Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Muda menjadi salah satu tahapan penting untuk menilai kemampuan dasar wartawan dalam menjalankan kerja jurnalistik secara profesional. Peserta tidak hanya dituntut mampu menulis berita, tetapi juga memahami Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, teknik riset, wawancara, verifikasi, serta cara menangani persoalan etik di lapangan.
Melalui artikel ini, Anda dapat mempelajari simulasi soal UKW jenjang Muda lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Materinya mencakup penerapan KEJ, Hak Jawab dan Hak Koreksi, perlindungan identitas korban, PPRA, teknik konfirmasi, hingga praktik menulis dan menyunting naskah berita.
Daftar Isi
ToggleStandar Kompetensi Wartawan (SKW) menurut Dewan Pers
Standar Kompetensi Wartawan menjadi acuan untuk menilai kemampuan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, etis, dan bertanggung jawab. Pada jenjang Wartawan Muda, kompetensi yang dinilai berfokus pada kemampuan dasar peliputan, pengolahan informasi, penulisan berita, serta penerapan etika dan hukum pers.
1. Memahami Etika dan Hukum Pers
Wartawan perlu memahami Kode Etik Jurnalistik, UU Pers, Hak Jawab, Hak Koreksi, perlindungan narasumber, serta batas-batas pemberitaan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
2. Merencanakan Liputan
Kompetensi ini mencakup kemampuan menentukan topik, angle, sumber informasi, kebutuhan data, serta strategi liputan sebelum turun ke lapangan.
3. Melakukan Riset dan Verifikasi
Wartawan harus mampu mencari data pendukung, memeriksa akurasi informasi, membandingkan beberapa sumber, dan memastikan fakta tidak hanya berasal dari satu pihak.
4. Melakukan Wawancara
Materi mencakup penyusunan pertanyaan, teknik menggali informasi, konfirmasi terhadap pihak terkait, serta pemahaman status informasi seperti on the record, embargo, dan off the record.
5. Menulis Berita
Wartawan Muda dituntut mampu menyusun berita yang akurat, berimbang, jelas, dan relevan dengan menggunakan struktur jurnalistik yang tepat.
6. Menyunting Naskah Jurnalistik
Kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan memperbaiki fakta, struktur, bahasa, judul, lead, serta menghilangkan unsur bias atau kalimat yang berpotensi melanggar etika.
7. Menangani Isu Sensitif
Wartawan perlu memahami cara memberitakan anak, korban kekerasan seksual, kelompok rentan, konflik, dan isu keberagaman tanpa membuka identitas yang dilindungi atau menimbulkan stigma.
8. Menyelesaikan Persoalan Etik dan Sengketa Pers
Kompetensi ini mencakup kemampuan merespons keberatan terhadap pemberitaan, memahami mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi, serta mengetahui peran Dewan Pers dalam penyelesaian sengketa jurnalistik.
Secara umum, UKW jenjang Muda menilai apakah peserta sudah mampu menjalankan proses jurnalistik dari tahap perencanaan hingga publikasi dengan tetap berpegang pada akurasi, independensi, keberimbangan, dan tanggung jawab etik.
Latihan Soal Pemahaman UU Pers No. 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ)
Berikut latihan soal untuk menguji kemampuan peserta menerapkan UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik dalam situasi nyata. Fokus utamanya adalah akurasi, keberimbangan, perlindungan narasumber, hak jawab, hak koreksi, serta tanggung jawab wartawan terhadap pihak yang diberitakan.
Soal 1
Seorang pejabat ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi. Wartawan kemudian menulis judul: “Pejabat X Terbukti Korupsi Dana Proyek”, padahal perkara belum diputus pengadilan.
Kesalahan etik utama dalam pemberitaan tersebut adalah …
A. Tidak menggunakan bahasa jurnalistik
B. Melanggar asas praduga tak bersalah karena menghakimi tersangka sebelum ada putusan berkekuatan hukum tetap
C. Tidak mencantumkan nominal kerugian
D. Tidak menyebut nama penyidik
E. Menggunakan istilah korupsi dalam judul
Jawaban: B
Pembahasan:
Kode Etik Jurnalistik mewajibkan wartawan menguji informasi, memberitakan secara berimbang, dan menerapkan asas praduga tak bersalah. Status tersangka tidak boleh ditulis seolah-olah seseorang sudah terbukti bersalah.
