Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang Jabatan (UKKJ) Guru Madya ke Utama merupakan bagian dari proses kenaikan jenjang jabatan fungsional guru ASN atau PPPK menuju Guru Ahli Utama. Pada tahap ini, kompetensi yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengajar, tetapi juga mencakup kepemimpinan pendidikan, pengembangan mutu pembelajaran, pembinaan rekan sejawat, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan strategis di lingkungan sekolah.
Karena itu, pola soal UKKJ Guru Madya ke Utama umumnya lebih menekankan analisis kasus, pengambilan keputusan profesional, refleksi praktik pendidikan, dan kemampuan membangun budaya belajar di sekolah. Dalam artikel ini akan dibahas kisi-kisi lengkap beserta contoh soal Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang JF Guru Madya ke Utama yang mengacu pada materi yang sering muncul dalam UKKJ guru ASN maupun PPPK.
Daftar Isi
ToggleKisi-Kisi Soal Uji Kompetensi Guru Madya ke Utama

Sebelum mulai mengerjakan latihan soal, peserta perlu memahami materi yang paling sering muncul dalam UKKJ Guru Madya ke Utama agar persiapan belajar lebih terarah.
1. Kepemimpinan Pembelajaran dan Transformasi Pendidikan
Kepemimpinan guru, pengembangan budaya belajar, transformasi pendidikan, komunitas belajar, dan peningkatan mutu sekolah.
2. Coaching, Mentoring, dan Pengembangan Guru
Pendampingan guru, coaching pendidikan, mentoring profesional, supervisi akademik, refleksi pembelajaran, dan pengembangan kompetensi sejawat.
3. Kompetensi Pedagogik Tingkat Lanjut
Strategi pembelajaran mendalam, diferensiasi kompleks, pembelajaran berbasis projek, pengembangan berpikir kritis, dan pembelajaran kontekstual.
4. Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran
Perencanaan kurikulum, pengembangan modul ajar, inovasi pembelajaran, integrasi lintas disiplin, dan praktik baik pendidikan.
5. Pengelolaan Perubahan dan Pengembangan Sekolah
Manajemen perubahan pendidikan, budaya sekolah, kolaborasi sekolah, pengembangan lingkungan belajar, dan penguatan visi pendidikan.
6. Pengambilan Keputusan Profesional di Lingkungan Sekolah
Analisis kasus pendidikan, penyelesaian konflik, penanganan masalah pembelajaran, prioritas tindakan, dan pengambilan keputusan strategis.
7. Penelitian Tindakan dan Publikasi Ilmiah Guru
Penelitian tindakan kelas, publikasi ilmiah, karya inovatif, refleksi praktik pembelajaran, dan pengembangan profesional berkelanjutan.
8. Asesmen dan Evaluasi Pembelajaran Tingkat Lanjut
Asesmen diagnostik, formatif, sumatif, analisis hasil belajar, evaluasi program pembelajaran, dan tindak lanjut peningkatan mutu belajar.
9. Teknologi Pendidikan dan Transformasi Digital
Pemanfaatan teknologi pendidikan, LMS, media pembelajaran digital, transformasi digital sekolah, dan pembelajaran berbasis teknologi.
10. Etika Profesi, Integritas, dan Nilai ASN Guru
Kode etik guru, profesionalisme ASN/PPPK, integritas pendidikan, budaya kerja, pelayanan publik pendidikan, dan tanggung jawab profesi.
11. Komunikasi, Kolaborasi, dan Jejaring Pendidikan
Komunikasi profesional, kerja sama dengan guru, kepala sekolah, orang tua, komunitas pendidikan, dan jejaring pembelajaran.
12. Pendidikan Inklusif dan Sosial Emosional
Pembelajaran inklusif, penguatan karakter, sosial emosional peserta didik, layanan pendidikan berkeadilan, dan pendekatan humanis.
13. Administrasi, Dokumentasi, dan Pelaporan Pendidikan
Dokumentasi pembelajaran, laporan pendidikan, administrasi akademik, pengelolaan data pendidikan, dan pelaporan kinerja guru.
