Latihan Soal Ukom Perpindahan & Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Kepegawaian BKN

Uji Kompetensi perpindahan dan kenaikan jenjang Jabatan Fungsional Kepegawaian BKN menjadi tahapan penting bagi ASN yang ingin beralih atau berkembang pada jabatan fungsional di bidang Manajemen ASN. Ujian ini tidak hanya mengukur penguasaan teknis kepegawaian, tetapi juga kemampuan manajerial, analisis regulasi, serta pengambilan keputusan dalam pengelolaan ASN.

Agar persiapan lebih terarah, peserta perlu memahami regulasi ASN terbaru, sistem merit, manajemen talenta, pengelolaan kinerja, hingga disiplin PNS. Artikel ini menyajikan ruang lingkup materi dan latihan soal Ujikom JF Kepegawaian BKN lengkap dengan pembahasan berbasis ketentuan peraturan yang relevan.

Ruang Lingkup Materi Ujikom JF Bidang Manajemen ASN

Materi Ujikom JF Bidang Manajemen ASN tidak hanya menguji pemahaman regulasi, tetapi juga kemampuan menerapkan kebijakan kepegawaian pada situasi kerja nyata. Karena itu, peserta perlu memahami aspek teknis, manajerial, hingga pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pengelolaan ASN.

1. Manajemen Aparatur Sipil Negara

Materi mencakup konsep, proses, dan penerapan Manajemen ASN secara sistematis, strategis, serta terintegrasi dengan prinsip meritokrasi, profesionalisme, dan akuntabilitas.

2. Sistem Merit dan Meritokrasi ASN

Fokusnya meliputi penerapan kualifikasi, kompetensi, potensi, kinerja, integritas, dan moralitas secara adil dalam pengangkatan, pengembangan, promosi, maupun pengelolaan karier ASN.

3. Manajemen Talenta ASN

Materi berkaitan dengan identifikasi talenta, pemetaan kompetensi dan potensi, kelompok rencana suksesi, pengembangan talenta, retensi, hingga penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan organisasi.

4. Pengelolaan Kinerja dan SKP

Kompetensi meliputi penyusunan ekspektasi kinerja, dialog kinerja, penetapan hasil kerja, perilaku kerja, pemantauan, evaluasi, pemberian umpan balik, serta tindak lanjut hasil evaluasi kinerja.

5. Pengembangan Karier dan Kompetensi ASN

Materi mencakup pemetaan kebutuhan kompetensi, pengembangan karier, peningkatan kapasitas pegawai, mobilitas talenta, hingga penyelarasan pengembangan individu dengan kebutuhan organisasi.

6. Jabatan Fungsional dan Pengembangan Jenjang Karier

Fokus penilaian dapat meliputi perpindahan jabatan, kenaikan jenjang, pengembangan kompetensi, angka kredit, serta kesesuaian antara kompetensi pegawai dan standar jabatan fungsional.

7. Disiplin dan Etika PNS

Materi mencakup kewajiban dan larangan PNS, klasifikasi pelanggaran, penjatuhan hukuman disiplin, prosedur pemeriksaan, hingga pertimbangan objektif sebelum mengambil keputusan kepegawaian.

8. Data dan Sistem Informasi Kepegawaian

Kompetensi ini berkaitan dengan pengelolaan, validasi, keamanan, serta pemanfaatan data ASN sebagai dasar pelayanan kepegawaian dan pengambilan keputusan.

9. Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural

Materi meliputi integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, pengelolaan perubahan, pengambilan keputusan, serta kemampuan bekerja dalam lingkungan yang beragam.

10. Analisis Kebijakan dan Penyelesaian Kasus Kepegawaian

Fokusnya adalah kemampuan membaca regulasi, mengidentifikasi akar masalah, menilai risiko, memilih alternatif tindakan, serta memberikan rekomendasi yang sesuai ketentuan dan kebutuhan organisasi.

Latihan Soal Teknis Manajemen ASN & Sistem Merit (Regulasi UU ASN Terbaru)

Soal pada bagian ini berfokus pada penerapan regulasi Manajemen ASN, sistem merit, manajemen talenta, pengelolaan kinerja, serta disiplin PNS. Setiap kasus dirancang untuk menguji kemampuan peserta memahami aturan sekaligus menerapkannya dalam situasi kepegawaian.