Soal 2
Media menulis bahwa sebuah perusahaan memiliki tunggakan pajak Rp20 miliar. Setelah berita terbit, redaksi mengetahui angka sebenarnya adalah Rp2 miliar akibat salah membaca dokumen.
Langkah yang paling tepat adalah …
A. Menghapus berita tanpa penjelasan
B. Menunggu perusahaan mengajukan gugatan
C. Segera melakukan koreksi secara terbuka dan memperbaiki informasi yang keliru
D. Mempertahankan berita karena kesalahan hanya pada angka
E. Mengubah angka secara diam-diam tanpa catatan koreksi
Jawaban: C
Pembahasan:
Kesalahan faktual perlu segera diperbaiki melalui mekanisme koreksi. UU Pers mengenal Hak Koreksi, sedangkan KEJ juga mewajibkan wartawan segera mencabut, meralat, dan memperbaiki berita yang keliru serta meminta maaf apabila diperlukan.
Soal 3
Seorang narasumber memberikan informasi penting kepada wartawan dengan kesepakatan sejak awal bahwa informasi tersebut off the record. Setelah rapat redaksi, editor merasa informasi itu sangat menarik dan ingin tetap menerbitkannya.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Menerbitkan informasi tanpa menyebut nama narasumber
B. Menerbitkan sebagian informasi karena kepentingan publik
C. Mengubah statusnya menjadi anonim secara sepihak
D. Menghormati kesepakatan off the record dan tidak mempublikasikan informasi tersebut
E. Menunggu media lain memuatnya lalu ikut memberitakan
Jawaban: D
Pembahasan:
KEJ menyatakan wartawan menghormati ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan. Status informasi tidak dapat diubah secara sepihak hanya karena dinilai menarik.
Soal 4
Narasumber memberikan laporan hasil audit kepada beberapa wartawan dengan ketentuan bahwa isinya baru boleh dipublikasikan pukul 10.00 keesokan harinya. Salah satu wartawan ingin menerbitkan lebih awal agar medianya menjadi yang pertama.
Sikap yang paling tepat adalah …
A. Menghormati embargo dan mempublikasikan setelah waktu yang disepakati
B. Menerbitkan segera selama dokumen sudah diterima
C. Mengutip sebagian isi sebelum embargo berakhir
D. Meminta editor menerbitkan tanpa mencantumkan sumber
E. Membocorkan informasi kepada media lain terlebih dahulu
Jawaban: A
Pembahasan:
Embargo merupakan kesepakatan mengenai waktu publikasi yang harus dihormati. Pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut merupakan persoalan etik jurnalistik.
Soal 5
Dalam pemberitaan kasus kekerasan seksual, redaksi tidak menuliskan nama korban. Namun, berita mencantumkan nama sekolah, nama orang tua, alamat desa, dan foto rumah korban sehingga warga mudah mengetahui identitasnya.
Penilaian yang paling tepat adalah …
A. Tidak ada pelanggaran karena nama korban sudah disamarkan
B. Pemberitaan tetap berpotensi melanggar KEJ karena identitas mencakup seluruh informasi yang dapat memudahkan orang melacak korban
C. Identitas hanya berarti nama lengkap dan nomor identitas
D. Informasi boleh dimuat apabila korban belum mengajukan keberatan
E. Pelanggaran hanya terjadi apabila korban masih anak-anak
Jawaban: B
Pembahasan:
Pasal 5 KEJ melarang penyebutan dan penyiaran identitas korban kejahatan susila. Identitas tidak terbatas pada nama, tetapi mencakup informasi yang dapat memudahkan orang lain mengetahui siapa korban tersebut.
Soal 6
Sebuah berita menuduh pengelola sekolah melakukan pungutan ilegal berdasarkan pernyataan beberapa orang tua. Pihak sekolah belum pernah dimintai konfirmasi sebelum berita diterbitkan.
Setelah terbit, pihak sekolah mengajukan keberatan dan meminta kesempatan memberikan penjelasan.
