Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Auditor (JFA) menjadi salah satu tahapan penting bagi auditor yang akan menempati atau naik jenjang ke Auditor Ahli Pertama, Ahli Muda, maupun Ahli Madya. Ujian ini digunakan untuk mengukur kemampuan teknis, manajerial, dan sosial kultural yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengawasan intern secara profesional.
Kisi-kisi Uji Kompetensi JFA umumnya mencakup perencanaan pengawasan intern, identifikasi dan penilaian risiko, pelaksanaan audit, pengumpulan serta evaluasi bukti, penyusunan temuan dan rekomendasi, pengomunikasian hasil pengawasan, tindak lanjut, hingga pengendalian mutu. Pada jenjang yang lebih tinggi, peserta juga dituntut mampu melakukan analisis yang lebih kompleks, mengevaluasi perencanaan dan penganggaran, serta mengambil keputusan profesional dalam berbagai kondisi penugasan.
Melalui artikel ini, Anda dapat mempelajari kumpulan soal Uji Kompetensi JFA Ahli Pertama, Muda, dan Madya BPKP lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Soal disusun dalam bentuk konsep dan studi kasus agar dapat membantu Anda memahami pola ujikom sekaligus melatih kemampuan analisis sebelum mengikuti ujian sebenarnya.
Kumpulan Soal Ujikom JFA Ahli Pertama, Muda, Madya BPKP
Berikut kumpulan latihan soal Soal Ujikom JFA Ahli Pertama, Muda, Madya BPKP. Pilih jawaban yang paling tepat berdasarkan prinsip pengawasan intern yang efektif, objektif, dan berbasis risiko..
Soal 1
Dalam penyusunan rencana pengawasan tahunan, tim menemukan bahwa satu unit kerja memiliki anggaran besar, kelemahan pengendalian berulang, dan beberapa temuan belum ditindaklanjuti.
Pendekatan paling tepat adalah …
A. Menjadikan seluruh unit sebagai prioritas yang sama
B. Memprioritaskan unit tersebut karena memiliki tingkat risiko lebih tinggi
C. Mengurangi ruang lingkup agar penugasan cepat selesai
D. Menunda pemeriksaan sampai seluruh tindak lanjut selesai
E. Mengandalkan hasil audit tahun sebelumnya tanpa penilaian ulang
Jawaban: B
Pembahasan:
Perencanaan pengawasan sebaiknya berbasis risiko. Besarnya anggaran, kelemahan pengendalian, dan temuan berulang merupakan indikator yang dapat meningkatkan prioritas pengawasan.
Soal 2
Auditor memperoleh dokumen yang menunjukkan adanya perbedaan antara nilai kontrak dan pembayaran. Namun, dokumen tersebut hanya berupa salinan tanpa sumber yang jelas.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Langsung menjadikannya dasar temuan
B. Mengabaikannya karena bukan dokumen asli
C. Memverifikasi keaslian, sumber, dan keterkaitannya dengan bukti lain
D. Meminta auditan mengakui perbedaan tersebut
E. Menyimpulkan telah terjadi penyimpangan
Jawaban: C
Pembahasan:
Bukti audit harus cukup, kompeten, dan relevan. Dokumen yang sumbernya belum jelas perlu diverifikasi sebelum digunakan sebagai dasar simpulan.
Soal 3
Dalam suatu penugasan, auditor menemukan bahwa prosedur yang berlaku sudah memadai, tetapi pelaksanaannya tidak konsisten.
Kondisi tersebut paling tepat menunjukkan adanya …
A. Kelemahan desain pengendalian
B. Kelemahan implementasi pengendalian
C. Kesalahan perencanaan audit
D. Kegagalan fungsi pengawasan eksternal
E. Ketidakcukupan regulasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika desain pengendalian sudah memadai tetapi tidak dijalankan secara konsisten, kelemahannya terletak pada implementasi atau pelaksanaan pengendalian.
Soal 4
Auditor sedang menyusun temuan. Kondisi menunjukkan pembayaran dilakukan melebihi ketentuan kontrak, sedangkan kriteria menyebut pembayaran harus sesuai volume pekerjaan yang telah diverifikasi.
Unsur berikutnya yang perlu dianalisis agar temuan lebih lengkap adalah …
A. Preferensi auditor
B. Opini masyarakat
C. Sebab dan akibat dari penyimpangan tersebut
D. Riwayat organisasi secara umum
E. Pendapat auditor sebelumnya
Jawaban: C
Pembahasan:
Temuan yang baik umumnya dibangun dari unsur kondisi, kriteria, sebab, dan akibat. Analisis sebab dan akibat diperlukan untuk menjelaskan mengapa masalah terjadi dan apa dampaknya.
Soal 5
Dalam wawancara, pejabat yang diperiksa memberikan penjelasan yang berbeda dengan dokumen pendukung.
Sikap auditor paling tepat adalah …
A. Memilih penjelasan pejabat karena disampaikan langsung
B. Mengutamakan dokumen tanpa melakukan klarifikasi
C. Melakukan pengujian tambahan dan mencari bukti yang dapat menjelaskan perbedaan
D. Menetapkan bahwa pejabat memberikan informasi palsu
E. Menghapus hasil wawancara dari kertas kerja
Jawaban: C
Pembahasan:
Perbedaan antara bukti lisan dan tertulis harus ditindaklanjuti dengan prosedur tambahan. Auditor tidak boleh langsung memilih salah satu bukti tanpa evaluasi yang memadai.