Soal 1

Sebuah instansi akan mengisi jabatan strategis yang segera kosong. Pimpinan mengusulkan pegawai dengan masa kerja paling lama karena dinilai paling berpengalaman. Namun, hasil pemetaan menunjukkan terdapat pegawai lain dengan kompetensi, potensi, dan kinerja yang lebih sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Tindakan yang paling tepat adalah …

A. Mengutamakan pegawai dengan masa kerja terlama untuk menjaga senioritas
B. Memilih pegawai berdasarkan rekomendasi pimpinan unit tanpa menggunakan data lain
C. Menggunakan hasil pemetaan kompetensi, potensi, kinerja, dan kebutuhan jabatan sebagai dasar penempatan
D. Melakukan rotasi acak agar seluruh pegawai memperoleh kesempatan yang sama
E. Menunda pengisian sampai terdapat pegawai dengan masa kerja yang lebih panjang

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengisian jabatan dalam Manajemen ASN harus berorientasi pada merit, bukan senioritas semata. Pegawai perlu ditempatkan berdasarkan kesesuaian kompetensi, potensi, kinerja, dan kebutuhan organisasi.

Dasar regulasi: UU Nomor 20 Tahun 2023 Pasal 27 ayat (2) menegaskan bahwa Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. Prinsip ini diperkuat dalam kebijakan manajemen talenta yang menggunakan data objektif sebagai dasar pengembangan dan penempatan ASN.

Soal 2

Hasil pemetaan talenta menunjukkan seorang pegawai berada pada kelompok berpotensi tinggi, tetapi belum siap menduduki jabatan target karena masih memiliki kesenjangan kompetensi teknis. Pimpinan ingin langsung menempatkannya karena jabatan tersebut segera kosong.

Langkah yang paling tepat adalah …

A. Langsung mengangkat pegawai karena potensi lebih penting daripada kompetensi
B. Memasukkan pegawai dalam rencana pengembangan terarah sebelum atau bersamaan dengan proses penyiapan suksesi
C. Mengeluarkan pegawai dari kelompok talenta karena belum memenuhi seluruh kompetensi
D. Menggantinya dengan pegawai yang memiliki masa kerja lebih lama
E. Membiarkan jabatan kosong sampai pegawai tersebut memperoleh promosi otomatis

Jawaban: B

Pembahasan:
Manajemen talenta tidak hanya memetakan pegawai, tetapi juga menyiapkan suksesor melalui pengembangan yang terencana. Kesenjangan kompetensi perlu ditindaklanjuti melalui intervensi pengembangan sebelum penempatan pada jabatan target.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 sebagaimana diubah dengan PermenPANRB Nomor 20 Tahun 2025 menegaskan bahwa manajemen talenta digunakan untuk menyiapkan pasokan talenta dan menyelaraskan ASN yang tepat dengan jabatan yang tepat. Prinsipnya objektif, terencana, terbuka, akuntabel, dan berbasis sistem merit.

Soal 3

Pada awal tahun, seorang atasan menetapkan SKP pegawai secara sepihak berdasarkan uraian tugas lama tanpa mendiskusikan target, hasil kerja, atau kebutuhan organisasi terbaru. Pegawai kemudian meminta klarifikasi karena sebagian target tidak lagi relevan.

Tindakan yang paling sesuai dengan pengelolaan kinerja ASN adalah …

A. Mempertahankan SKP karena atasan memiliki kewenangan penuh menetapkan target
B. Menghapus seluruh target dan membiarkan pegawai menentukan sendiri hasil kerja
C. Menyesuaikan SKP hanya setelah akhir periode penilaian
D. Melakukan dialog kinerja untuk menetapkan dan mengklarifikasi ekspektasi berdasarkan sasaran organisasi
E. Menggunakan uraian tugas sebagai satu-satunya indikator kinerja

Jawaban: D

Pembahasan:
Pengelolaan kinerja ASN tidak dibangun melalui penetapan target secara sepihak. Pimpinan dan pegawai perlu melakukan dialog kinerja untuk memperjelas ekspektasi, hasil kerja, serta kontribusi terhadap tujuan organisasi.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 3 menegaskan bahwa pengelolaan kinerja berorientasi pada pengembangan kinerja, pemenuhan ekspektasi pimpinan, dialog kinerja yang intens, pencapaian kinerja organisasi, serta hasil dan perilaku kerja pegawai.