Langkah redaksi paling tepat adalah …
A. Menolak karena berita sudah terbit
B. Menghapus seluruh berita tanpa pemeriksaan
C. Meminta pihak sekolah menyelesaikan persoalan langsung ke pengadilan
D. Memuat penjelasan hanya apabila sekolah membeli ruang iklan
E. Memberikan ruang Hak Jawab secara proporsional serta mengevaluasi kekurangan verifikasi pada pemberitaan awal
Jawaban: E
Pembahasan:
Hak Jawab merupakan hak seseorang atau kelompok untuk memberikan tanggapan terhadap pemberitaan yang merugikan nama baiknya. Media juga perlu mengevaluasi proses verifikasi karena pemberitaan yang menuduh suatu pihak seharusnya tetap memenuhi prinsip keberimbangan.
Soal 7
Sebuah portal berita salah menyebut seorang pengusaha sebagai pemilik perusahaan yang sedang diperiksa aparat. Pengusaha tersebut menghubungi redaksi dan menunjukkan bukti bahwa informasi itu keliru.
Respons paling tepat adalah …
A. Menolak permintaan karena informasi diperoleh dari narasumber resmi
B. Meminta pengusaha menunggu sampai kasus selesai
C. Melakukan verifikasi ulang, memuat koreksi atas fakta yang salah, dan memberikan ruang tanggapan jika pemberitaan telah merugikan pihak tersebut
D. Menghapus nama pengusaha tanpa menjelaskan perubahan
E. Menyarankan pengusaha membuat unggahan klarifikasi di media sosial sendiri
Jawaban: C
Pembahasan:
Jika terdapat kesalahan fakta, media wajib mengoreksinya. Jika pihak yang dirugikan juga ingin memberikan tanggapan terhadap pemberitaan, Hak Jawab dapat digunakan. Mekanisme ini merupakan bagian penting penyelesaian sengketa pers sebelum persoalan berkembang lebih jauh.
Latihan Soal Pedoman Pemberitaan Ramah Anak (PPRA) & Keberagaman
Bagian ini menguji kemampuan wartawan menjaga kepentingan terbaik bagi anak sekaligus memberitakan isu keberagaman secara akurat, proporsional, dan tidak menimbulkan stigma.
Soal 1
Seorang anak berusia 14 tahun menjadi korban kekerasan di sekolah. Redaksi telah menyamarkan nama anak, tetapi tetap mencantumkan kelas, nama sekolah, foto rumah, dan nama lengkap orang tua.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Tetap memuat karena nama anak sudah disamarkan
B. Menghapus hanya foto rumah
C. Mengurangi seluruh informasi yang dapat mengarah pada identitas anak
D. Mengganti nama sekolah dengan singkatan
E. Meminta izin teman sekelas sebelum terbit
Jawaban: C
Pembahasan:
Perlindungan identitas anak tidak hanya menyangkut nama. Informasi lain yang memungkinkan publik mengenali anak juga perlu disamarkan atau dihilangkan.
Soal 2
Dalam kasus anak yang diduga terlibat tindak pidana, wartawan memperoleh foto jelas wajah anak dari media sosial.
Sikap yang paling tepat adalah …
A. Memuat foto karena sudah tersedia di ruang publik
B. Menyamarkan identitas dan tidak menampilkan wajah yang memungkinkan anak dikenali
C. Memuat foto jika perkara sudah viral
D. Meminta izin warganet sebelum menggunakan foto
E. Menampilkan foto selama nama anak tidak disebut
Jawaban: B
Pembahasan:
Anak yang berhadapan dengan hukum tetap harus dilindungi identitasnya. Viral atau tersedianya foto di media sosial tidak menghapus kewajiban etik wartawan.
Soal 3
Sebuah berita tentang konflik warga menggunakan judul yang menonjolkan suku salah satu pihak, padahal latar belakang etnis tidak memiliki hubungan langsung dengan penyebab konflik.
Perbaikan paling tepat adalah …
A. Tetap mencantumkan suku karena termasuk fakta
B. Menambahkan suku pihak lain agar berimbang
C. Menghapus informasi etnis yang tidak relevan agar tidak memperkuat stereotip
D. Mengganti suku dengan agama
E. Mempertahankan judul tetapi menambah penjelasan di akhir berita
Jawaban: C
Pembahasan:
Identitas suku, agama, ras, atau kelompok tertentu sebaiknya hanya disebut jika benar-benar relevan dengan konteks berita. Penyebutan yang tidak perlu dapat menimbulkan stigma dan memperbesar prasangka.
Soal 4
Wartawan mewawancarai anak korban bencana yang masih tampak trauma. Anak mulai menangis ketika ditanya tentang anggota keluarganya yang meninggal.