Soal 6
Rekomendasi hasil pengawasan dinilai terlalu umum, yaitu “agar pengelolaan diperbaiki sesuai ketentuan.”
Perbaikan yang paling tepat adalah …
A. Membuat rekomendasi lebih panjang
B. Menyebutkan tindakan yang spesifik dan diarahkan pada akar penyebab masalah
C. Menambahkan seluruh dasar hukum
D. Menghapus rekomendasi dan hanya menyajikan temuan
E. Menyerahkan bentuk rekomendasi kepada auditan
Jawaban: B
Pembahasan:
Rekomendasi sebaiknya spesifik, realistis, dapat ditindaklanjuti, dan berorientasi pada penyebab utama agar masalah tidak berulang.
Soal 7
Auditor mengetahui bahwa salah satu anggota tim pernah bekerja pada unit yang sedang diaudit dan masih memiliki hubungan dekat dengan beberapa pejabat di unit tersebut.
Langkah paling tepat adalah …
A. Tetap menugaskannya karena memahami proses kerja unit
B. Membatasi akses anggota tersebut tanpa pemberitahuan
C. Mengidentifikasi potensi konflik kepentingan dan mengambil langkah pengamanan independensi
D. Membiarkan selama tidak ada keberatan dari auditan
E. Menugaskannya hanya untuk wawancara
Jawaban: C
Pembahasan:
Independensi dan objektivitas harus dijaga. Potensi konflik kepentingan perlu diidentifikasi dan dikelola, misalnya melalui perubahan peran atau komposisi tim.
Soal 8
Hasil pengawasan menunjukkan adanya kelemahan pengendalian yang berpotensi menimbulkan kerugian, tetapi dampaknya belum terjadi.
Penyajian hasil yang paling tepat adalah …
A. Menyatakan pasti terjadi kerugian
B. Mengabaikan karena kerugian belum terjadi
C. Menjelaskan risiko dan potensi dampak secara proporsional berdasarkan bukti
D. Menyebutkan nilai kerugian secara estimatif tanpa dasar
E. Menunggu sampai kerugian benar-benar terjadi
Jawaban: C
Pembahasan:
Auditor perlu membedakan antara dampak aktual dan potensi risiko. Bahasa laporan harus proporsional agar tidak melebih-lebihkan kondisi.
Soal 9
Pada tahap tindak lanjut, auditan menyatakan rekomendasi telah dilaksanakan dengan mengirimkan surat pernyataan tanpa bukti pendukung lain.
Tindakan auditor paling tepat adalah …
A. Langsung menyatakan selesai
B. Menerima surat sebagai bukti final
C. Memverifikasi bukti implementasi sebelum menetapkan status tindak lanjut
D. Menutup temuan karena auditan telah merespons
E. Mengganti rekomendasi agar lebih mudah dipenuhi
Jawaban: C
Pembahasan:
Status tindak lanjut harus didasarkan pada bukti implementasi yang memadai. Pernyataan saja belum selalu cukup untuk menunjukkan bahwa rekomendasi benar-benar telah dilaksanakan.
Soal 10
Dalam rapat pembahasan hasil audit, auditan tidak setuju dengan salah satu temuan dan menyampaikan bukti baru yang belum pernah diberikan sebelumnya.
Sikap auditor paling tepat adalah …
A. Menolak bukti karena disampaikan setelah pemeriksaan selesai
B. Mempertahankan temuan demi konsistensi laporan
C. Mengevaluasi bukti baru secara objektif dan merevisi simpulan bila memang memengaruhi temuan
D. Menghapus temuan agar tidak terjadi perdebatan
E. Meminta auditan menerima hasil audit terlebih dahulu
Jawaban: C
Pembahasan:
Auditor harus terbuka terhadap bukti baru. Jika bukti tersebut relevan dan memengaruhi simpulan, temuan perlu disesuaikan agar laporan tetap akurat dan objektif.
Soal 11
Dalam tahap perencanaan penugasan, auditor menemukan bahwa tujuan program belum dirumuskan secara terukur. Kondisi ini paling berisiko menyebabkan …
A. Bukti audit menjadi otomatis tidak sah
B. Evaluasi keberhasilan program menjadi sulit dilakukan secara objektif
C. Seluruh anggaran harus dihentikan
D. Auditor tidak dapat melakukan wawancara
E. Laporan audit tidak dapat diterbitkan
Jawaban: B
Pembahasan:
Tujuan yang tidak terukur menyulitkan auditor menilai efektivitas program karena tidak tersedia indikator yang jelas untuk membandingkan hasil dengan target.