Soal 4

Seorang pegawai mampu mencapai seluruh target kuantitatif yang ditetapkan, tetapi selama proses bekerja sering menolak berkolaborasi, menyampaikan informasi terlambat, dan menimbulkan konflik dalam tim. Atasan berencana memberikan predikat kinerja tertinggi hanya karena seluruh target tercapai.

Penilaian yang paling tepat adalah …

A. Memberikan predikat tertinggi karena hasil kerja merupakan satu-satunya dasar penilaian
B. Mengabaikan perilaku karena tidak berpengaruh langsung pada jumlah output
C. Menilai hanya berdasarkan target yang tercantum dalam SKP
D. Menunda evaluasi sampai terdapat pelanggaran disiplin formal
E. Mempertimbangkan hasil kerja sekaligus perilaku kerja dalam evaluasi kinerja

Jawaban: E

Pembahasan:
Kinerja ASN tidak hanya diukur dari output. Perilaku kerja juga menjadi bagian penting karena cara pegawai mencapai hasil harus selaras dengan nilai dan kebutuhan organisasi.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 3 huruf e menyebutkan bahwa pengelolaan kinerja berorientasi pada hasil kerja dan perilaku kerja pegawai. Lampiran peraturan tersebut juga menegaskan bahwa perilaku kerja harus mencerminkan nilai dasar ASN BerAKHLAK.

Soal 5

Seorang PNS beberapa kali tidak mengikuti prosedur kerja yang telah ditetapkan. Atasan langsung ingin langsung menjatuhkan hukuman berat agar memberikan efek jera, meskipun belum dilakukan pemeriksaan dan belum diketahui dampak pelanggaran tersebut.

Langkah yang paling tepat adalah …

A. Memeriksa fakta dan tingkat pelanggaran terlebih dahulu sebelum menentukan hukuman secara proporsional
B. Langsung menjatuhkan hukuman berat karena pelanggaran dilakukan berulang
C. Memberikan hukuman yang sama dengan kasus sebelumnya tanpa pemeriksaan
D. Membiarkan pelanggaran selama target unit tetap tercapai
E. Menyerahkan penentuan hukuman kepada rekan kerja pegawai

Jawaban: A

Pembahasan:
Penjatuhan hukuman disiplin tidak boleh semata-mata didasarkan pada keinginan memberikan efek jera. Perlu dipastikan terlebih dahulu jenis pelanggaran, fakta, dampak, dan tingkat hukuman yang sesuai.

Dasar regulasi: PP Nomor 94 Tahun 2021 mengatur kewajiban, larangan, jenis hukuman disiplin, kewenangan pejabat yang menghukum, serta prosedur penanganan pelanggaran. Pasal 2 menegaskan PNS wajib menaati kewajiban dan menghindari larangan, sedangkan kewajiban dan larangan dirinci antara lain dalam Pasal 3 sampai Pasal 5.

Soal 6

Sebuah instansi menggunakan hasil evaluasi kinerja hanya untuk menentukan tunjangan, tanpa memberikan umpan balik, pembinaan, atau rencana pengembangan kepada pegawai yang kinerjanya belum optimal.

Praktik tersebut paling tepat dinilai sebagai …

A. Tepat karena tujuan utama penilaian adalah menentukan kompensasi
B. Tepat selama hasil evaluasi telah diumumkan kepada pegawai
C. Belum sesuai karena pengelolaan kinerja harus mencakup pembinaan, umpan balik, evaluasi, dan tindak lanjut
D. Tidak bermasalah selama target organisasi tercapai
E. Sesuai jika diterapkan hanya kepada pegawai dengan kinerja rendah

Jawaban: C

Pembahasan:
Pengelolaan kinerja bukan sekadar pemberian nilai atau penghargaan. Sistemnya harus berjalan sebagai siklus yang mencakup perencanaan, pemantauan, umpan balik, pengembangan, evaluasi, dan tindak lanjut.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 Pasal 5 mengatur empat tahapan utama, yaitu perencanaan kinerja, pelaksanaan/pemantauan/pembinaan, penilaian, dan tindak lanjut hasil evaluasi berupa penghargaan maupun sanksi.