Tindakan paling tepat adalah …
A. Melanjutkan wawancara agar cerita lebih emosional
B. Menghentikan atau menyesuaikan wawancara dengan mempertimbangkan kondisi psikologis anak
C. Meminta anak mengulang jawaban agar rekaman lebih jelas
D. Mengambil gambar lebih dekat saat anak menangis
E. Menanyakan detail kejadian berulang kali
Jawaban: B
Pembahasan:
Kepentingan dan kondisi psikologis anak harus lebih diutamakan daripada kebutuhan mendapatkan materi berita yang dramatis.
Soal 5
Dalam liputan tentang penyandang disabilitas yang meraih prestasi, reporter menulis bahwa keberhasilan tersebut terjadi “meskipun ia tidak sempurna secara fisik”.
Penilaian paling tepat adalah …
A. Tepat karena menunjukkan perjuangan
B. Tepat jika narasumber tidak keberatan
C. Kurang tepat karena menggunakan bahasa yang merendahkan dan membangun stigma
D. Tepat selama prestasinya benar
E. Tidak masalah jika ditulis dalam feature
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemberitaan keberagaman harus menggunakan bahasa yang bermartabat dan tidak menempatkan kelompok tertentu sebagai objek belas kasihan atau stereotip.
Soal 6
Wartawan meliput kasus perundungan yang melibatkan dua anak. Orang tua korban bersedia menyebutkan nama anaknya secara terbuka karena ingin kasus mendapat perhatian.
Tindakan wartawan yang paling tepat adalah …
A. Langsung memuat nama karena sudah mendapat izin orang tua
B. Tetap mempertimbangkan kepentingan terbaik anak dan risiko dampak jangka panjang sebelum mengungkap identitas
C. Memuat nama lengkap tetapi tanpa foto
D. Menuliskan nama sekolah saja
E. Meminta persetujuan pelaku sebelum menerbitkan
Jawaban: B
Pembahasan:
Persetujuan orang tua tidak otomatis membuat pengungkapan identitas selalu tepat. Wartawan tetap harus mempertimbangkan dampak psikologis, sosial, dan masa depan anak.
Soal 7
Sebuah media memberitakan kelompok minoritas dengan hanya mengutip pihak yang menolak keberadaan kelompok tersebut. Tidak ada upaya menghubungi pihak yang diberitakan atau ahli independen.
Masalah utama pemberitaan tersebut adalah …
A. Terlalu banyak menggunakan kutipan langsung
B. Kurang panjang
C. Tidak memenuhi prinsip keberimbangan dan berpotensi memperkuat stigma
D. Tidak menggunakan foto
E. Tidak mencantumkan data demografis
Jawaban: C
Pembahasan:
Pemberitaan mengenai kelompok rentan dan keberagaman perlu dilakukan secara berimbang, terverifikasi, serta memberi ruang kepada pihak yang terdampak agar berita tidak berubah menjadi reproduksi prasangka.
Latihan Soal Teknik Riset Liputan, Wawancara, dan Konfirmasi Berita
Bagian ini menguji kemampuan wartawan dalam menyiapkan liputan, memilih sumber, menggali informasi, memverifikasi data, serta memastikan pihak yang diberitakan memperoleh kesempatan untuk memberikan penjelasan.
Soal 1
Wartawan menerima informasi bahwa sebuah sekolah diduga melakukan pungutan tanpa dasar yang jelas. Informasi awal hanya berasal dari satu orang tua siswa melalui pesan pribadi.
Langkah riset pertama yang paling tepat adalah …
A. Langsung menulis berita karena informasi berasal dari pihak yang mengalami
B. Mencari dokumen pendukung, memeriksa aturan terkait, dan menghubungi sumber lain sebelum menarik kesimpulan
C. Meminta orang tua tersebut membuat unggahan publik terlebih dahulu
D. Menghubungi media lain untuk memastikan apakah isu tersebut juga mereka terima
E. Menunggu sampai sekolah memberikan klarifikasi tanpa melakukan riset tambahan
Jawaban: B
Pembahasan:
Informasi awal perlu diuji melalui dokumen, sumber tambahan, dan konteks aturan yang relevan. Satu sumber belum cukup untuk membangun kesimpulan yang kuat.
Soal 2
Dalam wawancara mengenai dugaan penyalahgunaan anggaran, narasumber terus memberikan jawaban umum dan menghindari pertanyaan inti.