Soal 12
Tim audit menggunakan teknik sampling untuk menguji transaksi dalam jumlah besar. Agar hasil pengujian dapat mendukung simpulan, auditor perlu memastikan bahwa …
A. Sampel hanya berasal dari transaksi bernilai paling besar
B. Sampel cukup representatif terhadap populasi yang diuji
C. Semua transaksi harus tetap diperiksa satu per satu
D. Sampel dipilih berdasarkan kemudahan memperoleh dokumen
E. Jumlah sampel selalu sama untuk setiap penugasan
Jawaban: B
Pembahasan:
Sampling harus dirancang agar mewakili karakteristik populasi dan risiko yang diuji. Pemilihan sampel yang bias dapat menghasilkan simpulan yang tidak andal.
Soal 13
Auditor menemukan bahwa satu proses memiliki pengendalian preventif yang lemah, tetapi pengendalian detektif berjalan sangat baik.
Penilaian yang paling tepat adalah …
A. Risiko otomatis menjadi nol
B. Tidak diperlukan tindakan perbaikan
C. Risiko tetap perlu dianalisis karena kelemahan pengendalian preventif masih dapat menyebabkan kejadian yang tidak diinginkan
D. Pengendalian detektif selalu lebih penting daripada preventif
E. Temuan tidak perlu dilaporkan
Jawaban: C
Pembahasan:
Pengendalian detektif dapat membantu menemukan masalah, tetapi tidak selalu mencegah masalah terjadi. Efektivitas keseluruhan pengendalian tetap perlu dinilai berdasarkan risiko yang ada.
Soal 14
Dalam audit kinerja, tim menemukan bahwa target output tercapai, tetapi biaya yang digunakan jauh lebih besar dibanding unit sejenis dengan hasil setara.
Aspek yang paling relevan untuk dianalisis lebih lanjut adalah …
A. Ekonomis dan efisiensi
B. Kepatuhan administratif saja
C. Struktur organisasi
D. Jumlah pegawai
E. Popularitas program
Jawaban: A
Pembahasan:
Jika output tercapai tetapi sumber daya yang digunakan terlalu besar, auditor perlu menilai apakah kegiatan telah dilaksanakan secara ekonomis dan efisien.
Soal 15
Auditor hendak menggunakan hasil pekerjaan auditor lain sebagai bagian dari bukti penugasan.
Langkah yang paling tepat adalah …
A. Langsung mengadopsi seluruh simpulan
B. Mengabaikan hasil tersebut karena bukan hasil tim sendiri
C. Menilai relevansi, kompetensi, ruang lingkup, dan kualitas pekerjaan auditor lain sebelum menggunakannya
D. Menggunakan hanya bagian yang mendukung simpulan awal
E. Meminta auditan menyatakan hasil tersebut benar
Jawaban: C
Pembahasan:
Hasil pekerjaan pihak lain dapat digunakan sepanjang auditor mengevaluasi kualitas dan relevansinya terlebih dahulu. Auditor tetap bertanggung jawab atas simpulan yang dibuat.
Soal 16
Dalam sebuah penugasan, ketua tim mengetahui bahwa beberapa anggota memberikan interpretasi berbeda terhadap kriteria audit yang sama.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Membiarkan setiap auditor menggunakan penilaiannya sendiri
B. Menyamakan pemahaman tim melalui pembahasan dan dokumentasi kriteria yang digunakan
C. Menghapus kriteria yang menimbulkan perbedaan
D. Menyerahkan keputusan hanya kepada auditan
E. Menggunakan interpretasi anggota paling senior tanpa diskusi
Jawaban: B
Pembahasan:
Keseragaman pemahaman atas kriteria penting untuk menjaga konsistensi hasil pengujian dan kualitas simpulan audit.
Soal 17
Auditor menemukan pola transaksi tidak biasa yang nilainya relatif kecil, tetapi terjadi berulang dan melibatkan pihak yang sama.
Respons paling tepat adalah …
A. Mengabaikan karena nilainya tidak material secara individual
B. Menggabungkan transaksi dan menganalisis pola, frekuensi, serta potensi risikonya
C. Menunggu sampai nilai transaksi menjadi besar
D. Langsung menyimpulkan terdapat fraud
E. Menghapus transaksi dari sampel
Jawaban: B
Pembahasan:
Materialitas tidak hanya dilihat dari nilai individual. Pola berulang, karakter transaksi, dan potensi indikasi penyimpangan juga dapat menjadi faktor penting dalam penilaian risiko.
Soal 18
Saat menyusun laporan, auditor menggunakan istilah yang sangat teknis sehingga sulit dipahami pimpinan unit.
Perbaikan yang paling tepat adalah …
A. Mempertahankan bahasa teknis agar laporan terlihat profesional
B. Mengurangi seluruh rincian bukti
C. Menggunakan bahasa yang jelas, ringkas, dan tetap mempertahankan ketepatan substansi
D. Mengganti semua istilah teknis dengan bahasa informal
E. Menyerahkan interpretasi laporan kepada pembaca
Jawaban: C
Pembahasan:
Komunikasi hasil pengawasan harus jelas, objektif, dan mudah dipahami tanpa mengurangi ketepatan teknisnya.
Soal 19
Auditor memperoleh tekanan dari pimpinan unit agar satu temuan dihapus karena dinilai dapat memengaruhi citra organisasi.