Soal 7

Instansi memiliki dua kandidat untuk program pengembangan talenta. Kandidat pertama memiliki hubungan dekat dengan pejabat pengambil keputusan, sedangkan kandidat kedua memperoleh nilai lebih tinggi dari hasil pemetaan potensi, kompetensi, dan kinerja. Pejabat tersebut meminta kandidat pertama tetap diprioritaskan karena dianggap lebih “dipercaya”.

Rekomendasi yang paling tepat adalah …

A. Mengikuti arahan pejabat karena kepercayaan pimpinan merupakan indikator utama talenta
B. Memilih kedua kandidat tanpa mempertimbangkan hasil pemetaan
C. Menunda program agar tidak menimbulkan konflik
D. Mengutamakan kandidat dengan hasil pemetaan lebih kuat serta mendokumentasikan dasar keputusan secara transparan dan akuntabel
E. Menentukan kandidat melalui voting antarpegawai

Jawaban: D

Pembahasan:
Manajemen talenta harus bebas dari subjektivitas, intervensi kepentingan, dan praktik favoritisme. Keputusan harus dapat ditelusuri berdasarkan data dan kriteria yang objektif.

Dasar regulasi: Pasal 3 PermenPANRB Nomor 3 Tahun 2020 menetapkan prinsip manajemen talenta, antara lain objektif, terencana, terbuka, tepat waktu, akuntabel, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Regulasi tersebut telah diperbarui melalui PermenPANRB Nomor 20 Tahun 2025 dan tetap menjadi dasar penyelenggaraan manajemen talenta ASN.

Latihan Soal Kompetensi Manajerial & Pengambilan Keputusan Publik

Bagian ini berfokus pada kemampuan menghadapi situasi organisasi, mengelola konflik, menentukan prioritas, menjaga integritas, serta mengambil keputusan yang tetap berorientasi pada kepentingan publik.

Soal 1

Sebuah unit kerja menerima dua program prioritas pada waktu yang hampir bersamaan. Sumber daya terbatas, sedangkan keduanya memiliki dampak penting bagi organisasi. Langkah paling tepat adalah …

A. Membagi sumber daya sama rata agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan
B. Menentukan prioritas berdasarkan urgensi, dampak, risiko, dan kontribusi terhadap sasaran organisasi
C. Menjalankan program yang lebih mudah terlebih dahulu
D. Menunda kedua program sampai sumber daya bertambah
E. Mengikuti program yang paling banyak mendapat dukungan pimpinan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pengambilan keputusan manajerial perlu berbasis prioritas yang objektif. Urgensi, dampak, risiko, dan keterkaitan dengan sasaran organisasi lebih relevan dibandingkan kemudahan pelaksanaan atau preferensi personal.

Soal 2

Dua pegawai senior mengalami konflik terbuka yang mulai memengaruhi kinerja tim. Masing-masing merasa pendapatnya paling benar dan menolak bekerja sama. Tindakan pimpinan yang paling tepat adalah …

A. Memindahkan salah satu pegawai tanpa melakukan klarifikasi
B. Membiarkan konflik selesai dengan sendirinya
C. Mempertemukan kedua pihak, memetakan sumber konflik, lalu menyepakati solusi dan pembagian peran yang jelas
D. Memberikan teguran tertulis kepada keduanya secara langsung
E. Mengambil alih seluruh pekerjaan yang menjadi sumber konflik

Jawaban: C

Pembahasan:
Konflik perlu diselesaikan dari akar masalahnya. Dialog terstruktur dan kejelasan peran membantu mencegah konflik berulang serta memulihkan kerja sama tim.