Contoh Soal Uji Kompetensi Guru Madya ke Utama
Berikut beberapa contoh soal Uji Kompetensi Guru Madya ke Utama yang disusun berdasarkan materi dan karakter soal yang sering muncul dalam UKKJ jabatan fungsional guru ASN maupun PPPK.
Soal 1
Seorang Guru Madya diminta menjadi pendamping bagi beberapa guru baru di sekolahnya. Dalam proses pendampingan, sebagian guru mengalami kesulitan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi karena terbiasa menggunakan metode ceramah. Tindakan yang paling tepat dilakukan Guru Madya tersebut adalah…
A. Meminta guru baru mengikuti metode mengajar yang sudah biasa digunakan sekolah
B. Memberikan contoh praktik pembelajaran dan melakukan coaching secara bertahap
C. Menyerahkan seluruh proses adaptasi kepada guru baru tanpa pendampingan
D. Mengurangi target pembelajaran agar guru tidak mengalami kesulitan
E. Mengganti seluruh perangkat ajar tanpa melibatkan guru yang didampingi
Jawaban: B
Pembahasan:
Pada jenjang Guru Utama, kemampuan coaching dan pendampingan profesional menjadi kompetensi penting dalam membantu pengembangan rekan sejawat.
Soal 2
Dalam evaluasi program pembelajaran, seorang guru menemukan bahwa hasil belajar siswa meningkat, tetapi keterlibatan siswa selama proses pembelajaran masih rendah. Langkah perbaikan yang paling tepat adalah…
A. Menambah jumlah tugas individu setiap pertemuan
B. Mengurangi interaksi diskusi agar pembelajaran lebih cepat selesai
C. Menerapkan strategi pembelajaran yang lebih aktif dan kolaboratif
D. Menghapus asesmen formatif dalam pembelajaran
E. Menyamakan seluruh metode pembelajaran di semua kelas
Jawaban: C
Pembahasan:
Pembelajaran aktif dan kolaboratif dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik selama proses belajar berlangsung.
Soal 3
Seorang guru ingin melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) karena banyak siswa mengalami kesulitan memahami materi tertentu. Tujuan utama PTK yang paling tepat adalah…
A. Menentukan ranking siswa di kelas
B. Menambah jumlah administrasi pembelajaran
C. Mengganti seluruh kurikulum sekolah
D. Memperbaiki proses dan hasil pembelajaran melalui tindakan yang terencana
E. Mengurangi keterlibatan siswa dalam evaluasi pembelajaran
Jawaban: D
Pembahasan:
PTK dilakukan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran melalui tindakan yang dirancang berdasarkan masalah nyata di kelas.
Soal 4
Dalam rapat pengembangan sekolah, seorang Guru Madya mengusulkan penggunaan platform digital untuk mendukung kolaborasi pembelajaran antar guru. Usulan tersebut paling tepat bertujuan untuk…
A. Mengurangi komunikasi profesional antar guru
B. Mengembangkan ekosistem pembelajaran yang lebih kolaboratif dan adaptif
C. Membatasi akses guru terhadap sumber belajar
D. Menggantikan seluruh proses pembelajaran tatap muka
E. Mengurangi kebutuhan pengembangan kompetensi guru
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemanfaatan teknologi dapat mendukung kolaborasi guru dan pengembangan pembelajaran yang lebih efektif.
Soal 5
Seorang peserta didik berkebutuhan khusus mengalami kesulitan mengikuti pembelajaran kelompok di kelas. Sebagai guru, tindakan yang paling tepat adalah…
A. Memberikan tugas terpisah tanpa melibatkan siswa dalam kegiatan kelas
B. Mengurangi kesempatan siswa mengikuti aktivitas pembelajaran
C. Membiarkan siswa belajar sendiri agar tidak mengganggu kelompok lain
D. Memberikan dukungan dan penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan siswa
E. Menyerahkan seluruh pendampingan kepada orang tua siswa
Jawaban: D
Pembahasan:
Pembelajaran inklusif menuntut guru memberikan layanan pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan peserta didik secara adil dan humanis.