Sikap paling tepat adalah …
A. Menghapus temuan demi menjaga hubungan kerja
B. Mengurangi substansi temuan tanpa dokumentasi
C. Mempertahankan penilaian profesional berdasarkan bukti dan melaporkan tekanan tersebut melalui jalur yang sesuai bila diperlukan
D. Menunda laporan sampai tekanan mereda
E. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada auditan
Jawaban: C
Pembahasan:
Objektivitas dan independensi auditor harus tetap dijaga. Tekanan tidak boleh memengaruhi simpulan yang telah didukung oleh bukti yang memadai.
Soal 20
Setelah rekomendasi dilaksanakan, auditor melihat bahwa masalah yang sama masih berulang pada periode berikutnya.
Langkah evaluasi paling tepat adalah …
A. Menganggap rekomendasi telah gagal sepenuhnya
B. Menilai kembali akar penyebab dan efektivitas tindakan perbaikan yang telah dilakukan
C. Menutup temuan karena rekomendasi pernah dinyatakan selesai
D. Mengganti seluruh tim audit
E. Menurunkan tingkat risiko secara otomatis
Jawaban: B
Pembahasan:
Masalah yang berulang menunjukkan bahwa tindakan perbaikan mungkin belum menyentuh akar penyebab. Auditor perlu mengevaluasi kembali efektivitas tindak lanjut dan faktor penyebabnya.
Soal 21
Dalam penilaian risiko, auditor menemukan bahwa kemungkinan terjadinya kesalahan relatif rendah, tetapi dampaknya terhadap tujuan organisasi sangat besar.
Sikap paling tepat adalah …
A. Mengabaikan risiko karena kemungkinan terjadinya rendah
B. Tetap mempertimbangkan risiko tersebut karena besarnya dampak dapat membuatnya signifikan
C. Menghapus risiko dari daftar prioritas
D. Menunggu sampai risiko benar-benar terjadi
E. Menilai risiko hanya berdasarkan frekuensi kejadian sebelumnya
Jawaban: B
Pembahasan:
Penilaian risiko tidak hanya melihat kemungkinan terjadinya, tetapi juga besarnya dampak. Risiko dengan probabilitas rendah tetap dapat menjadi prioritas apabila konsekuensinya sangat besar.
Soal 22
Auditor menemukan bahwa suatu unit memiliki prosedur pengadaan yang lengkap, tetapi tidak terdapat pemisahan fungsi antara pihak yang memesan, menerima, dan mencatat barang.
Kelemahan utama yang perlu diperhatikan adalah …
A. Tidak adanya dokumentasi kebijakan
B. Risiko benturan fungsi dan lemahnya pengendalian internal
C. Kurangnya jumlah pegawai
D. Ketidaksesuaian struktur organisasi
E. Ketidakcukupan anggaran
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemisahan fungsi penting untuk mengurangi risiko kesalahan dan penyalahgunaan. Ketika beberapa fungsi kritis dikendalikan oleh pihak yang sama, risiko fraud dan kesalahan meningkat.
Soal 23
Dalam proses evaluasi program, auditor menemukan target telah tercapai 100%, tetapi manfaat yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan tujuan awal program.
Aspek yang paling tepat dianalisis adalah …
A. Efektivitas program
B. Ketepatan pencatatan transaksi
C. Kepatuhan administrasi
D. Struktur biaya
E. Jumlah dokumen pendukung
Jawaban: A
Pembahasan:
Efektivitas berkaitan dengan tingkat pencapaian tujuan dan manfaat yang diharapkan. Meskipun output tercapai, program belum tentu efektif jika outcome atau manfaatnya tidak sesuai tujuan.
Soal 24
Seorang auditor menemukan informasi penting dari wawancara, tetapi narasumber tidak bersedia memberikan dokumen pendukung dan keterangannya belum dapat dikonfirmasi dari sumber lain.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menggunakan informasi tersebut sebagai temuan utama
B. Menolak seluruh keterangan narasumber
C. Mencatat informasi sebagai petunjuk awal dan melakukan prosedur tambahan untuk memperoleh bukti pendukung
D. Menyimpulkan bahwa narasumber tidak dapat dipercaya
E. Menghapus catatan wawancara
Jawaban: C
Pembahasan:
Informasi lisan dapat menjadi petunjuk, tetapi untuk mendukung simpulan audit perlu diperkuat dengan bukti lain yang relevan dan memadai.
Soal 25
Tim audit menghadapi keterbatasan waktu sementara ruang lingkup penugasan sangat luas.
Pendekatan paling tepat adalah …
A. Mengurangi pengujian secara acak
B. Memfokuskan sumber daya pada area yang memiliki risiko dan materialitas lebih tinggi
C. Memeriksa seluruh area dengan kedalaman yang sama
D. Menghapus sebagian tujuan audit tanpa dokumentasi
E. Menunda penugasan sampai tersedia waktu lebih panjang
Jawaban: B
Pembahasan:
Pendekatan berbasis risiko membantu auditor mengalokasikan sumber daya pada area yang paling signifikan sehingga penugasan tetap efektif meskipun terdapat keterbatasan.