Soal 3

Seorang pejabat menerima tekanan dari pihak eksternal agar mempercepat proses layanan tertentu di luar antrean. Semua dokumen pemohon sebenarnya lengkap. Sikap paling tepat adalah …

A. Memproses sesuai mekanisme dan standar layanan yang berlaku tanpa memberikan perlakuan khusus
B. Mempercepat proses karena dokumennya lengkap
C. Menunda permohonan agar tidak dianggap berpihak
D. Mengalihkan keputusan kepada staf pelaksana
E. Memberikan prioritas terbatas karena pihak tersebut memiliki pengaruh

Jawaban: A

Pembahasan:
Keputusan publik harus menjunjung integritas dan keadilan. Kelengkapan dokumen tidak menjadi alasan untuk memperoleh perlakuan istimewa di luar prosedur.

Soal 4

Sebuah kebijakan baru menimbulkan penolakan karena sebagian pegawai merasa perubahan terlalu cepat. Di sisi lain, implementasi tidak dapat ditunda. Strategi yang paling tepat adalah …

A. Membatalkan kebijakan sampai seluruh pegawai setuju
B. Menerapkan secara penuh tanpa penjelasan
C. Mengganti pegawai yang menolak perubahan
D. Menjelaskan tujuan perubahan, memetakan dampak, menyediakan dukungan adaptasi, dan memantau pelaksanaannya
E. Membiarkan masing-masing unit menentukan apakah ingin menerapkan kebijakan tersebut

Jawaban: D

Pembahasan:
Mengelola perubahan membutuhkan komunikasi, dukungan adaptasi, dan pemantauan. Penolakan tidak selalu berarti kebijakan salah, tetapi perlu dikelola agar transisi berjalan efektif.

Soal 5

Hasil evaluasi menunjukkan kinerja sebuah tim menurun karena pembagian tugas tidak seimbang. Beberapa pegawai kelebihan beban, sementara pegawai lain memiliki kapasitas yang belum dimanfaatkan. Tindakan paling tepat adalah …

A. Menambah target agar seluruh pegawai bekerja lebih keras
B. Mempertahankan pembagian tugas untuk menjaga konsistensi
C. Mengalihkan seluruh pekerjaan kepada pegawai berkinerja tinggi
D. Mengurangi target tanpa mengubah pola kerja
E. Menata ulang beban kerja berdasarkan kapasitas, kompetensi, dan prioritas tugas

Jawaban: E

Pembahasan:
Pembagian kerja seharusnya mempertimbangkan kapasitas dan kompetensi. Redistribusi yang tepat dapat meningkatkan efektivitas tanpa harus menurunkan target organisasi.

Soal 6

Sebuah keputusan harus segera diambil, tetapi data yang tersedia belum sepenuhnya lengkap. Penundaan justru dapat meningkatkan risiko pelayanan publik. Tindakan paling tepat adalah …

A. Menunggu seluruh data lengkap meskipun layanan terhenti
B. Mengambil keputusan berdasarkan data paling relevan yang tersedia, memetakan risiko, dan menyiapkan langkah korektif
C. Mengikuti keputusan periode sebelumnya tanpa analisis
D. Memilih alternatif dengan biaya paling murah
E. Menyerahkan seluruh keputusan kepada bawahan

Jawaban: B

Pembahasan:
Pada situasi mendesak, keputusan tetap dapat diambil selama berbasis data yang memadai, disertai analisis risiko dan rencana koreksi bila kondisi berubah.

Soal 7

Sebuah program pelayanan mendapat kritik karena dianggap tidak responsif terhadap kebutuhan kelompok tertentu. Data menunjukkan program memang dirancang menggunakan pendekatan yang sama untuk seluruh kelompok sasaran. Langkah paling tepat adalah …

A. Mempertahankan desain agar semua pihak memperoleh perlakuan sama
B. Mengurangi cakupan program agar lebih mudah dikelola
C. Memetakan kebutuhan kelompok sasaran dan menyesuaikan pendekatan layanan tanpa mengurangi standar utama
D. Memprioritaskan kelompok yang paling banyak menyampaikan keluhan
E. Menyerahkan penyesuaian kepada masing-masing pelaksana tanpa pedoman

Jawaban: C

Pembahasan:
Pelayanan publik yang adil tidak selalu berarti perlakuan identik. Penyesuaian berbasis kebutuhan dapat dilakukan selama tetap menjaga standar, objektivitas, dan tujuan layanan.

