaluasi hanya pada jumlah layanan yang diselesaikan
E. Menindaklanjuti hasil survei dengan perbaikan komunikasi layanan, standar perilaku, dan evaluasi pengalaman pengguna secara berkala
Jawaban: E
Pembahasan:
Kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan. Kejelasan informasi dan sikap petugas juga memengaruhi kepuasan, sehingga keduanya perlu menjadi bagian dari evaluasi dan perbaikan layanan.
Dapatkan Ratusan Soal Uji Kompetensi Pejabat Eselon V Lebih Banyak!

Akses paket latihan Uji Kompetensi Pejabat Eselon V di ujikom.id untuk mengerjakan lebih banyak soal lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Perbanyak latihan agar Anda lebih terbiasa menghadapi soal analitis, situasional, dan berbasis kompetensi saat ujian.