Soal 26
Pada saat pembahasan hasil audit, auditan menyatakan bahwa rekomendasi sulit dilaksanakan karena membutuhkan perubahan sistem yang berada di luar kewenangannya.
Respons auditor paling tepat adalah …
A. Mempertahankan rekomendasi tanpa perubahan
B. Menghapus seluruh temuan
C. Menilai kembali kelayakan rekomendasi dan mengarahkannya kepada pihak yang memiliki kewenangan
D. Menyatakan auditan tidak kooperatif
E. Mengubah rekomendasi menjadi teguran lisan
Jawaban: C
Pembahasan:
Rekomendasi harus realistis dan dapat dilaksanakan oleh pihak yang memiliki kewenangan. Jika tidak, auditor perlu menyesuaikan rekomendasi tanpa mengurangi tujuan perbaikan.
Soal 27
Auditor menemukan bahwa indikator kinerja suatu program hanya mengukur jumlah kegiatan yang dilakukan, tanpa mengukur hasil atau manfaat program.
Kelemahan utama indikator tersebut adalah …
A. Terlalu banyak menggunakan data kuantitatif
B. Hanya mengukur output dan belum mencerminkan outcome
C. Tidak dapat digunakan untuk mengukur anggaran
D. Tidak berkaitan dengan struktur organisasi
E. Tidak mencantumkan nama penanggung jawab
Jawaban: B
Pembahasan:
Indikator yang hanya mengukur jumlah aktivitas atau output belum cukup untuk menilai apakah program benar-benar menghasilkan manfaat atau outcome yang diharapkan.
Soal 28
Dalam satu penugasan, auditor menemukan kelemahan yang sama seperti tahun sebelumnya, meskipun auditan menyatakan telah melakukan tindak lanjut.
Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menganggap temuan tahun sebelumnya tidak relevan
B. Menilai apakah tindak lanjut telah menyentuh akar penyebab kelemahan
C. Menutup temuan lama dan membuat temuan baru tanpa analisis
D. Mengurangi tingkat risiko karena tindakan sudah pernah dilakukan
E. Menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan auditan
Jawaban: B
Pembahasan:
Temuan berulang sering menunjukkan bahwa tindakan perbaikan belum efektif atau belum menyentuh akar penyebab. Auditor perlu mengevaluasi substansi tindak lanjut, bukan hanya keberadaan dokumennya.
Soal 29
Seorang auditor diminta menyampaikan hasil audit kepada pimpinan yang hanya memiliki waktu singkat untuk membaca laporan.
Pendekatan komunikasi paling tepat adalah …
A. Menyampaikan seluruh detail teknis di bagian awal
B. Menyajikan ringkasan eksekutif yang memuat isu utama, dampak, dan rekomendasi penting
C. Menghapus seluruh data pendukung
D. Hanya menyampaikan kesimpulan tanpa rekomendasi
E. Menggunakan istilah teknis sebanyak mungkin
Jawaban: B
Pembahasan:
Ringkasan eksekutif membantu pimpinan memahami isu paling penting secara cepat tanpa kehilangan substansi utama dari hasil pengawasan.
Soal 30
Dalam evaluasi anggaran, auditor menemukan realisasi belanja mencapai 98%, tetapi sebagian output tidak selesai dan manfaat program belum tercapai.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Kinerja program sangat baik karena penyerapan anggaran tinggi
B. Tingginya realisasi anggaran belum cukup untuk menunjukkan keberhasilan kinerja
C. Program otomatis dinilai efisien
D. Seluruh tujuan program dianggap tercapai
E. Penilaian kinerja tidak diperlukan karena anggaran hampir habis
Jawaban: B
Pembahasan:
Tingkat penyerapan anggaran tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya indikator keberhasilan. Auditor perlu menilai hubungan antara input, output, outcome, efisiensi, dan efektivitas program.
Soal 31
Auditor menemukan bahwa sebuah program memiliki banyak indikator kinerja, tetapi sebagian besar tidak memiliki target yang jelas dan sumber data yang konsisten.
Langkah paling tepat adalah …
A. Menggunakan seluruh indikator agar evaluasi lebih lengkap
B. Memilih indikator yang mudah dihitung
C. Mengevaluasi kembali relevansi, keterukuran, dan keandalan sumber data indikator
D. Mengabaikan indikator yang tidak mencapai target
E. Mengganti seluruh indikator dengan indikator keuangan
Jawaban: C
Pembahasan:
Indikator kinerja harus relevan, terukur, dan didukung sumber data yang andal. Banyaknya indikator tidak otomatis meningkatkan kualitas evaluasi apabila tidak dapat digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan secara objektif.
Soal 32
Dalam penugasan, auditor melihat adanya transaksi yang secara nominal kecil tetapi dilakukan berulang dengan pola pemecahan nilai agar berada di bawah batas otorisasi tertentu.
Respons paling tepat adalah …
A. Mengabaikan karena setiap transaksi bernilai kecil
B. Menilai pola tersebut sebagai indikator risiko dan melakukan pengujian lebih lanjut
C. Menunggu sampai total transaksi melebihi batas materialitas
D. Menyimpulkan langsung telah terjadi fraud
E. Menghapus transaksi dari sampel karena nilainya rendah
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemecahan transaksi dapat menjadi indikator penghindaran pengendalian. Auditor perlu melihat substansi dan pola transaksi, bukan hanya nilai individualnya.