Latihan Soal Analisis Kasus Pengelolaan Kinerja Pegawai

Bagian ini menguji kemampuan peserta menganalisis persoalan kinerja ASN secara lebih mendalam, mulai dari penyusunan ekspektasi, pemantauan capaian, evaluasi hasil kerja, hingga tindak lanjut atas kinerja pegawai.

Soal 1

Seorang pegawai memiliki SKP yang berisi beberapa target rutin, tetapi sebagian target tersebut tidak lagi relevan karena terjadi perubahan prioritas organisasi pada pertengahan tahun. Atasan tetap meminta pegawai mempertahankan seluruh target awal agar penilaian konsisten.

Tindakan yang paling tepat adalah …

A. Mempertahankan seluruh target karena SKP tidak boleh berubah selama periode berjalan
B. Menghapus seluruh target dan menyusun SKP baru tanpa dialog
C. Melakukan dialog kinerja dan menyesuaikan ekspektasi sesuai perubahan prioritas organisasi
D. Menunggu akhir tahun untuk mengoreksi hasil penilaian
E. Mengurangi seluruh target secara proporsional

Jawaban: C

Pembahasan:
SKP harus tetap relevan dengan kebutuhan organisasi. Jika prioritas berubah, ekspektasi dapat disesuaikan melalui dialog kinerja agar kontribusi pegawai tetap selaras dengan sasaran unit.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 menempatkan dialog kinerja, pemenuhan ekspektasi pimpinan, dan pencapaian kinerja organisasi sebagai prinsip utama pengelolaan kinerja.

Soal 2

Seorang pegawai mencapai hampir seluruh target kuantitatif, tetapi kualitas hasil kerjanya sering harus diperbaiki oleh anggota tim lain. Atasan hanya melihat jumlah output dan berniat memberikan predikat sangat baik.

Penilaian yang paling tepat adalah …

A. Memberikan predikat sangat baik karena target kuantitatif tercapai
B. Mempertimbangkan kualitas hasil dan perilaku kerja selain jumlah output
C. Mengabaikan kualitas selama pekerjaan selesai tepat waktu
D. Menilai berdasarkan pendapat anggota tim saja
E. Mengurangi seluruh target tahun berikutnya

Jawaban: B

Pembahasan:
Evaluasi kinerja tidak hanya berorientasi pada jumlah hasil kerja. Kualitas, kontribusi, dan perilaku kerja juga perlu dipertimbangkan agar penilaian mencerminkan kinerja secara utuh.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 menegaskan bahwa pengelolaan kinerja berorientasi pada hasil kerja dan perilaku kerja pegawai.

Soal 3

Dalam evaluasi triwulan, diketahui seorang pegawai mengalami penurunan kinerja karena belum menguasai sistem digital baru. Pegawai tersebut memiliki motivasi tinggi dan sebelumnya berkinerja baik.

Tindak lanjut yang paling tepat adalah …

A. Langsung memberikan predikat kinerja buruk
B. Memindahkan pegawai ke unit lain
C. Mengurangi tanggung jawab secara permanen
D. Memberikan umpan balik, pendampingan, dan pengembangan kompetensi yang sesuai kebutuhan
E. Menunggu sampai periode penilaian akhir

Jawaban: D

Pembahasan:
Penurunan kinerja akibat kesenjangan kompetensi perlu ditindaklanjuti melalui pembinaan dan pengembangan, bukan langsung diberi konsekuensi negatif.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 mengatur bahwa pengelolaan kinerja mencakup pelaksanaan, pemantauan, pembinaan, evaluasi, serta tindak lanjut hasil evaluasi.

Soal 4

Seorang atasan jarang memberikan umpan balik selama tahun berjalan. Pada akhir tahun, pegawai menerima predikat kinerja rendah karena beberapa hasil dianggap tidak sesuai ekspektasi yang belum pernah disampaikan sebelumnya.