Teknik yang paling tepat adalah …
A. Mengakhiri wawancara karena narasumber tidak kooperatif
B. Mengulang pertanyaan yang sama dengan nada lebih keras
C. Menggunakan pertanyaan lanjutan yang spesifik berdasarkan data atau dokumen yang sudah dimiliki
D. Mengganti semua pertanyaan dengan pertanyaan tertutup
E. Menyimpulkan sendiri jawaban yang tidak diberikan narasumber
Jawaban: C
Pembahasan:
Pertanyaan lanjutan yang spesifik membantu wartawan menggali jawaban tanpa harus bersikap konfrontatif. Data atau dokumen juga membuat pertanyaan lebih terarah.
Soal 3
Wartawan memperoleh dua dokumen dengan angka berbeda mengenai nilai sebuah proyek pemerintah. Kedua dokumen sama-sama terlihat resmi.
Tindakan yang paling tepat adalah …
A. Menggunakan angka yang lebih besar karena lebih menarik
B. Mengambil rata-rata dari kedua angka
C. Memilih dokumen yang lebih dulu diterima
D. Memverifikasi sumber, tanggal, konteks, dan status dokumen sebelum menggunakan angka dalam berita
E. Memuat kedua angka tanpa penjelasan
Jawaban: D
Pembahasan:
Perbedaan data harus diselesaikan melalui verifikasi. Wartawan perlu mengetahui dokumen mana yang paling mutakhir, sah, dan sesuai konteks.
Soal 4
Seorang narasumber memberikan pernyataan keras yang menuduh pihak lain melakukan pelanggaran. Pihak yang dituduh belum berhasil dihubungi hingga menjelang tenggat publikasi.
Langkah paling tepat adalah …
A. Tetap memuat tuduhan sebagai fakta karena berasal dari narasumber langsung
B. Menghapus seluruh berita sampai pihak tersebut bersedia diwawancarai
C. Menjelaskan bahwa upaya konfirmasi telah dilakukan dan tetap berhati-hati dalam menulis tuduhan sebagai klaim, bukan fakta yang sudah terbukti
D. Menambahkan opini wartawan untuk menyeimbangkan berita
E. Menganggap tidak adanya respons sebagai pengakuan
Jawaban: C
Pembahasan:
Konfirmasi harus diupayakan secara sungguh-sungguh. Jika pihak belum merespons, berita tetap harus membedakan dengan jelas antara tuduhan dan fakta terverifikasi.
Soal 5
Wartawan akan melakukan wawancara profil terhadap seorang tokoh yang memiliki rekam jejak panjang. Agar wawancara tidak berhenti pada pertanyaan umum, persiapan paling tepat adalah …
A. Menyusun pertanyaan hanya berdasarkan biodata resmi
B. Melakukan riset latar belakang, membaca wawancara sebelumnya, mencari kontroversi atau pencapaian penting, lalu menyusun pertanyaan tematik
C. Menyerahkan seluruh arah wawancara kepada narasumber
D. Menggunakan daftar pertanyaan yang sama untuk semua tokoh
E. Mengandalkan pertanyaan spontan agar wawancara terasa alami
Jawaban: B
Pembahasan:
Riset latar belakang membantu wartawan menemukan sudut yang lebih tajam, menghindari pertanyaan repetitif, dan menggali informasi yang belum banyak diketahui.
Soal 6
Saat wawancara, narasumber mengatakan, “Bagian berikut ini jangan dikutip nama saya, tetapi informasinya boleh digunakan untuk memahami konteks.”
Status informasi yang paling tepat dipahami adalah …
A. Off the record sepenuhnya
B. Embargo
C. Informasi latar belakang/background sesuai kesepakatan
D. On the record
E. Informasi bebas atribusi tanpa perlu kesepakatan
Jawaban: C
Pembahasan:
Jika informasi boleh digunakan tetapi identitas narasumber tidak disebut sesuai kesepakatan, konteksnya lebih dekat pada informasi latar belakang. Wartawan tetap harus memastikan batas atribusi disepakati dengan jelas.
Soal 7
Reporter menerima video viral yang memperlihatkan dugaan kekerasan oleh aparat. Video tidak menampilkan waktu dan lokasi secara jelas, tetapi sudah dibagikan ribuan kali.