Soal 33
Ketua tim mengetahui bahwa anggota tim memiliki beban kerja tidak seimbang. Beberapa anggota menangani area berisiko tinggi, sementara anggota lain mendapat tugas relatif ringan.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Membiarkan karena pembagian tugas sudah dilakukan sejak awal
B. Menyesuaikan pembagian tugas berdasarkan risiko, kompetensi, dan kapasitas masing-masing anggota
C. Menyerahkan seluruh area berisiko tinggi kepada auditor paling senior
D. Mengurangi ruang lingkup area berisiko tinggi
E. Menunda pengujian sampai seluruh anggota memiliki beban yang sama
Jawaban: B
Pembahasan:
Pengelolaan tim harus mempertimbangkan risiko penugasan, kemampuan anggota, dan beban kerja agar kualitas pengawasan tetap terjaga.
Soal 34
Dalam audit, auditor memperoleh bukti yang cukup untuk menunjukkan kondisi tertentu, tetapi belum dapat mengidentifikasi penyebab utama terjadinya masalah.
Langkah paling tepat adalah …
A. Langsung menyusun rekomendasi berdasarkan kondisi
B. Melakukan analisis lebih lanjut untuk menemukan akar penyebab sebelum menyusun rekomendasi
C. Menggunakan penyebab dari temuan tahun sebelumnya
D. Menyerahkan identifikasi penyebab kepada auditan
E. Menghapus temuan karena unsur penyebab belum tersedia
Jawaban: B
Pembahasan:
Rekomendasi yang efektif harus diarahkan pada akar penyebab. Tanpa analisis sebab yang memadai, rekomendasi berisiko hanya mengatasi gejala dan tidak mencegah masalah berulang.
Soal 35
Auditor menilai pengendalian suatu proses sudah dirancang dengan baik. Namun, hasil pengujian menunjukkan pegawai sering mengabaikan prosedur ketika beban kerja meningkat.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Desain dan efektivitas operasional pengendalian sama-sama memadai
B. Desain pengendalian memadai, tetapi efektivitas pelaksanaannya lemah
C. Tidak ada kelemahan karena prosedur sudah tersedia
D. Risiko dapat diabaikan karena masalah hanya terjadi pada periode sibuk
E. Prosedur harus dihapus agar pekerjaan lebih cepat
Jawaban: B
Pembahasan:
Efektivitas pengendalian tidak hanya dilihat dari desain, tetapi juga dari konsistensi pelaksanaannya. Prosedur yang baik tetapi tidak dijalankan dengan baik tetap menimbulkan risiko.
Soal 36
Saat melakukan evaluasi program, auditor menemukan bahwa target output dan outcome tercapai, tetapi biaya pelaksanaannya jauh lebih tinggi dibanding alternatif lain yang menghasilkan manfaat serupa.
Aspek yang paling tepat menjadi perhatian utama adalah …
A. Efisiensi penggunaan sumber daya
B. Kepatuhan administratif
C. Struktur kelembagaan
D. Kelengkapan dokumen
E. Jumlah penerima manfaat
Jawaban: A
Pembahasan:
Jika manfaat tercapai tetapi sumber daya yang digunakan terlalu besar dibanding alternatif yang tersedia, persoalan utamanya berkaitan dengan efisiensi.
Soal 37
Auditor menerima informasi anonim mengenai dugaan manipulasi data kinerja. Informasi tersebut cukup rinci tetapi belum disertai bukti pendukung.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Langsung memasukkan informasi tersebut dalam laporan
B. Mengabaikannya karena identitas pelapor tidak diketahui
C. Menggunakan informasi sebagai indikasi awal dan melakukan verifikasi independen
D. Meminta seluruh pegawai mengakui apakah informasi tersebut benar
E. Menyimpulkan terdapat penyimpangan berdasarkan rincian laporan
Jawaban: C
Pembahasan:
Informasi anonim dapat menjadi sumber awal penilaian risiko, tetapi tidak boleh langsung dijadikan dasar simpulan tanpa verifikasi yang memadai.
Soal 38
Dalam reviu kertas kerja, pengendali teknis menemukan simpulan auditor tidak sepenuhnya didukung oleh bukti yang terdokumentasi.
Langkah paling tepat adalah …
A. Mempertahankan simpulan karena auditor telah melakukan pemeriksaan lapangan
B. Meminta auditor melengkapi prosedur dan dokumentasi sebelum simpulan dipertahankan
C. Menghapus seluruh kertas kerja
D. Mengubah simpulan tanpa komunikasi dengan auditor
E. Menyampaikan laporan terlebih dahulu lalu memperbaiki dokumentasi kemudian
Jawaban: B
Pembahasan:
Kualitas hasil pengawasan bergantung pada keterkaitan antara prosedur, bukti, dokumentasi, dan simpulan. Simpulan harus dapat ditelusuri dan didukung bukti yang memadai.
Soal 39
Sebuah rekomendasi telah ditindaklanjuti secara administratif, tetapi risiko utama yang menjadi dasar temuan masih tetap tinggi.