Praktik yang paling tepat untuk mencegah kondisi tersebut adalah …

A. Melakukan dialog kinerja dan memberikan umpan balik secara berkala selama periode berjalan
B. Memberikan seluruh catatan koreksi pada akhir tahun
C. Menetapkan ekspektasi secara lisan tanpa dokumentasi
D. Menyerahkan penilaian kepada rekan kerja
E. Menggunakan target tahun sebelumnya sebagai acuan otomatis

Jawaban: A

Pembahasan:
Ekspektasi harus dikomunikasikan sejak awal dan dipantau secara berkala. Umpan balik yang berkelanjutan membantu pegawai memperbaiki kinerja sebelum periode evaluasi berakhir.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 menekankan pentingnya dialog kinerja intensif antara pimpinan dan pegawai.

Soal 5

Dua pegawai memiliki capaian output yang hampir sama. Pegawai pertama aktif berkolaborasi dan membantu target tim, sedangkan pegawai kedua cenderung bekerja sendiri dan beberapa kali menghambat koordinasi.

Pendekatan penilaian yang paling tepat adalah …

A. Memberikan nilai yang sama karena jumlah output setara
B. Menilai hanya berdasarkan jumlah tugas yang selesai
C. Memberikan nilai lebih tinggi kepada pegawai dengan masa kerja lebih lama
D. Menggunakan kehadiran sebagai penentu utama
E. Mempertimbangkan kontribusi hasil dan perilaku kerja masing-masing pegawai

Jawaban: E

Pembahasan:
Capaian kinerja perlu dilihat bersama perilaku kerja. Kontribusi terhadap tim, kolaborasi, dan cara mencapai hasil merupakan bagian penting dari evaluasi kinerja.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 menempatkan hasil kerja dan perilaku kerja sebagai dua unsur penting dalam evaluasi pegawai.

Soal 6

Seorang pegawai memperoleh predikat kinerja rendah dua periode berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan masalah utama berasal dari ketidaksesuaian kompetensi dengan tuntutan pekerjaan.

Tindak lanjut yang paling tepat adalah …

A. Membiarkan pegawai tetap pada posisi yang sama tanpa intervensi
B. Mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan menyusun rencana perbaikan kinerja yang terukur
C. Langsung menjatuhkan hukuman disiplin
D. Menghapus sebagian besar target agar mudah tercapai
E. Mengalihkan seluruh tugas kepada pegawai lain

Jawaban: B

Pembahasan:
Kinerja rendah perlu ditindaklanjuti berdasarkan penyebab. Jika masalah berasal dari kompetensi, maka pengembangan dan rencana perbaikan kinerja menjadi langkah yang lebih tepat.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 mengatur tindak lanjut hasil evaluasi sebagai bagian dari siklus pengelolaan kinerja.

Soal 7

Pimpinan unit ingin seluruh pegawai memiliki target yang sama agar penilaian dianggap adil. Padahal tugas, tanggung jawab, dan tingkat kompleksitas pekerjaan setiap pegawai berbeda.

Pendekatan yang paling tepat adalah …

A. Menyamakan seluruh target agar mudah dibandingkan
B. Menetapkan target berdasarkan masa kerja
C. Menyusun ekspektasi yang berbeda sesuai peran dan kontribusi masing-masing pegawai terhadap sasaran organisasi
D. Menggunakan satu indikator untuk seluruh jabatan
E. Menetapkan target berdasarkan preferensi masing-masing pegawai

Jawaban: C

Pembahasan:
Keadilan dalam pengelolaan kinerja bukan berarti seluruh pegawai memperoleh target identik. Ekspektasi harus disesuaikan dengan peran, tanggung jawab, dan kontribusi terhadap sasaran organisasi.

Dasar regulasi: PermenPANRB Nomor 6 Tahun 2022 menekankan keterkaitan antara ekspektasi kinerja individu dengan pencapaian kinerja organisasi.

Tips Lulus Asesmen Portofolio & Wawancara Asesor BKN

Asesmen portofolio dan wawancara tidak hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga konsistensi antara pengalaman kerja, kompetensi yang diklaim, dan kemampuan peserta menjelaskan kontribusinya secara terstruktur. Karena itu, persiapannya perlu dilakukan sejak sebelum jadwal asesmen.