Soal 6
Seorang Guru Madya melihat bahwa budaya refleksi pembelajaran di sekolah masih rendah karena sebagian guru hanya fokus menyelesaikan administrasi pembelajaran. Sebagai calon Guru Utama, langkah yang paling tepat dilakukan adalah…
A. Membiarkan kondisi tersebut karena refleksi bukan bagian penting pembelajaran
B. Mengarahkan guru hanya fokus pada penyelesaian nilai peserta didik
C. Mengembangkan forum refleksi dan berbagi praktik baik pembelajaran secara berkala
D. Mengurangi kegiatan kolaborasi guru agar pekerjaan administrasi lebih cepat selesai
E. Menyerahkan seluruh pengembangan guru kepada kepala sekolah
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru Utama diharapkan mampu membangun budaya refleksi dan pengembangan profesional berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Soal 7
Dalam penyusunan program peningkatan mutu sekolah, seorang guru mengusulkan penggunaan data hasil asesmen sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Tujuan utama penggunaan data tersebut adalah…
A. Menentukan hukuman bagi peserta didik dengan nilai rendah
B. Menyusun perbaikan pembelajaran berdasarkan kebutuhan belajar siswa
C. Mengurangi keterlibatan guru dalam evaluasi pendidikan
D. Menyamakan seluruh strategi pembelajaran tanpa melihat kondisi kelas
E. Menghapus asesmen formatif dalam proses belajar
Jawaban: B
Pembahasan:
Data asesmen digunakan untuk menganalisis kebutuhan belajar dan menentukan tindak lanjut pembelajaran yang tepat.
Soal 8
Seorang Guru Madya diminta memimpin komunitas belajar guru di sekolah. Dalam pelaksanaannya, beberapa guru kurang aktif berdiskusi karena merasa metode mengajarnya sudah cukup efektif. Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah…
A. Mewajibkan seluruh guru menggunakan metode pembelajaran yang sama
B. Menghentikan kegiatan komunitas belajar karena partisipasi rendah
C. Memberikan penilaian negatif kepada guru yang kurang aktif
D. Membangun diskusi berbasis praktik nyata dan kebutuhan pembelajaran guru
E. Membatasi topik diskusi hanya pada administrasi sekolah
Jawaban: D
Pembahasan:
Komunitas belajar akan berkembang lebih baik apabila diskusi relevan dengan kebutuhan dan praktik pembelajaran nyata di sekolah.
Soal 9
Dalam implementasi pembelajaran mendalam, guru memberikan tugas yang mendorong peserta didik menganalisis masalah lingkungan di sekitar sekolah dan menyusun solusi nyata. Pendekatan tersebut bertujuan utama untuk…
A. Mengurangi keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
B. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah kontekstual
C. Membatasi kreativitas peserta didik selama pembelajaran
D. Menggantikan seluruh asesmen pembelajaran dengan tugas proyek
E. Mengurangi hubungan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari
Jawaban: B
Pembahasan:
Pembelajaran mendalam menekankan pengembangan kemampuan berpikir kritis melalui masalah nyata yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
Soal 10
Seorang guru menerima kritik dari orang tua terkait metode pembelajaran yang dianggap terlalu menuntut kemandirian siswa. Sikap profesional yang paling tepat adalah…
A. Menolak seluruh kritik tanpa mendengarkan penjelasan orang tua
B. Menghentikan metode pembelajaran yang digunakan tanpa evaluasi
C. Menyalahkan peserta didik atas hasil pembelajaran di kelas
D. Mendengarkan masukan, menjelaskan tujuan pembelajaran, dan melakukan evaluasi secara objektif
E. Menghindari komunikasi dengan orang tua siswa setelah menerima kritik
Jawaban: D
Pembahasan:
Guru profesional perlu terbuka terhadap masukan serta mampu menjelaskan tujuan pembelajaran secara komunikatif dan objektif.