Penilaian paling tepat adalah …
A. Tindak lanjut tetap dapat dinyatakan efektif karena dokumen sudah lengkap
B. Tindak lanjut perlu dievaluasi dari substansi dan dampaknya terhadap penurunan risiko
C. Temuan harus otomatis ditutup
D. Risiko tidak perlu dinilai kembali
E. Auditor hanya perlu memeriksa surat penyelesaian
Jawaban: B
Pembahasan:
Keberhasilan tindak lanjut tidak cukup dinilai dari kelengkapan dokumen. Auditor perlu melihat apakah tindakan tersebut benar-benar memperbaiki kondisi dan menurunkan risiko.
Soal 40
Pimpinan meminta auditor mempersingkat laporan dengan menghapus beberapa temuan yang dianggap kurang strategis. Setelah ditelaah, sebagian temuan memang memiliki dampak rendah, tetapi tetap relevan terhadap tujuan pengawasan.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menghapus seluruh temuan berdampak rendah
B. Mempertahankan semua temuan dengan tingkat detail yang sama
C. Menentukan cara penyajian berdasarkan signifikansi, materialitas, dan relevansinya terhadap tujuan pengawasan
D. Menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pimpinan auditan
E. Memasukkan seluruh temuan hanya ke lampiran tanpa penjelasan
Jawaban: C
Pembahasan:
Komunikasi hasil pengawasan perlu mempertimbangkan signifikansi dan kebutuhan pengguna laporan. Temuan yang lebih rendah dampaknya dapat disajikan secara proporsional tanpa menghilangkan informasi yang tetap relevan.
Soal 41
Dalam penyusunan rencana pengawasan, auditor menemukan bahwa suatu program memiliki nilai anggaran sedang, tetapi menyangkut layanan publik strategis dan memiliki riwayat keluhan masyarakat yang tinggi.
Pertimbangan paling tepat adalah …
A. Menurunkan prioritas karena nilai anggarannya tidak besar
B. Tetap mempertimbangkan program sebagai prioritas karena dampak dan risikonya signifikan
C. Memilih program lain yang anggarannya paling besar
D. Menunggu sampai terdapat kerugian finansial
E. Menghapus program dari ruang lingkup pengawasan
Jawaban: B
Pembahasan:
Prioritas pengawasan tidak hanya ditentukan oleh nilai anggaran. Dampak terhadap layanan publik, risiko reputasi, dan riwayat masalah juga perlu menjadi pertimbangan.
Soal 42
Auditor menemukan bahwa data kinerja suatu unit selalu menunjukkan capaian tinggi, tetapi sumber datanya dibuat dan diverifikasi oleh orang yang sama.
Risiko utama dari kondisi tersebut adalah …
A. Data pasti salah
B. Tidak adanya pemisahan fungsi yang dapat mengurangi keandalan data
C. Target kinerja terlalu tinggi
D. Sistem pelaporan terlalu sederhana
E. Jumlah indikator terlalu sedikit
Jawaban: B
Pembahasan:
Pemisahan fungsi penting untuk menjaga objektivitas dan keandalan informasi. Jika penyusun sekaligus menjadi pihak yang memverifikasi, risiko bias dan kesalahan menjadi lebih tinggi.
Soal 43
Dalam sebuah penugasan, auditor menemukan indikasi bahwa keputusan tertentu dipengaruhi oleh hubungan pribadi antara pejabat dan penyedia.
Langkah paling tepat adalah …
A. Langsung menyatakan telah terjadi korupsi
B. Menghapus informasi karena belum ada kerugian
C. Memperluas pengujian terhadap proses pengambilan keputusan, hubungan para pihak, dan bukti pendukung
D. Menyampaikan tuduhan kepada seluruh pegawai
E. Menghentikan penugasan
Jawaban: C
Pembahasan:
Indikasi konflik kepentingan harus ditindaklanjuti melalui pengujian yang lebih mendalam. Auditor tetap harus membangun simpulan berdasarkan bukti, bukan dugaan.
Soal 44
Suatu rekomendasi meminta unit kerja memperbaiki prosedur verifikasi pembayaran. Setelah enam bulan, prosedur baru sudah diterbitkan, tetapi hasil pengujian menunjukkan praktik lama masih digunakan.
Penilaian paling tepat adalah …
A. Rekomendasi telah selesai karena prosedur baru tersedia
B. Tindak lanjut belum efektif karena perubahan belum diterapkan secara operasional
C. Temuan harus ditutup karena dokumen sudah lengkap
D. Risiko dianggap menurun otomatis
E. Auditor tidak perlu melakukan pengujian lanjutan
Jawaban: B
Pembahasan:
Tindak lanjut harus dinilai dari implementasinya, bukan sekadar keberadaan dokumen. Jika praktik belum berubah, tujuan rekomendasi belum tercapai.
Soal 45
Auditor diminta memberikan simpulan terhadap program yang berhasil mencapai seluruh target tahunan, tetapi target tersebut ternyata jauh lebih rendah dibanding kebutuhan masyarakat.