1. Pilih Bukti Portofolio yang Paling Relevan

Prioritaskan dokumen yang benar-benar menunjukkan pengalaman dan kontribusi Anda, seperti laporan kerja, hasil analisis, rekomendasi, dokumen pengelolaan ASN, atau bukti keterlibatan dalam penyelesaian persoalan kepegawaian.

2. Pastikan Setiap Bukti Mudah Diverifikasi

Portofolio sebaiknya memiliki konteks yang jelas, seperti periode pekerjaan, peran Anda, hasil yang dicapai, serta keterkaitannya dengan kompetensi jabatan yang diuji.

3. Kuasai Isi Portofolio Sendiri

Jangan hanya mengandalkan dokumen yang sudah diunggah. Asesor dapat menggali lebih lanjut mengenai proses, keputusan, kendala, dan alasan Anda memilih suatu tindakan.

4. Gunakan Pola STAR Saat Menjawab

Susun jawaban menggunakan pola Situation – Task – Action – Result. Jelaskan situasinya, tugas Anda, tindakan yang dilakukan, lalu hasil yang diperoleh. Pola ini membantu jawaban lebih runtut dan tidak melebar.

5. Sertakan Dasar Regulasi dalam Jawaban

Jika kasus berkaitan dengan SKP, disiplin, manajemen talenta, atau sistem merit, sebutkan dasar regulasi yang relevan. Namun, jangan sekadar menghafal nomor aturan; jelaskan juga bagaimana aturan tersebut diterapkan pada situasi nyata.

6. Tunjukkan Peran Pribadi, Bukan Hanya Peran Tim

Jika pekerjaan dilakukan bersama tim, jelaskan bagian yang benar-benar menjadi tanggung jawab Anda. Asesor perlu melihat kontribusi individual dan tingkat kompetensi yang Anda miliki.

7. Siapkan Contoh Kasus yang Beragam

Persiapkan pengalaman terkait pengelolaan kinerja, pelayanan kepegawaian, penyelesaian konflik, perubahan kebijakan, analisis data, hingga pengambilan keputusan. Semakin konkret contohnya, semakin mudah kompetensi Anda dinilai.

8. Hindari Jawaban Terlalu Normatif

Jawaban seperti “saya akan mengikuti aturan” belum cukup kuat. Jelaskan aturan apa yang digunakan, langkah yang dilakukan, risiko yang dipertimbangkan, dan hasil yang ingin dicapai.

9. Tunjukkan Kemampuan Refleksi

Jika pernah menghadapi kegagalan atau hasil yang belum optimal, jelaskan apa yang Anda pelajari dan perbaikan apa yang dilakukan. Refleksi menunjukkan kemampuan berkembang dan belajar dari pengalaman.

10. Jaga Konsistensi antara Portofolio dan Wawancara

Jawaban saat wawancara harus selaras dengan bukti yang diajukan. Hindari menambahkan klaim yang tidak dapat didukung oleh dokumen atau pengalaman nyata.

Kunci utama asesmen adalah menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki benar-benar pernah digunakan dalam pekerjaan. Portofolio menjadi bukti, sedangkan wawancara menjadi kesempatan untuk menjelaskan cara Anda berpikir, mengambil keputusan, dan menghasilkan dampak dari pekerjaan tersebut.

Dapatkan Paket Latihan Ujikom JF Kepegawaian BKN Terengkap!

Akses paket soal Ukom Perpindahan & Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Kepegawaian BKN di ujikom.id untuk berlatih soal teknis, manajerial, pengelolaan kinerja, sistem merit, hingga disiplin PNS. Persiapkan diri dengan lebih terarah melalui soal dan pembahasan yang relevan dengan regulasi ASN terbaru.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Picture of Tim UJIKOM

Tim UJIKOM

Kami adalah tim penulis konten edukatif di Ujikom.id yang fokus membagikan informasi seputar uji kompetensi, sertifikasi profesi, serta tips persiapan menghadapi UKOM. Dengan riset mendalam dan gaya bahasa yang mudah dipahami, kami berkomitmen membantu Anda lebih siap dalam meniti jalur karier profesional.
Butuh Paket Soal Ini?
Akses Sekarang!

Dapatkan Ratusan Soal Uji Kompetensi + Pembahasan, berbasis CBT!

Butuh Bantuan?