Langkah verifikasi yang paling tepat adalah …
A. Menganggap video benar karena sudah viral
B. Langsung mengunggah ulang dengan catatan “belum terverifikasi”
C. Memeriksa sumber asli, lokasi, waktu, metadata yang tersedia, saksi, serta melakukan konfirmasi kepada pihak terkait sebelum menyimpulkan isi video
D. Mengandalkan komentar warganet untuk memastikan konteks
E. Menggunakan video hanya jika media lain sudah memuatnya
Jawaban: C
Pembahasan:
Konten viral tetap harus melalui verifikasi. Popularitas tidak membuktikan kebenaran, sehingga konteks, sumber, waktu, lokasi, dan pihak terkait perlu diperiksa sebelum publikasi.
Simulasi Soal Menulis Berita Straight News, Feature, dan Menyunting Naskah
Bagian ini menguji kemampuan peserta memilih fakta terpenting, menyusun lead, menentukan angle, membedakan straight news dan feature, serta memperbaiki naskah agar lebih akurat, ringkas, dan sesuai kaidah jurnalistik.
Soal 1
Data liputan:
- Kebakaran terjadi di Pasar Baru pada pukul 03.30 WIB.
- Sebanyak 25 kios terbakar.
- Tidak ada korban jiwa.
- Api berhasil dipadamkan pukul 05.10 WIB.
- Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik.
- Polisi masih melakukan penyelidikan.
Lead straight news yang paling tepat adalah …
A. Pasar Baru kembali menjadi perhatian setelah kebakaran hebat terjadi pada dini hari.
B. Kebakaran menghanguskan 25 kios di Pasar Baru, Selasa dini hari, tanpa menimbulkan korban jiwa.
C. Korsleting listrik telah dipastikan menjadi penyebab kebakaran Pasar Baru.
D. Warga berlarian ketika api membesar di kawasan Pasar Baru.
E. Pukul 03.30 WIB merupakan waktu yang tidak akan dilupakan pedagang Pasar Baru.
Jawaban: B
Pembahasan:
Straight news harus menempatkan fakta paling penting pada bagian awal. Pilihan B langsung memuat peristiwa, lokasi, skala dampak, dan informasi korban tanpa memasukkan kesimpulan yang belum terverifikasi.
Soal 2
Seorang wartawan menulis:
“Pemerintah daerah akhirnya mengambil kebijakan ceroboh dengan menaikkan tarif parkir sebesar 50 persen.”
Perbaikan paling tepat adalah …
A. “Pemerintah daerah akhirnya berani menaikkan tarif parkir sebesar 50 persen.”
B. “Pemerintah daerah menaikkan tarif parkir sebesar 50 persen berdasarkan keputusan yang mulai berlaku bulan depan.”
C. “Pemerintah daerah nekat menaikkan tarif parkir meski masyarakat keberatan.”
D. “Kebijakan tarif parkir yang buruk mulai diberlakukan pemerintah daerah.”
E. “Masyarakat dipastikan dirugikan oleh kenaikan tarif parkir.”
Jawaban: B
Pembahasan:
Kata “ceroboh”, “nekat”, atau “buruk” merupakan penilaian wartawan. Naskah berita harus memisahkan fakta dari opini, kecuali penilaian tersebut merupakan kutipan yang memiliki atribusi jelas.
Soal 3
Reporter memiliki bahan liputan tentang seorang guru di daerah terpencil yang setiap hari menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil untuk mengajar. Wartawan ingin menulis feature.
Pembukaan paling tepat adalah …
A. Guru merupakan tenaga pendidik yang memiliki tugas penting dalam pembangunan nasional.
B. Pendidikan di daerah terpencil masih memiliki banyak persoalan.
C. Pukul enam pagi, Sari sudah mendorong perahu kayunya ke sungai. Perjalanan sekitar 40 menit itu menjadi rutinitas sebelum ia membuka kelas.
D. Pemerintah harus meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.
E. Berdasarkan data statistik, jumlah guru di daerah tersebut masih terbatas.
Jawaban: C
Pembahasan:
Feature dapat menggunakan lead deskriptif atau naratif untuk membawa pembaca masuk ke suasana. Pilihan C menghadirkan tokoh, tindakan, waktu, dan detail konkret yang mendukung storytelling.
Soal 4
Dalam berita tertulis:
“Direktur perusahaan itu mencuri dana proyek sebesar Rp3 miliar. Polisi saat ini masih memeriksa laporan dugaan penyelewengan tersebut.”