Hal yang paling tepat dilakukan adalah …
A. Menyatakan program sepenuhnya berhasil
B. Mengabaikan kebutuhan masyarakat karena target telah tercapai
C. Menilai kembali relevansi dan kecukupan target terhadap tujuan serta kebutuhan yang ingin dipenuhi
D. Mengganti target secara sepihak
E. Membandingkan hanya dengan realisasi anggaran
Jawaban: C
Pembahasan:
Pencapaian target belum selalu menunjukkan efektivitas jika targetnya sendiri tidak memadai. Auditor perlu menilai apakah target relevan dengan tujuan program dan kebutuhan penerima manfaat.
Soal 46
Dalam rapat tim, dua auditor memiliki simpulan berbeda terhadap hasil pengujian yang sama. Keduanya memiliki argumentasi yang cukup kuat.
Tindakan paling tepat bagi ketua tim adalah …
A. Memilih pendapat auditor yang lebih senior
B. Mengambil keputusan berdasarkan suara terbanyak
C. Menelaah kembali bukti, kriteria, dan pertimbangan profesional yang mendasari kedua simpulan
D. Menghapus area tersebut dari laporan
E. Menyerahkan keputusan kepada auditan
Jawaban: C
Pembahasan:
Perbedaan simpulan harus diselesaikan dengan kembali pada bukti, kriteria, dan dasar analisis. Senioritas atau jumlah pendukung bukan dasar utama dalam menetapkan simpulan audit.
Soal 47
Auditor menemukan bahwa suatu kegiatan selesai tepat waktu dan sesuai anggaran, tetapi kualitas hasilnya tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Kesimpulan paling tepat adalah …
A. Kegiatan tetap dianggap berhasil sepenuhnya
B. Efisiensi waktu dan biaya tidak cukup jika kualitas output tidak memenuhi kriteria
C. Kualitas tidak relevan selama anggaran tidak terlampaui
D. Program pasti efektif
E. Tidak diperlukan rekomendasi
Jawaban: B
Pembahasan:
Keberhasilan tidak hanya dilihat dari waktu dan anggaran. Kualitas output juga harus memenuhi kriteria agar tujuan kegiatan benar-benar tercapai.
Soal 48
Dalam proses pengomunikasian hasil, auditan memberikan argumentasi yang dapat menjelaskan sebagian kondisi, tetapi tidak membantah inti temuan.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Menghapus seluruh temuan
B. Mengabaikan seluruh tanggapan auditan
C. Mempertimbangkan tanggapan secara objektif dan menyesuaikan bagian yang memang didukung bukti
D. Mempertahankan seluruh redaksi agar tidak berubah
E. Meminta auditan menarik tanggapannya
Jawaban: C
Pembahasan:
Tanggapan auditan harus dievaluasi secara objektif. Jika ada bagian yang valid dan didukung bukti, auditor dapat menyesuaikan temuan tanpa menghilangkan substansi utama yang tetap terbukti.
Soal 49
Auditor menemukan sejumlah kelemahan kecil di berbagai proses yang apabila dilihat satu per satu tidak material. Namun, kelemahan tersebut saling berkaitan dan berpotensi menimbulkan risiko besar secara keseluruhan.
Pendekatan paling tepat adalah …
A. Mengabaikan semua kelemahan karena nilainya kecil
B. Menilai dampak kumulatif dan keterkaitan antarkelemahan
C. Melaporkan hanya kelemahan dengan nilai terbesar
D. Menunggu hingga terjadi kerugian aktual
E. Menggabungkannya tanpa melakukan analisis
Jawaban: B
Pembahasan:
Materialitas dan risiko perlu dinilai secara keseluruhan. Sejumlah kelemahan kecil dapat menjadi signifikan apabila memiliki pola atau dampak kumulatif yang besar.
Soal 50
Setelah menyelesaikan pengawasan, tim menemukan bahwa sebagian besar temuan berasal dari lemahnya pengelolaan risiko pada tahap perencanaan program.
Rekomendasi strategis yang paling tepat adalah …
A. Menambah jumlah pemeriksaan setelah program selesai
B. Memperkuat proses identifikasi, analisis, mitigasi, dan pemantauan risiko sejak tahap perencanaan
C. Mengurangi jumlah program yang dilaksanakan
D. Memindahkan seluruh tanggung jawab kepada unit pengawasan intern
E. Menambah laporan administratif tanpa mengubah proses kerja
Jawaban: B
Pembahasan:
Jika akar masalah berasal dari pengelolaan risiko yang lemah, perbaikan harus diarahkan pada proses manajemen risiko sejak awal. Pendekatan ini lebih preventif dan membantu mencegah masalah yang sama berulang.
Ingin Latihan Ujikom JFA Lebih Lengkap? Dapatkan Disini!

Akses paket soal Uji Kompetensi JFA Ahli Pertama, Muda, dan Madya BPKP di ujikom.id untuk memperbanyak latihan materi pengawasan intern, analisis risiko, audit kinerja, penyusunan temuan, rekomendasi, hingga komunikasi hasil pengawasan. Latihan lebih banyak akan membantu Anda mengenali pola soal, mengasah analisis kasus, dan mempersiapkan diri menghadapi ujikom dengan lebih terarah.