Soal 11
Seorang Guru Madya menemukan bahwa sebagian guru di sekolah masih kesulitan memanfaatkan platform digital dalam pembelajaran. Sebagai calon Guru Utama, langkah yang paling tepat adalah…
A. Mengganti seluruh metode pembelajaran digital dengan ceramah
B. Menyerahkan penggunaan teknologi sepenuhnya kepada guru muda
C. Mengadakan pendampingan dan pelatihan penggunaan teknologi pembelajaran
D. Membatasi penggunaan platform digital hanya pada mata pelajaran tertentu
E. Menghapus seluruh kegiatan pembelajaran berbasis teknologi
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru Utama diharapkan mampu menjadi penggerak pengembangan kompetensi guru, termasuk dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.
Soal 12
Dalam sebuah rapat sekolah, terjadi perbedaan pendapat antar guru mengenai strategi penanganan peserta didik yang sering melanggar aturan kelas. Sikap yang paling mencerminkan kepemimpinan profesional guru adalah…
A. Memaksakan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan masukan guru lain
B. Menghindari diskusi agar konflik tidak semakin panjang
C. Membiarkan masalah diselesaikan masing-masing guru secara terpisah
D. Mengarahkan diskusi secara objektif untuk mencari solusi terbaik bagi peserta didik
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada peserta didik di kelas
Jawaban: D
Pembahasan:
Guru profesional perlu membangun komunikasi kolaboratif dan mencari solusi yang berorientasi pada kepentingan peserta didik.
Soal 13
Seorang guru melakukan evaluasi terhadap program literasi sekolah dan menemukan bahwa minat baca peserta didik masih rendah meskipun fasilitas perpustakaan sudah memadai. Langkah perbaikan yang paling tepat adalah…
A. Mengurangi kegiatan literasi agar siswa tidak terbebani
B. Mengembangkan program literasi yang lebih kontekstual dan melibatkan siswa secara aktif
C. Membatasi akses peserta didik terhadap bahan bacaan tertentu
D. Menghapus seluruh kegiatan membaca di luar kelas
E. Menyerahkan program literasi sepenuhnya kepada pustakawan sekolah
Jawaban: B
Pembahasan:
Program literasi akan lebih efektif apabila melibatkan peserta didik secara aktif dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Soal 14
Dalam penyusunan karya inovatif pendidikan, tujuan utama guru melakukan inovasi pembelajaran adalah…
A. Menambah jumlah administrasi sekolah
B. Mengurangi keterlibatan siswa dalam proses belajar
C. Menggantikan seluruh kurikulum nasional
D. Meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran
E. Membatasi penggunaan metode pembelajaran baru
Jawaban: D
Pembahasan:
Inovasi pembelajaran dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membantu peserta didik belajar lebih efektif.
Soal 15
Seorang Guru Madya tetap menjaga objektivitas penilaian meskipun menghadapi tekanan dari pihak tertentu agar menaikkan nilai peserta didik. Sikap tersebut menunjukkan penerapan…
A. Pengurangan tanggung jawab profesi guru
B. Etika profesi dan integritas sebagai ASN guru
C. Pembatasan hak belajar peserta didik
D. Pengabaian prinsip evaluasi pembelajaran
E. Ketergantungan penilaian pada pihak luar sekolah
Jawaban: B
Pembahasan:
Guru ASN wajib menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas penilaian pembelajaran.
Soal 16
Seorang Guru Madya diminta membantu sekolah lain yang mengalami penurunan kualitas pembelajaran akibat rendahnya kolaborasi antar guru. Langkah awal yang paling tepat dilakukan adalah…
A. Mengganti seluruh perangkat ajar yang digunakan sekolah tersebut
B. Menyusun program kolaborasi dan refleksi pembelajaran antar guru
C. Mengurangi kegiatan diskusi guru agar pembelajaran lebih cepat berjalan
D. Membatasi keterlibatan guru senior dalam pengembangan sekolah
E. Menyerahkan seluruh evaluasi kepada kepala sekolah tanpa observasi lapangan
Jawaban: B
Pembahasan:
Kolaborasi dan refleksi bersama dapat membantu membangun budaya belajar profesional di lingkungan sekolah.