Perbaikan paling tepat adalah …
A. Mempertahankan kalimat karena nilai kerugian sudah disebutkan
B. Menghapus keterangan polisi
C. Mengubah menjadi “Direktur perusahaan itu diduga menyelewengkan dana proyek Rp3 miliar. Polisi masih memeriksa laporan tersebut.”
D. Mengganti kata “mencuri” menjadi “merampas”
E. Menambahkan kata “jelas” sebelum “mencuri”
Jawaban: C
Pembahasan:
Jika perkara masih berupa dugaan dan proses pemeriksaan berlangsung, wartawan tidak boleh menulis seolah-olah kesalahan sudah terbukti. Pilihan C lebih sesuai dengan asas praduga tak bersalah.
Soal 5
Naskah berikut dianggap terlalu panjang:
“Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun oleh wartawan kami dari berbagai sumber yang berada di lokasi kejadian, hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi sejak sore hari pada akhirnya mengakibatkan sejumlah ruas jalan yang berada di pusat kota mengalami genangan air.”
Suntingan paling efektif adalah …
A. “Berdasarkan berbagai informasi dari sumber, hujan yang sangat tinggi akhirnya membuat sejumlah ruas jalan mengalami air.”
B. “Hujan deras sejak sore menggenangi sejumlah ruas jalan di pusat kota.”
C. “Wartawan kami menghimpun bahwa hujan dengan intensitas cukup tinggi menyebabkan air menggenang.”
D. “Sejumlah sumber mengatakan hujan turun dan membuat jalan dalam keadaan tergenang.”
E. “Pada akhirnya, sejumlah ruas jalan di pusat kota mengalami genangan akibat informasi hujan.”
Jawaban: B
Pembahasan:
Penyuntingan berita perlu menghilangkan kata mubazir tanpa mengurangi informasi penting. Pilihan B lebih singkat, jelas, aktif, dan langsung pada fakta.
Soal 6
Wartawan menulis feature tentang mantan atlet yang kini melatih anak-anak kurang mampu. Seluruh naskah hanya berisi kronologi kehidupan tokoh tanpa kutipan, adegan, atau detail suasana.
Perbaikan paling tepat adalah …
A. Menambah sebanyak mungkin data statistik
B. Mengubah seluruh tulisan menjadi straight news
C. Memasukkan adegan, detail observasi, kutipan tokoh, dan konteks yang mendukung angle utama
D. Menghapus seluruh kronologi kehidupan tokoh
E. Menambahkan opini wartawan tentang kebaikan tokoh
Jawaban: C
Pembahasan:
Feature membutuhkan kekuatan narasi, karakter, detail, dan suara narasumber. Data tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya mendukung cerita, bukan menggantikan unsur naratif.
Soal 7
Judul berita berbunyi:
“Warga Mengamuk, Pemerintah Tak Becus Tangani Sampah!”
Isi berita sebenarnya hanya menyebut 20 warga melakukan protes di kantor kelurahan karena pengangkutan sampah terlambat tiga hari.
Judul yang paling tepat adalah …
A. “Pemerintah Gagal Total Atasi Sampah”
B. “Warga Marah Besar karena Sampah Menumpuk”
C. “20 Warga Protes Keterlambatan Pengangkutan Sampah di Kantor Kelurahan”
D. “Sampah Membuat Pemerintah Dipermalukan Warga”
E. “Krisis Sampah Mengancam Kota”
Jawaban: C
Pembahasan:
Judul harus mencerminkan fakta dalam isi berita dan tidak melebih-lebihkan kondisi. Pilihan C lebih spesifik, terukur, dan tidak menggunakan diksi yang menghakimi atau sensasional.
Kisi-kisi Tanya Jawab dengan Penguji/Asesor UKW
Pada sesi tanya jawab, asesor biasanya menggali alasan di balik keputusan jurnalistik yang Anda ambil. Karena itu, jawaban sebaiknya tidak berhenti pada “sesuai kode etik”, tetapi menjelaskan proses berpikir, verifikasi, pertimbangan kepentingan publik, dan risiko pemberitaan.
1. Mengapa Anda memilih angle tersebut?
Jelaskan alasan pemilihan sudut berita berdasarkan nilai berita, kepentingan publik, data yang tersedia, dan relevansi terhadap pembaca.
2. Bagaimana cara memastikan berita sudah terverifikasi?
Sebutkan proses pengecekan sumber, dokumen, data pendukung, konfirmasi silang, serta upaya meminta tanggapan dari pihak yang diberitakan.
3. Apa yang dilakukan jika narasumber utama belum memberi konfirmasi?
Jelaskan bahwa wartawan tetap harus berupaya melakukan konfirmasi, mencatat upaya yang sudah dilakukan, dan tidak menulis tuduhan sebagai fakta yang sudah terbukti.
4. Kapan Hak Jawab perlu diberikan?
Hak Jawab diberikan ketika seseorang atau kelompok merasa dirugikan oleh pemberitaan dan ingin memberikan tanggapan atau sanggahan terhadap informasi yang dimuat.
5. Apa bedanya Hak Jawab dan Hak Koreksi?
Hak Jawab digunakan untuk memberikan tanggapan terhadap pemberitaan yang merugikan, sedangkan Hak Koreksi berkaitan dengan perbaikan informasi yang keliru atau tidak akurat.
6. Bagaimana menangani informasi off the record?
Informasi off the record tidak boleh dipublikasikan sesuai kesepakatan dengan narasumber. Jika informasi tersebut penting, wartawan dapat mencari sumber lain yang bersedia memberikan informasi secara on the record.
7. Bagaimana jika sumber meminta embargo?
Wartawan harus menghormati waktu publikasi yang telah disepakati. Informasi tidak boleh diterbitkan sebelum embargo berakhir.
8. Bagaimana menerapkan praduga tak bersalah?
Gunakan istilah yang sesuai status hukum seperti “diduga”, “tersangka”, atau “terdakwa” dan hindari kalimat yang menyatakan seseorang telah bersalah sebelum ada putusan hukum yang berkekuatan tetap.
9. Bagaimana melindungi identitas korban?
Jangan hanya menyamarkan nama. Hindari juga foto, alamat, sekolah, nama keluarga, atau detail lain yang dapat membuat publik mengenali korban.
10. Apa yang dilakukan jika berita ternyata salah?
Lakukan verifikasi ulang, koreksi secara terbuka, perbaiki informasi yang keliru, dan berikan permintaan maaf apabila kesalahan menimbulkan kerugian.
11. Bagaimana jika media mendapat somasi karena pemberitaan?
Evaluasi terlebih dahulu apakah pemberitaan sudah memenuhi prinsip jurnalistik. Jika sengketa berkaitan dengan karya jurnalistik, gunakan mekanisme Hak Jawab, Hak Koreksi, dan penyelesaian melalui Dewan Pers sesuai ketentuan.
12. Apa yang dilakukan jika pihak yang diberitakan menolak diwawancarai?
Catat bahwa upaya konfirmasi sudah dilakukan, beri kesempatan yang wajar untuk merespons, dan tuliskan secara proporsional bahwa pihak tersebut belum memberikan tanggapan.
13. Bagaimana menentukan lead straight news?
Pilih fakta paling penting dan paling berdampak, lalu tempatkan unsur utama peristiwa di awal tanpa memasukkan opini pribadi.
14. Bagaimana membedakan straight news dan feature?
Straight news mengutamakan fakta penting secara langsung dan ringkas, sedangkan feature lebih menonjolkan kedalaman cerita, karakter, suasana, dan unsur naratif.
15. Apa yang dilakukan jika ada konflik antara kecepatan dan akurasi?
Akurasi harus tetap menjadi prioritas. Lebih baik terlambat beberapa menit daripada menerbitkan informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi merugikan pihak lain.
Saat menjawab asesor, gunakan pola sederhana:
Situasi → Pertimbangan Etik → Langkah Jurnalistik → Alasan → Risiko yang Dicegah
Pola ini membantu jawaban terdengar lebih terstruktur dan menunjukkan bahwa Anda memahami penerapan Kode Etik Jurnalistik, bukan sekadar menghafal pasalnya.
Kerjakan Simulasi UKW Wartawan Muda Lebih Lengkap

Latih kemampuan menghadapi Uji Kompetensi Wartawan jenjang Muda melalui paket soal di ujikom.id. Pelajari kasus etika jurnalistik, Hak Jawab dan Hak Koreksi, perlindungan identitas, riset liputan, konfirmasi narasumber, hingga praktik menyunting berita agar persiapan UKW lebih matang.