Soal 17
Dalam pembelajaran berbasis projek, seorang guru melihat bahwa peserta didik hanya fokus menyelesaikan produk akhir tanpa memahami proses pembelajaran yang berlangsung. Tindakan yang paling tepat adalah…
A. Menghapus seluruh kegiatan projek dalam pembelajaran
B. Menilai hasil akhir tanpa memperhatikan proses belajar siswa
C. Mengarahkan peserta didik melakukan refleksi dan evaluasi proses pembelajaran
D. Mengurangi keterlibatan siswa dalam kegiatan kelompok
E. Menyerahkan penilaian projek sepenuhnya kepada peserta didik
Jawaban: C
Pembahasan:
Pembelajaran berbasis projek tidak hanya menilai produk akhir, tetapi juga proses berpikir, kolaborasi, dan refleksi peserta didik.
Soal 18
Seorang guru melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa. Setelah tindakan pertama dilakukan, hasil yang diperoleh belum menunjukkan perubahan signifikan. Sikap profesional yang paling tepat adalah…
A. Menghentikan penelitian karena hasil belum sesuai harapan
B. Menyimpulkan bahwa peserta didik tidak mampu berkembang
C. Mengabaikan hasil evaluasi tindakan yang telah dilakukan
D. Melanjutkan siklus refleksi dan memperbaiki strategi tindakan berikutnya
E. Mengganti seluruh tujuan penelitian tanpa analisis hasil sebelumnya
Jawaban: D
Pembahasan:
PTK dilakukan secara siklus sehingga hasil evaluasi digunakan untuk memperbaiki tindakan pembelajaran berikutnya.
Soal 19
Dalam pengembangan sekolah berbasis digital, seorang Guru Madya mengusulkan integrasi platform pembelajaran, asesmen, dan komunikasi orang tua dalam satu sistem. Tujuan utama langkah tersebut adalah…
A. Mengurangi transparansi informasi pendidikan
B. Meningkatkan efektivitas pengelolaan pembelajaran dan komunikasi pendidikan
C. Membatasi akses guru terhadap data pembelajaran
D. Menggantikan seluruh interaksi tatap muka di sekolah
E. Mengurangi kebutuhan evaluasi hasil belajar peserta didik
Jawaban: B
Pembahasan:
Integrasi sistem digital membantu pengelolaan pembelajaran menjadi lebih efektif, terorganisasi, dan mudah dipantau.
Soal 20
Seorang Guru Madya menghadapi situasi ketika terjadi konflik antara guru dan orang tua siswa terkait kebijakan pembelajaran di sekolah. Sebagai calon Guru Utama, tindakan yang paling tepat adalah…
A. Membela salah satu pihak tanpa mendengarkan penjelasan kedua belah pihak
B. Menghindari komunikasi agar konflik mereda dengan sendirinya
C. Memfasilitasi komunikasi secara objektif dan mencari solusi yang berorientasi pada kepentingan peserta didik
D. Menyerahkan seluruh penyelesaian konflik kepada siswa
E. Menghentikan seluruh kegiatan pembelajaran sementara waktu
Jawaban: C
Pembahasan:
Guru Utama perlu memiliki kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan yang objektif dalam menyelesaikan konflik pendidikan.
Butuh Lebih Banyak Latihan Soal UKKJ Guru Madya ke Utama?

Selain memahami kisi-kisi dan kompetensi jabatan, memperbanyak latihan soal juga penting untuk membantu memahami pola UKKJ Guru Madya ke Utama yang banyak berbentuk studi kasus dan pengambilan keputusan profesional. Melalui Ujikom.id, Anda dapat mengakses berbagai paket latihan soal uji kompetensi UKKJ Guru Madya ke Utama lengkap dengan pembahasan, simulasi CBT, dan materi yang dirancang sesuai karakter UKKJ guru ASN maupun PPPK.